Highschool DxD Vol 20 - Life 2

9:28:00 PM
Highschool DxD Vol 20 - Life 2 The Truth of the Feast


Part 1

Keesokan harinya—.
Aku — Hyoudou Issei, datang bersama Asia ke tempat tertentu pagi-pagi sekali. Ini adalah ruang terbuka yang luas di bawah Kota Kuoh. Kubah beronngga membentuk ruang yang rapat ditutupi oleh beberapa lapisan barier pelindung. Di tengah-tengah ada benda bulat berukuran besar — sebuah telur naga. Ini telur naga langka yang dibercayakan kepada kita oleh Tannin-ossan sebelum pertarungan kita melawan Kesatria Gereja — sebuah telur [Naga Hantu]. Telur ini telah dipindahkan ke Dunia Bawah, tapi suasana Dunia Bawah tidak cocok untuk menetaskan telur, sehingga kami menempatkannya di ruang bawah tanah ini di bawah kota di dunia manusia sehingga bisa menetas. Sejak itu, telur itu ditempatkan dibawah perawatan angota [DxD] yang berada di Kota Kuoh. Hari ini giliran ku, tapi Asia juga datang bersama dengan ku untuk melihat. Ada juga pengunjung lain di sini selain kami, dan saat melihat dia, aku tertawa.

"Aku tidak berharap kalau kau akan mengurus telur ini."

Aku melihat Ophis yang memeluk telur dengan erat.

"Aku, tidak pernah mengangkat anak. Penasaran."

Benar sekali, selain kita yang datang ke sini pada gilirannya setiap har, Ophis juga datang ke sini setiap hari. Karena [telur], [menetas], dan [naga] adalah kata kunci yang penting, itu benar-benar telah menggerakkan ketertarikan padanya. Ophis mengatakan kalau dia belum pernah melihat.seekor naga menetas dari telur meskipun hidup begitu lama, jadi dia ingin mengambil kesempatan ini. ....Karena itu, rasanya seperti dia sebagai orang tua karena dia memegangnya dengan erat..... Melihat tindakan menggemaskannya, aku tidak bisa menahan tawa.

"Hehefufu—"

Aku tidak tahu siapa atau di mana dia mempelajarinya, tapi Ophis sekarang ini menggunakan teknik pernapasan untuk wanita hamil.... Selain itu, teknik pernapasan manusia untuk manusia hamil tidak berguna untuk organisme yang bertelur. Sebaliknya, mereka akan menetas dari telur mereka sendiri! ...Ravel dan Raiser akan kembali dalam dua hari dari penjagaan Ajuka Beelzebub-sama. Dikatakan kalau mereka aman, namun karena situasi dan waktu Beelzebub-sama sendiri, ada banyak hal yang membutuhkan perhatiannya, yang mengapa hari itu dipilih. .... Mungkin ada hubungannya dengan politik. Bagaimanapun juga, mengapa Ravel dan Raiser terlibat dengan itu.....

"...."

Sebenarnya, ruang ini benar-benar ada pengunjung yang lain. Duduk sedikit lebih jauh, seorang pria yang mengenakan jas hitam mengamati Ophis dengan seksama. Ini benar-benar tidak terduga, bahkan naga jahat Crom Cruach ada di sini! Asal dia mengetahui Ophis berada di sini, dia akan bergegas dan dari dekat mengamati setiap menit tindakan yang dibuat Ophis. ...Ini tidak bisa dikatakan kalau dia seorang naga yang sangat jahat...tapi dia masih cukup menakutkan. Sepertinya sulit berbicara begitu banyak dengannya, kita tidak memiliki banyak yang harus dilakukan selain mempercayainya. Meskipun Tannin-ossan benar-benar percaya padanya, itu masih tidak begitu mudah untuk bergaul dengan nya.... —Ketika aku berpikir tentang hal ini, Asia berjalan ke arahnya. Dia berdiri di depan Crom Cruach dan berkata.

"U-Umm, ini, jika kau mau, silahkan di makan."

Apa yang Asia ambil dari tasnya — sesisir pisang. Ophis juga selalu mempunyai pisang sebagai camilan. Tidak hanya itu, Asia juga telah berbicara dengan empat Naga Jahat bersaudara dan Fafnir. Mungkin, dalam pikiran Asia dia punya pikiran misterius kalau [Naga=Pisang].

"Ini disebut pisang. Rasanya sangat enak, kau tahu?"

"....."

Crom Cruach diam-diam menerima pisang dari Asia. Aku sedikit bermasalah bagaimana untuk menanggapinya. Setelah Asia memberinya pisang, dia membungkuk, dan kemudian kembali lagi. Asia membuat senyum kecil saat dia mengatakan.

"Kadang-kadang aku datang ke sini untuk memeriksa apa yang Ophis lakukan."

Hubungan antara Asia dan Ophis benar-benar baik. Asia mampu menangani naga dengan sangat baik.......Azazel-sensei sering mengatakan kalau dia memiliki banyak potensi sebagai penjinak naga. —Dia mengatakan kalau naga memiliki sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.

"...Asia, apa yang terjadi dengan Fafnir setelah itu?"

Aku bertannya tentang Fafnir.

Selama pertarungan di Surga, dia terluka ketika dia mencoba untuk melindungi Asia. Raja Naga yang menerima serangan sangat dahsyat untuk melindungi Asia—. Setelah bertarung dengan Rizevim, Fafnir telah tertidur untuk memulihkan dirinya. Meskipun luka-lukanya diobati oleh Asia.....Asia memiliki ekspresi sedih di wajahnya saat dia menggelengkan kepalanya.

"....Oh begitu."

Masih belum ada respon, dan bahkan jika Asia memanggilnya, tidak ada respon. Keparahan cedera melebihi apa yang awalnya diharapkan. Asia mengatakan kepada semua orang kalau  tak ada satupun kekuatan fisik Fafnir maupun kesadarannya telah kembali karena tidak ada respon darinya.... Ophis tiba-tiba mengatakan sesuatu.

"Kalian tidak perlu khawatir. —Fafnir sekarang sedang berjuang[1]."

Seolah-olah mengikutinya, Crom Cruach memegang pisang saat dia berkata dengan wajah yang terlihat serius.

"Dia adalah Raja Naga. Dia tidak akan jatuh begitu mudah."

""?""

Asia dan aku melihat satu sama lain, kita berdua agak bingung dengan kata-kata dari kedua naga itu. Pada waktu itu, hari hampir siang.

"Yah, hampir waktunya makan siang, Ophis, apa yang akan kau lakukan?"

Dengan ekspresi yang menyedihkan, Ophis meletakkan telur naga dan datang ke tempat kita.

"Aku, tidak akan melewatkan makan."

Ya ampun, dia tiba-tiba serakah, loli Dewa Naga-sama ini.... Yah, kita berencana untuk pulang, tapi rencana apa yang dilakukan Naga-sama lainnya?

"Apa yang kau rencanakan—"

Meskipun aku mengatakan itu ke dia, dia sudah pergi. Karena dia tahu kalau Ophis akan kembali bersama-sama dengan kita, dia segera pergi..... Tapi aku tidak berharap kalau orang itu, Crom Cruach akan benar-benar meninggalkan pisang itu—.


Part 2

Dua hari kemudian, itu adalah akhir pekan—. Hari ini adalah hari kalau kita akan bertemu Ajuka Beelzebub-sama, hari di mana Ravel dan Raiser akan kembali. Kami semua sudah siap, dan kami berencana untuk menggunakan lingkaran sihir transportasi di bawah rumah ku untuk melakukan perjalanan ke lokasi Beelzebub-sama. Untuk menenangkan diri, aku naik ke lantai satu untuk minum air. Ketika aku duduk di sofa ruang tamu, Tou-san sedang memoles pancingannya sambil berkata kepada ku.

"Hei, Ise. Aku berencana untuk pergi memancing, kenapa kita tidak pergi bersama? Kaa-san akan datang juga. Panggil Asia-chan untuk datang bersama-sama dengan kita juga."

Tou-san tesenyum saat mengundang ku. ...Memancing, ya. Bersama dengan Asia, , empat dari kita pergi bersama? ....Hm, meskipun itu tidak buruk, itu terlalu disayangkan. Jika Asia dan aku pergi memancing di situasi ini, aku merasa bersalah kepada yang lainnya. Aku meminta maaf sambil mengusap bagian kepalaku saat meminta maaf kepada Tou-san.

"Maaf, Tou-san. ...Aku agak sibuk sekarang. Karena ada sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan sekarang. Bagaimana kalau kita pergi bersama waktu berikutnya?"

Mendengar jawaban ku, Tou-san — ekspresinya menjadi sedikit kesepian saat dia dia memberikanku senyum kecut dan berkata.

"...Oh begitu. Meskipun aku kadang-kadang ingin pergi memancing dengan anak-anakku, kau juga siswa SMA, dan juga memiliki prioritasmu sendiri."

"Maaf."

"Apa yang kau bicarakan, tidak apa-apa. Kita akan pergi bersama-sama waktu berikutnya!"

Meskipun Tou-san menjawab seperti itu kepada ku.... Aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Meskipun itu agak menyakitkan, itu juga untuk mencegah orang tuaku dari bahaya kalau aku mengatakannya. Setelah Tou-san mengatakan itu, Kaa-san datang ke ke sampingku dan berbisik.

(Bagi Tou-san, dia benar-benar senang ketika dia mendengar kalau kau akan memulai perusahaanmu sendiri nanti, jadi dia ingin pergi memancing dengan mu di laut sehingga dia bisa menikamati berbicara jujur denganmu.)

—Yah. ...Jadi seperti itu. Tou-san benar-benar senang. Itulah mengapa dia mengajakku pergi memancing.

(...Ah — aku paham, tapi, pasti waktu berikutnya.)

Setelah mendengar yang aku katakan, Kaasan membuat senyum pahit dan menepuk punggungku sambil berkata.

(Oke, biarkan aku menemani Otou-san hari ini. Kau bisa pergi dan menyelesaikan apa yang harus kau lakukan.)

Kaa-san mengatakan itu kepada ku sambil mengambil cangkir dari tanganku.

(Tapi kau tahu, Ise. Otou-san mu, dia ingin memiliki percakapan yang baik denganmu sebagai seorang ayah. Kau tidak bisa melupakan ini, oke?)

....Memiliki percakapan yang baik dengan Tou-san? Aku merasa sedikit malu tentang percakapan yang serius di antara dua orang.... Aku sudah menjadi seorang pria di usia ini, sehingga percakapan seperti itu dengan Tou-san tampak sedikit sulit....

(Aku mengerti)

Setelah mengatakan itu, aku kembali ke bawah—.



Sudah waktunya, anggota ORC, Sitri, Griselda-san dan Azazel-sensei telah berkumpul di ruang bawah tanah. Dulio sedang bertugas jaga di Surga, dan Ikuse Tobio sedang dalam misi di tempat lain sehingga keduanya tidak bisa datang ke sini. Tim Vali tidak datang juga. Meskipun kami memanggil Kuroka dan Le Fay, sepertinya mereka berada di samping Vali...

"......."

Mengingat apa yang orang tua ku katakan, aku sedikit terganggu. Aku jelas memilih untuk mengambil Ravel kembali ke sini, tapi aku agak khawatir tentang apa yang orang tua ku katakan...

"Ada apa, Ise?"

Menyadari kalau aku tampak sedikit aneh, Azazel-sensei anehnya bertanyanya padaku.

"Ah, maaf, hanya sesuatu yang sedikit aku khawatirkan."

Mungkin mengetahui sesuatu, Rias berkata.

"Apakah sesuatu terjadi dengan orang tua mu?"

Seperti yang diharapkan dari Rias, dia benar-benar mengerti aku. Sensei menghembuskan napasnya, dan kemudian melanjutkan.

"Aku bertanya-tanya apa itu; apa kau memiliki perbedaan pendapat dengan orang tua mu?Membiarkan hal-hal aneh yang membuatmu khawatir sekarang akan merepotkan. Katakanlah dan kau mungkin bisa sedikit bersantai."

Mungkin itu bisa bekerja. Jadi aku memberitahu semua orang tentang apa yang terjadi sebelumnya.

"Itu bukan masalah besar. Meskipun mereka ingin pergi memancing, aku menolak. Aku menolak karena ada hal-hal yang harus dilakukan."

Setelah mendengar apa yang aku katakan, sensei mengangkat tangannya ke dagunya, dan kemudian berkata dengan mengesankan.

"...Memancing, ya. Dan bersama-sama dengan anaknya."

Sensei berkata kepadaku dengan ekspresi serius.

"Dengarkan baik-baik, Ise. Meskipun kau tidak bisa melakukannya sekarang, kau harus pergi memancing lain kali."

"Eh? Yah, tentu saja. Itu yang aku rencanakan. ....Ada apa denganmu tiba-tiba, sensei?"

Sensei meletakkan tangannya di atas bahuku.

"Orang tua, mereka tidak akan tinggal bersamamu selama-lamanya. Suatu hari, mereka akan meninggalkan mu. Jadi, ketika mereka masih ada di sini, kau harus benar-benar memenuhi tanggung jawabmu sebagai anak mereka[*]."

"Ah, ya, aku tahu...."

Agak tiba-tiba, Akeno-san dan aku saling memandang — dia kembali tersenyum samar padaku. ....Orang tuaku tidak akan selalu bersama dengan ku? Itu benar, karena aku memiliki orang tuaku, mungkin dapat dikatakan kalau aku salah satu yang paling beruntung di antara orang lain. ....Aku memutuskan kalau aku ada waktu, aku akan pergi memancing dengan Tou-san. Kadang-kadang, aku juga perlu untuk menghabiskan waktu yang berkualitas dengan keluarga ku! Aku sekali lagi membulatkan tekad. Sensei melihat semuat orang sambil berkata.

"Kata-kata ini, kau perlu untuk mengingatnya juga Rias."

"Aku mengerti mereka dengan sangat baik. Tapi, bukankah waktunya?"

Menanggapi Rias yang dengan tenang menjawab, sensei mendesah.

"Sebenarnya, itu sebabnya aku mengatakan pada kalian orang-orang muda... kalian semua harus siap-siap."

Azazel-sensei mengeluarkan cahaya dari tangannya, dan lingkaran sihir transportasi yang besar di bawah kaki kita kemudia bersinar. Tujuannya adalah lokasi Ajuka Beelzebub-sama — itu satu-satunya  cara yang bisa samar-sama dijelaskan. Setelah beberapa detik, kita dikelilingi oleh cahaya yang dipancarkan dari lingkaran sihir, dan kemudian membawa kita ke tujuan kita—.



Part 3

TN: Dialog dengan tanda kurung seperti ["APA!?"], itu digunakan untuk menunjukkan respon beberapa orang sekaligus.


Ketika cahaya menghilang, tempat kita tiba adalah — sebuah pantai berpasir. Itu benar, tidak peduli bagaimana orang melihatnya, itu sebuah pantai. Langit di atasnya.... sangat gelap. Ini sudah malam hari. Suara ombak yang bergemerisik bergema di pantai yang tenang. .....Di Dunia Bawah, lautan tidak ada. Sulit untuk mengatakan kalau ini adalah sebuah danau yang besar juga.....Tapi langitnya terlihat agak berbeda dari Dunia Bawah. Jadi, ini adalah dunia manusia.....? Sementara aku berpikir mengenai itu, aku melihat 'itu' tergantung di udara. —Itu adalah sesuatu yang mirip bulan, dan ada dua lagi. Di dunia manusia, hanya satu bulan yang terlihat di langit malam dari Bumi. Jadi ada di mana ini....? Semua orang melihat kalau tempat ini bukanlah dunia manusia maupun Dunia Bawah, dan mulai memperhatikan sekelilingnya.

"—Tempat ini dikenal sebagai tempat yang merupakan bagian dari reproduksi dimensi lain, [Dunia Lain]."

Sebuah suara tiba-tiba terdengar. Memandang ke arah di mana suara itu datang — ada seorang pria yang duduk di kursi di sudut tertentu pantai. Itu adalah pria dengan aura yang mempesona — Maou Ajuka Beelzebub-sama. Di samping Beelzebub-sama ditempatkan sebuah tempat tidur. Di atas sana tampak seseorang yang sedang tertidur. ...Kursi dan tempat tidur yang ditempatkan di pantai terlihat agak keluar dari tempatnya. Biasanya, ketika datang ke pantai, bukankah ditemani dengan payung dan  kursi berjemur? ....Perasaan misterius benar-benar sesuai dengan keanehan Maou-sama yang tidak biasa ini. Beelzebub-sama menutup buku yang sedang dibacanya dan menyambut kami.

"Lama tidak bertemu, anggota keluarga Gremory... tidak, sekarang, aku harus mengatakan anggota [DxD]."

Azazel-sensei mengambil langkah ke depan terlebih dahulu, dan berjabat tangan dengan Beelzebub-sama yang telah berdiri.

"Sudah lama sejak kita terakhir bertemu satu sama lain di Dunia Bawah, Ajuka."

Beelzebub-sama tersenyum sambil berjabat tangan.

"Bisa bertemu seperti ini tanpa VIP lainnya hadir merupakan pertama kalinya, Mantan Gubernur Azazel-dono."

"Dibandingkan aku, apa kau mempersiapkan ini sebelumnya juga?"

Sensei mengatakannya sambil melihat sekeliling pantai. Beelzebub-sama tersenyum kecut dan menjawab.

"Kau bisa mengatakan kalau pertemuan kita agak berbahaya bagi faksi kami, bahkan jika ada anggota [DxD] yang ikut campur."

Setelah dua orang bertubuh tinggi berhadapan, Rias mengajukan pertanyaan.

"Ajuka-sama, bagaimana dengan Raiser dan Ravel?"

Beelzebub-sama memandang ke arah tempat tidur.

"Raiser Phoenix baru saja di bawa oleh keluarga Phoenix yang datang sedikit lebih awal. Tapi mereka berpikir kalau itu akan lebih tepat untuk mempercayakan Ojou-san kepada kalian. Ravel-san ada di sana."

Melihat ke atas tempat tidur — Ravel sedang tertidur dengan nyaman. —Uh! Aku, dan semua orang yang tidak bisa menunggu, berlari ke sisinya.

"Ravel! Ravel!"

"Ravel!"

Koneko-chan dan aku sama-sama menyebut nama Ravel dari samping tempat tidur. Dalam rangka untuk meyakinkan kita, Beelzebub-sama mengatakan.

"Dia hanya tertidur sekarang."

Menanggapi panggilan kami, Ravel berbicara.

"....Nnn... Ise...sama? Dan Koneko-san....?"

Baru saja membuka matana, Ravel melihat Koneko-chan dan aku!

"Uwuaaaaahhhhhh!"

Melihat kalau Ravel aman, Koneko-chan memeluk Ravel sambil menangis. Pada saat ini, aku sedikit malu untuk memeluknya... Tapi aku tidak bisa menghentikan air mataku yang mengalir, melihat kalau Ravel aman dan sehat! Melihat sekeliling, semua orang merasa nyaman dengan tangan di dada mereka. ....Aku paham, tidak hanya Ravel, Raiser juga aman dan kembali ke rumah dengan keluarga Phoenix. Sensei menambahkan sedikit informasi.

"Sebenarnya, agen khususku — tim Slash Dog, pergi ke keluarga Phoenix sebagai pengawal Raiser. Tidak ada yang terjadi kepada mereka."

Jadi, misi Ikuse-san adalah menjadi pengawal Raiser. ...Namn, untuk mengirimkan tim khusus kelas atas Grigori sebagai pengawal, sepertinya keselamatan Raiser sedikit penting.... Itu tampaknya berkaitan dengan tempat yang Ravel tiduri. Itu pasti kalau mereka berdua terlibat pada beberapa insiden. Setelah kami mengkonfirmasi kalau Phoenix bersaudara telah aman, Beelzebub-sama mengatakan kepada kami.

"Yah, alasan untuk mengundang kalian dan Mantan Gubernur tidak sesederhana seperti memberitahu kalian kalau gadis ini aman dan sehat."

Mengatakan ini, Beelzebub-sama mengambil dari sakunya — sepotong bidak catur. ...Berbicara tentang Beelzebub-sama, aku ingat kalau dia adalah pencipta [Evil Piece]. Ini adalah sesuatu yang sudah dikenal....tapi, aku tidak melihat bentuk bidak seperti itu sebelumnya. Itu tidak seperti [Pion] atau [Kuda], dan itu tidak seperti [Peluncur], [Benteng], atau [Ratu].

Apakah ada koneksi ke bidak ini? Itu tidak terasa seperti Evil Piece lainnya."

Itu benar, aura yang terpancar dari bidak itu — itu pasti sebuah  Evil Piece. Iblis tereinkarnasi dan aku yang hadir bisa merasakannya. Dari mulut Beelzebub-sama datang kebenaran yang mengejutkan.

"—Ini adalah bidak [Raja]."

["—Apa!?"]

....Bagaimana mungkin? Apa itu sebenarnya!? Semua orang yang mendengar itu terkejut. Itu yang diharapkan! Itu karena apa yang telah kita pelajari sampai sekarang tentang Evil Piece kalau bidak [Raja] itu tidak ada. Dari apa yang kita pelajari, setelah menjadi Iblis kelas atas, kita semua harus menyentuh [Monumen] di dalam istana Maou atau berbagai Lord dan kita akan menjadi seorang [Raja]. Setelah itu, kita akan mampu untuk memiliki peerage kita sendiri dan satu set Evil Piece. Itulah mengapa mereka memberitahu kita kalau bidak [Raja] tidak ada... Meskipun aku menyebutkan sebelumnya kalau semua orang terkejut dengan hal itu, satu orang adalah pengecualian, dan orang yang benar-benar tetap tenang adalah — Azazel-sensei.

"....Meskipun aku pernah mendengar rumor itu, ini benar-benar pertama kalinya aku melihatnya."

"....Kau sudah tahu tentang hal itu, sensei?"

Setelah mendengar pertanyaan ku, sensei meletakkan tangannya di atas dagunya.

"Aku mengatakan kalau mereka hanya rumor. Awalnya, setelah menandatangani perjanjian dengan Iblis, aku terus mencari kebenaran."

Tidak, tidak, aku terlalu terkejut! Bahkan sebagai Iblis kelas atas dan [Raja], Rias tampak memiliki ekspresi yang luar biasa tidak percaya  saat dia melihat bidak yang dipegang Beelzebub-sama.

"....Bidak... [Raja]? Bagaimana itu mungkin? Teknologi untuk menghasilkan bidak [Raja] belum dibangun kan? Bukankah dikatakan cukup dengan menyelesaikan proses pendaftaran untuk menjadi [Raja] dengan [Monumen]? Itulah cara sistem ini, kan?"

Mendengar apa yang dikatakan Rias, Beelzebub-sama mengangguk.

"Yah, bidak [Raja] awalnya tidak ada. Apa yang kau katakan barusan awalnya sistem Evil Piece, dan proses pendaftaran untuk menjadi [Raja]... bukan, aku hanya bisa mengatakan kalau itu semua untuk sistem pendaftaran. Tapi agar tidak membuat bidak [Raja] terekspos itulah cerita yang sekarang eksis, ketika seorang pelayan Iblis dipromosikan, bidak di dalam tubuh mereka akan bergabung atau tumpang tindih dengan bidak [Raja] dinilai akan menjadi hal yang sangat berbahaya."

Beelzebub-sama bermain dengan bidak di tangannya sambil dia melanjutkan.

"Karakteristik bidak ini — hanya menambah kekuatan. Tapi, penguatannya tidak selemah dua atau tiga kali. Selama menggunakan ini, penguatannya bisa sepuluh kali, atau bahkan penguatan lebih dari seratus kali mungkin. Itu artinya, kekuatan bisa ditingkatkan lebih jauh dari biasanya. Itulah sebabnya bidak [Raja] dilarang. Ketakuakan kalau orang-orang yang telah memperoleh bagian kekuatan ini bisa memiliki niat jahat terhadap pemerintah, dan bisa membahayakan pemerintah. Kekuatan yang berlebihan akan membutakan mata orang-orang."

....Murni penguatan. Penguatan sepuluh atau bahkan seratus kali lipat pada dasarnya berefek sama dengan ular Ophis kan? Apakah Faksi Maou Lama mengetahui tentang hal ini? ...Aku tidak tahu, dan bahkan jika aku tahu, aku bertanya-tanya apa mereka menggunakannya. Mengapa bidak [Raja] dibuat oleh Maou—. Aku tidak berpikir mereka membenci Maou saat ini hanya karena mereka menggunakan bidak [Raja]. Aku masih mengingat Faksi Maou Lama yang memendam perasaan jahat yang kuat. ...Orang-orang yang memperoleh ular setelah mendapat dukungan Ophis, dan kemudian larut akan kekuatan. Jika mereka mampu menggunakan bidak [Raja], banyak Iblis kelas atas dan Iblis tereinkarnasi yang dengan mudah naik akan muncul. ....Diadora pasti telah kehilangan dirinya sendiri dengan kekuatan bidak [Raja] jika dia punya satu. Melarangnya merupakan hal yang dimaklumi. Beelzebub-sama menciptakan sebuah lingkaran sihir kecil di sebelah tangannya. Setelah memberikan sedikit energi untuk itu, detail belasan orang muncul di pantai. ....Aku merasa kalau mereka orang-orang yang aku lihat di rekaman video dan majalah Rating Game. Rias dan Sona-zenkaichou juga berpikir kalau mereka tampak akrab, dan ekspresi mereka tampak bingung. Di situasi ini, Beelzebub-sama mengatakan kepada kepada kami kebenaran yang mengejutkan.

"Orang-orang yang ditampilkan  di sini semuanya kontestan Rating Game peringkat atas. Apa yang sama dari mereka adalah kalau mereka semua berasal dari 72 Pilar — Iblis kelas atas berdarah murni. Selain itu, mereka — semuanya menggunakan bidak [Raja]. Ini adalah gambaran yang lebih tinggi di Dunia Bawah. Belum diumumkan secara terbuka. Akibatnya, para pengguna bidak ini dikenal sebagai Iblis kelas ultimate, dan itu tidak akan berlebihan untuk mengatakan kalau mereka bahkan tingkat Maou."

["—Apa!?"]

...Semua orang tidak bisa berkata-kata. Mereka terlalu terkejut dengan kata-kata Beelzebub-sama. Setelah terengah-engah, Sona-zenkaichou bertanya pada Beelzebub-sama.

"...Yah, kekuatan sebenarnya dari mereka ditampilkan di sini di peringkat teratas....?"

"Ah, mereka, mayoritas dari mereka menggunakan kekuatan yang tidak bisa dinyatakan secara terbuka sebagai 'kekuatan mereka sendiri' untuk terus mendaki peringkat. Sebagian besar dari eksekutif manajemen Game juga orang yang berada di pihak mereka. Dengan tetap mempertahankan bidak [Raja], menggunakan suap untuk mendapatkan hak komersial, bersama dengan gambaran yang lebih tinggi, mereka berkonspirasi sebelumnya untuk memanipulasi game mereka. Mereka terus menerus terlibat dalam kompetisi yang tidak adil dan tidak jujur. Meski begitu, ada orang-orang yang menggunakan kekuatan meerka sendiri untuk menjadi pemain peringkat atas. Sebagai contoh, orang-orang seperti mantan Raja Naga Tannin, dan Rudiger Rosenkreutz. Ini adalah tren sebagian besar Iblis tereinkarnasi."

....Pengakuan yang tidak bisa dipercaya menyebabkan semua orang untuk diam mendengarkan. Itu menegaskan kalau informasi yang muncul di sana tidak ada hubungannya dengan Tannin-ossan. Memang, kekuatan ossan yang sebenarnya sebagai Iblis kelas ultimate adalah asli. Beelzebub-sama mengangkat bahu.

"Yah, ini sama dengan kompetisi di dunia manusia.... Rating Game di Dunia Bawah memiliki kecacatan yang sama. Aku hanya inisiator, dan tidak mengelola sistem itu sendiri. Bahkan mungkin ada [yang Tidak bisa disentuh] yang lain, dan sesuatu yang [Tidak bisa diucapkan] yang sedang digunakan. Sebagai inisiator, apapun eranya, hanya mengambil langkah menjauh dari memproduksi sesuatu yang akan menyebabkan sesuatu yang tidak terkendali."

Setelah sistem Rating Game selesai, sebagian besar hak dipindahkan kepada manajer Game yang sekarang. Aku tidak mengharapkan itu, Ajuka Beelzebub-sama jelas-jelas menciptakan Game, tapi ketika Rating Game digabungkan dengan ide-ide orang lain itu benar-benar bisa menjadi begitu menjijikan. Aku juga pernah mendengar kalau untuk pencipta sebuah karya, ketika mereka mencampur ide-ide orang lain, itu akan terasa sangat menjengkelkan.

"Artinya, meskipun kompetisi cukup sengit, selama yang satu memiliki kekuatan yang benar, siapapun bisa memperoleh ketenaran di Rating Game. Untuk orang-orang yang lebih tinggi, itu bukan sandiwara belaka... tapi pemain yang mampu untuk menembus status quo  hanya kasus-kasus yang sangat khusus seperti kalian. Untuk orang lain, itu merupakan tugas yang mustahil."

Kesadaran setengah matang dan kemampuan yang membuat itu tidak mungkin untuk mengatasi yang lebih tinggi yang menciptakan ini.

"Alasan mengapa kontestan peringkat teratas tidak banyak berubah karena....?"

Kiba, yang sering menonton Rating Game terus bertanya kepada Beelzebub-sama.

"—Ini seperti kondisi perang tarik tambang karena ada penyesuaian yang sempurna untuk menyeimbangkannya. Itu hanya Iblis tua yang diam-diam mengendalikan sesuatu dalam rangka untuk menuai keuntungan. Ini benar-benar hanya sebuah kompetisi untuk pemain peringkat atas kepunyaan Iblis tua sehingga mereka dapat menghasilkan banyak uang. Selama mereka bisa mengendalikan kompetisi, keuntungan yang mereka terima hanya akan meningkat. Tidak peduli seberapa menariknya seorang Iblis tereinkarnasi, selama mereka menggunakan bidak [Raja], penantang untuk pemain peringkat teratas yang dikendalikan oleh para Iblis tua pasti akan menghadapi tantangan yang tidak adil."

Kata-kata Beelzebub-sama menyebabkan Sona-zenkaichou jatuh berlutut di tempat.

".....Bagaimana bisa ini....!?"

Bagi Sona-zenkaichou, yang berencana untuk membuat sekolah Rating Game yang siapa pun bisa datang, informasi ini seperti racun mematikan baginya.....—bidak [Raja]. Pemain peringkat atas dikontrol oleh ranking. Itu adalah fakta yang kejam.

"...Semua ini adalah kebenaran yang tersembunyi. Jika orang-orang tahu tentang hal ini, secara dramatis akan mengguncang martabat Dunia Bawah...."

Saji, yang mendukung Sona-zenkaichou mengungkapkan ekspresi kesedihan.

"...Sirzechs tidak bisa berbuat banyak tentang mereka juga, kan?"

Azazel-sensei betanya pada Beelzebub-sama.

"Untuk saat ini, seperti itulah adanya. Di permukaan, itu hanya sebuah bagian depan politik kalau mereka sedang berpura-pura aktif menanganinya, tetapi jika mereka bertindak gegabah, keseimbangan Dunia Bawah akan hancur. Dengan isu-isu yang berkaitan dengan kelangsungan hidup ras dan perselisihan internal di atasnya, baik yang muda dan tua berada dalam situasi panas di mana semuanya bisa hancur dalam sekejap. Selain itu, lawan-lawannya banyak Iblis tua yang licik; untuk kepentingan mereka sendiri dan demi masyarakat bangsawan, mereka akan melakukan apa saja. Untuk beberapa hal, mereka bahkan lebih merepotkan daripada Faksi Maou Lama karena mereka menyembunyikan kegelapan yang bahkan lebih dalam daripada mereka. Bahkan bagi Sirzechs dan aku yang dikenal sebagai Iblis Super, kita hanya bisa muncul untuk mendorong bolak-balik di permukaan politik."

Rating Game diikat dengan politik dan ekonomi. ...Di belakang layar, mereka Iblis kuat yang memanipulasi kompetisi untuk kepentingan mereka sendiri. Sekarang, kita tahu tentang situasi yang luar biasa....aku tidak bisa lagi serius melihat game profesional! Pada pertarungan antara Keluarga Gremory da Bael, dibalik layar itu bisa juga dianggap sebuah kontes antara Faksi Maou dan Faksi Great King, itulah mengapa berbagai jenis kontes bisa ditampilkan. Pasti karena upaya Sirzechs-sama yang membuat kesepakatan rahasia sehingga pertandingan kami tidak dimanipulasi. Dengan ekspresi yang muram, Rias lanjut bertanya pada Beelzebub-sama.

"Tapi, mengapa kau memberitahu kami informasi ini? Bukankah informasi ini sesuatu yang sangat rahasia yang hanya berperingkat tinggi — dan Maou yang mengetahuinya.?"

Beelzebub-sama diam-diam menutup matanya.

"Orang yang tidak seharusnya tahu tentang hal ini, atau mungkin yang harus aku katakan, orang yang tidak boleh dibiarkan tahu tentang hal ini, tidak tahu tentang hal ini. —Orang itu adalah Kaisar Diehauser Belial. Dia tahu kebenaran tentang hal ini."

—Apa! ...Nama Kaisar benar-benar disebutkan di sini. Dan tampaknya dia juga tahu tentang kebenaran Rating Game.

"Apakah kekuatan Diehauser asli?"

"Yah, dia murni dalam kebaikannya saat dia menggunakan bakat dan kemampuannya untuk menjadi Iblis Pemenang. Tanpa menggunakan bidak [King], dia mampu untuk mencapai puncak. Itulah alasan di balik insiden yang terjadi pada hari lainnya. —Rizevim Livan Lucifer mampu berhasil mencuri Agreas karena bantuan dari Kaisar. Itu semua dalam rangka untuk mengejar kebenaran dari semuanya."

["—APA!?"]

...Bagaimana itu bisa!? Kami terkejut sekali lagi dengan informasi ini. Kalau Kaisar Belial, dia yang sebenarnya membantu Rizevim, dan Qlippoth!?

Sang Juara benar-benar mengambil bagian dalam insiden di mana Agreas dicuri..... Aku tampaknya memiliki petunjuk yang samar tentang hal itu. Ketika kami pergi ke Akademi Auros, Sang Juara datang mengunjungi kami, dan juga berbicara kepada anak-anak. Setelah itu, tampaknya dia kemudian pergi ke Agreas untuk syuting.... Aku mengerti, saat itu, Sang Juara sudah membelot dan bersama dengan Rizevim.... —Selama ini, kami semua sedang diarahkan menuju pertarungan di Akademi Auros, dan itu sendirian dibuat oleh Sang Juara. ...Sialan, aku marah dibanding terkejut; kalau rangkaian acara mulai membuatku bingung. Rias sangat terkejut bahkan bahunya mulai gemetaran.

"Sang Juara..... sebenarnya berpartisipasi dalam serangan teroris.... Aku tidak bisa mempercayainya!"

"Dia membelot justru karena dia menemukan kebenarannya. Anda bisa mengatakan kalau dia berpikir dengan memakai itu, dan tidak hanya melakukannya secara inpulsif."

Bahkan Xenovia, yang selalu impulsif, tampak ragu tentang tindakan Sang Juara. Beelzebub-sama mengerutkan keningnya.

"Dia memiliki alasannya sendiri. ...Jika kalian mencari akar penyebabnya, kalian bisa mengatakan kalau itu kesalahan Iblis-iblis tua.  ..Cara berpikir Iblis-iblis tua secara bertahap telah mendistorsi standar dari Dunia Bawah. Itu akhirnya mencapai batasnya. Dan Sang Juara menggunakan kesempatan ini untuk mengambil tindakan."

Alasan Sang Juara sendiri—. ....Dengan alasan kalau Dunia Bawah, Iblis dan setiap faksi adalah musuhnya, dia benar-benar.....Karena aku hanya bertemu dengannya beberapa kali, aku tidak berpikir kalau dia orang yang buruk. Namun, karena aku hanya seperti anak kecil yang tidak memiliki banyak pengalaman, mungkin aku tidak bisa melihat kalau dia orang yang buruk....Aku sedikit khawatir tentang sesuatu, sehingga aku bertanya pada Beelzebub-sama.

"Mengapa ini terjadi pada Raiser dan Ravel....? Mungkinkah Kaisar Belial menggunakan ini sebagai serangan teroris?"

Baru sekarang aku menyadari kalau Sang Juara telah menyeret kedua Phoenix bersaudara itu dalam hal ini. Beelzebub-sama menjawab pertanyaan ku.

"Agar supaya memanggilku keluar. Dia hanya ingin berbicara dengan ku, dan itulah sebabnya mengapa dia menggunakan mereka. Selama pertandingan, ketika kesalahan terjadi, itu adalah sesuatu yang aku kelola secara pribadi. Untuk memenuhi kondisi ini, kesalahan terjadi  saat ini karena Kaisar menggunakan kemampuannya melawan sistem. Kemampuannya disebut [Tidak berguna]; itu adalah kekuatan untuk benar-benar membatalkan kemampuan khusus. Dia membatalkan sistem menarik diri Rating Game, yang menyebabkan program darurat untuk keluar. ...Dalam rangka untuk mengkonfirmasi mengapa Kaisar melakukan hal seperti itu, aku sendir yang pergi ke sana."

...Jadi itu kebenaran dibalik kesalahan tersebut. Kaisar menggunakan kemampuannya untuk membatalkan sistem Game, dan sebagai hasilnya, Beelzebub-sama sendiri yang pergi ke sana setelah tertarik pada kesalahan tersebut.

"Yah, apa yang kalian bicarakan?"

Menanggapi pertanyaan Azazel-sensei, Beelzebub-sama mengangguk.

"Ya, tentang bidak [Raja] dan itu juga membuatnya jelas kalau dia bekerja sama dengan Rizevim. —Tapi, hanya untuk itu, memiliki kedua orang Phoenix bersaudara di sana terlalu berbahaya."

"Pada akhirnya, apa yang terjadi?"

"Aku bertanya pada Beelzebub-sama lagi, tapi otang yang menjawab malah Azazel-sensei.

"Rating Game menggunakan kamera bagi penonton, dan kamera punya tujuan lain yaitu sebagai pengawasam. Kamera digunakan untuk pengawasan tidak hanya digunakan oleh manajemen, tapi pada beberapa kasus, yang lebih tinggi juga bisa melihatnya. Percakapan antara Ajua dan Sang Juara juga terlihat oleh yang lebih tinggi. Kedua saudara itu yang hadir saat itu bisa diduga memiliki keterlibatan. Alasan untuk ini karena, ketika Ajuka dan Kaisar berbicara tentang bidak [Raja], itu menyebabkan berbagai hal rahasia lainnya dibacarakan. Jika hal-hal yang tidak ditangani dengan baik, kedua bersaudara itu akan dibuang."

Dibuang, bagaimana....!"

Hanya karena hadir di sana, Ravel akan dibuang? Itu hanya tidak masuk akal! Beelzebub-sama membuat senyum kecut.

"Itulah yang akan mereka lakukan. Dalam rangka mempertahankan posisi mereka sendiri, orang-orang tua pasti akan melakukan hal seperti itu dengan tenang. Di masa lalu, orang-orang yang telah mengetahui tentang kebenaran bidak [Raja] juga telah dibuang tanpa ampun oleh mereka. Takut kalau akan datang seperti itu, Kaisar menggunakan Phoenix bersaudara dan kemudian mempercayakan mereka padaku. Bahkan jika itu orang-orang tua, mereka tidak akan berani bertindak berani terhadap ku."

....Jadi itu kebenaran dibalik penyebab peristiwa yang terjadi di pertandingan antara Kaisar Belial dan Raiser..... Beelzebub-sama melanjutkan.

"Keduanya dengan jujur dipercayakan padaku. Sebelum memastikan keselamatan mereka dengan keyakinan penuh, aku tidak membebaskan mereka. Bagi orang-orang muda seperti kalian dengan masa depan yang cerah untuk benar-benar dibunuh karena persengkokolan orang-orang tua, itu adalah sesuatu yang benar-benar aku tidak setujui."

Meskipun Raiser dan Ravel diseret ke dalam masalah rahasia ini, mereka mampu untuk tetap aman, semua karena Beelzebub-sama melakukan yang terbaik untuk melindungi mereka. ...Bagi kami, pria yang mempesona ini yang berdiri pada titik tertinggi dari Dunia Bawah di tempat yang kita bahkan tidak bisa melihatnya. Tapi, setelah menyelamatkan kedua saudara itu kali ini, dia  seorang Mao-sama yang layak mendapatkan kepercayaan kami. Memikirkan tentang hal itu, aku saat ini kuat, dan itu juga berkatnya yang membantuku menyesuaikan bidak ku. Setelah pulih, Sona-zenkaichou berdiri, dan menyipitkan mata.

"Ajuka-sama, apa rencana bagi Sang Juara sekarang kalau dia tidak lagi di sini?"

Dia mengajukan pertanyaan terpenting. Beelzebub-sama mengatakan.

"—Semua yang baru saja kita diskusikan akan diumumkan keseluruh Dunia Bawah dan berbagai Fraksi.":

["—APA!?"]

Setelah mendengar tujuan Sang Juara dari Beelzebub-sama, semua orang diberikan sedikit kejutan. ...Itu sama dengan apa yang dikatakan Saji, jika semua orang tahu tentang hal ini, nilai-nilai Dunia Bawah akan hancur. Dan adajuga harapan dan impian dari Iblis kelas menengah dan Iblis kelas bawah untuk ikut Rating Game--. ...Di dalamnya benar-benar gelap, jika semua orang tahu tentang manipulasi peringkat, orang-orang yang bekerja keras untuk mimpi mereka dan anak-anak yang penuh dengan impian masa depan harapa mereka akan hancur. Menjadi peringkat pertama, Sang Juara yang sebenarnya, kebenaran akan yang keluar dari Kaisar Belial akan lebih berat dibandingkan apapun. Dengan ekspresi yang pahit dan berlinang air mata, Sona-zenkaichou berkata.

"...Mungkin akan mengorbankan lebih banyak korban dibanding masa lalu."

Pertarungan Agreas, dan pertarungan setelah serangan di Surga sudah mengakibatknan banyak korban jiwa. Tujuan Kaisar yang tampak seperti itu hanya akan menyebabkan lebih banyak korban kali ini. Itu karena orang yang menemukan kebenaran akan bersatu bersama-sama dan melakukan huru-hara. Beelzebub-sama mendesah.

"...Akan ada sejumlah besar pengorbanan. Terutama karena kejadian saat ini cukup radikal. Bersama-sama dengan pertarungan Agreas, sesuatu yang telah hilang merupakan sesuatu yang tidak bisa diabaikan."

"Jadi di mana Sang Juara sekarang?"

Rias bertanya. Apa yang harus dikatakan telah dikatakan, apa yang harus ditanyakan telah ditanyakan, jadi ke mana Sang Juara pergi?

"Dia secara paksa memindahkan sejauh mungkin. Dia pasti menggunakan kekuatan Rizevim, atau mungkin dia menggunakan kekuatan Naga Jahat yang terkenal akan sihirnya, Azi Dahaka. Dia berpikir kalau dia tinggal terlalu lama dengan ku, akan berbahaya."

Beelzebub-sama menjawab. Namun, keraguan ku masih berlanjut.

"...Tapi, mengapa hanya terjadi dengan pertandingan Raiser? Akankah itu tidak bekerja jika terhadap lawan lainnya....?"

Ke arah pertanyaan ku, Beelzebub-sama dengan lembut tertawa.

"Kau akan segera tahu jawaban pertanyaan itu. Dia secara tidak terduga orang yang hati-hati."

....?Aku tidak cukup mengerti. Apakah dia memiliki alasan untuk menggunakan Raiser atau tidak? Azazel-sensei berdehem dan berkata.

"Namun, Ajuka. Sejak video dari kamera pengawas bisa diperlihatkan, maka itu berarti kalau Iblis-iblis tua mendengar percakapan mu dengan Kaisar Belial. Mereka mungkin datang untuk bertanya tentang kelalaianmu."

"Untuk beberapa hal, apa yang terjadi dalam video telah dirusak. Sekarang, orang-orang tua akan membuat langkah yang salah....."

Sensei mengangkat bahu.

"Aku paham. Bahkan jika Sang Juara melakukan sesutu, maka akan ada respon yang wajar. Mengingat itu kau, kau pastinya telah membuat persiapan."

"Itu adalah kasus untuk saat ini, Aku seorang Maou bagaimanapun juga. Ini juga sesuatu yang Sirzechs tidak bisa lakukan, sesuatu yang hanya aku saja bisa melakukannya."

"Aku paham, kau cukup benar. —Tapi bahkan jika banyak hal yang terjadi, kita perlu menjaga korban seminimal mungkin."

"Yah, tentu saja aku mengerti tentang hal itu. Aku pasti tidak akan membiarkan salah satu warga sipil yang tidak bersalah menjadi korban."

Azazel-sensei dan Beelzebub-sama bisa berbicara satu sama lain dengan erat. Kami tidak bisa membantu berpikir kalau dua orang ini memang VIP, dan benar-benar layak menjadi pemimpin ras mereka.

"Terima kasih lagi untuk masalah yang melibatkan Ravel dan Raiser, Ajuka."

"Tentu saja aku akan melakukan sesuatu dari tingkat ini, Gubernur-dono. Ini cukup langka untuk orang-orang muda dengan masa depan yang cerah untuk tampil, jadi bagaimana mungkin aku bisa membiarkan mereka mati seperti itu? Situasi Rating Game saat ini adalah hasil dari sikap santai ku. Jika memungkinkan, aku ingin memurnikan unsur disekitar Game  yang aku bisa. Raiser Phoenix juga kalian Iblis-iblis muda bisa menjadi orang-orang dengan bakat penting yang diperlukan untuk mengubah Rating Game."

Aku melangkah ke depan dan menundukkan kepalaku.

"....Aku tidak mengerti masalah yang rumit, tapi aku benar-benar mempercayai Azazel-sensei dan Maou-sama ketika datang ke aspek politik. Tapi, biarkan aku berterima kasih pada anda. Aku benar-benar bersyukur kalau anda bisa membantu Ravel dan Raiser!"

Itu adalah pemikiran yang jujur. Awalnya, politik Rating Game dan kegelapannya terlalu jauh dari kami. Tetapi orang yang menyelamatkan Ravel adalah orang ini, jadi aku mengucapkan terima kasih untuk hal itu.

"....Terima kasih."

"Ah, terima kasih!"

Koneko-chan berdiri di samping ku dan juga mengucapkan terima kasih kepadanya sambil menundukkan kepala. Gasper juga mengikuti kita. Bagi keduanya, karena teman mereka telah diselamatkan, mereka mengucapkan terima kasih mereka kepada Maou-sama. Para anggota [DxD] yang hadir juga menundukkan kepala sebagai rasa berterima kasih. Sebuah senyum muncul di wajah Beelzebub-sama.

"Yah, kalian para Iblis muda akan menghadapi banyak masalah, tapi, tologng atasi mereka. Kedudukan di atas kalian akan dilakukan oleh orang-orang yang ada di atas kalian untuk berurusan dengannya. Setelah itu, apapun yang terjadi, kalian harus antusias menunjukkan semangat kalian, dan melindungi sesuatu yang harus kalian lindungi."

Itu adalah kata-kata yang padat!Ah, siapapun yang menyerang, kami pasti akan membayar mereka seratus kali lipat. Apapun yang perlu dilindungi akan dilindungi dengan segala kekuatan kami. Itu ketetapan kami. Ini bukan hanya sesuatu yang kami telah lakukan, tapi juga akan kita terus lakukan di masa depan. —Ketika aku berpikir seperti itu, Azazel-sensei mengangkat jari telunjuknya dan bertanya pada Beelzebub-sama.

"Katakan padaku satu hal. —Berapa banyak bidak [Raja] saat ini ada?"

"Produksi telah berhenti selama pengembangan tahap awal. Tidak ada yang tahu metode produksinya, dan hanya aku yang membuatnya, sehingga tidak mungkin untuk bidak baru dibuat. Untuk jumlahnya, hanya beberapa yang aku buat selama produksi awal ada. Aku terus melacak mereka semua; selain  dari beberapa yang aku miliki, totalnya ada sembilan. Kaisar memberikan satu padaku. Aku sekarang memegan empat bidak."

Aku tidak menyadari kapan, tapi Beelzebub-sama menghasilkan bidak [Raja] kedua di tangannya. Aku takut kalau itu adalah bidak yang dia peroleh dari Kaisar. Setelah mendengar jawaban ini, sensei terlihat muram."

"...Ada lima yang berada di tangan Iblis yang lebih tinggi. Ini benar-benar mengejutkan. Jika yang terburuk datang pada yang terburuk, itu akan cukup untuk melakukan pemberontakkan."

....Iblis-iblis yang menggunakan bidak itu mampu untuk menyaingi Iblis kelas ultimate, dan bahkan Iblis kelas Maou. Adapun sisa dari kelima Iblis itu, sensei tidak tahu apa yang akan mereka hasilkan.

"Aku berencana untuk menghabiskan beberapa ribu tahun untuk memperoleh mereka kembali. Ini adalah tanggung jawab yang harus aku penuhi sebagai seorang pencipta."

Bidak yang dia peroleh dari Kaisar mungkin bisa disebut memperoleh kembali. Jika itu orang lain selain orang ini yang memperolehnya, mungkin mereka akan melakukan sesuatu yang tidak terbayangkan jahatnya. Sesungguhnya, ini benar-benar bagus kalau bidak Kaisar tidak diambil oleh Rizevim.... Atau akan menjadi sia-sia bagi Rizevim? Mungkin merasakan pikiran ku, Maou-sama mengatakan.

"Jika bidak [Raja] digunakan oleh seseorang yang sudah terlalu kuat, atau jika digunakan oleh seseorang yang memiliki kemampuan spesial, kelebihan beban mungkin akan terjadi. Dalam kasus terburuk, itu akan membahayakan nyawa mereka. Bahkan jika mereka diselamatkan..... itu tidak akan menjadi lebih baik."

Jadi alasan tersebut ada. Itu bukan sesuatu yang dapat digunakan oleh orang-orang yang sudah memiliki kekuatan. Mungkinkah itu alasannya mengapa Fraksi Maou Lam tidak menggunakannya? Jika Rizevim menggunakannya, mungkin dia bisa mati, jadi itu sebabnya dia tidak menggunakannya....? Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Beelzebub-sama berkata pada Azazel-sensei.

"Ada juga sesuatu yang lainnnya, Mantan Gubernur Azazel-dono."

"Apa itu?"

"Itu akan lebih baik juga anda bisa mewujudkannya. Sejujurnya, jika aku adalah musuh, dalam rangka untuk menurunkan kekuatan [DxD], anda akan menjadi orang pertama yang akan aku targetkan."

—Mn. ....Tidak ada yang mengharapkan pernyataan seperti itu dari Beelzebub-sama, dan semua orang memusatkan perhatian mereka pada mereka berdua. Beelzebub-sama melanjutkan.

"Anda terlalu berbakat. Tidak hanya untuk timini, bahkan untuk berbagai fraksi, anda seorang konsultan  yang luar biasa. Lain kali, Indra dan Hades membidik sesuatu, itu mungkin anda.... aku harap anda menyadarinya."

Sensei mengangkat bahu sambil tersenyu kecut.

"...Itu sama dengan apa yang dikatakan Dewa Penghancur.... Tapi, aku lebih kurang menyiapkan beberapa langkah perlindungan diri."

...Targetnya sensei ya. Sensei adalah penolong yang membimbing kami. Dan sebagai jembatan untuk berbagai fraksi, dia terlibat dalam pembicaraan VIP beberapa kali. Melihat keadaan yang sekarang, alasan mengapa tim [DxD] ada juga berkat sensei. Itulah sebabnya kemampuan sensei adalah eksistensi yang sangat penting untuk bagi kami, dan VIP dari berbagai fraksi. ...Itulah mengapa dia akan menjadi target bagi orang-orang. Tolong sensei, jangan biarkan sesuatu terjadi pada anda di masa depan. Jika anda mati, masa depan akan menjadi tidak pasti.... yah, sensei bukanlah seseorang yang akan mati begitu mudah. Tapi saran Beelzebub-sama sudah cukup menakutkan. Sebaliknya, Azazel-sensei bertanya pada Beelzebub-sama.

"Aku mendengar kalau kau juga terjun ke sesuatu hal yang aneh? —Kau mengetahui keberadaan [Innovate Clear] dan [Telos Karma] kan? Kau melakukannya dengan [Tim]mu sendiri.... itu ada hubungannya dengan ruang ini, bukan?"

Tiba-tiba, Azazel-sensei mencantumkan nama dua Longinus.... Apa itu? Meskipun aku tahu kalau Beelzebub-sama mengoperasikan [Tim]nya sendiri di suatu tempat di Jepang.... apa yang dua Longinus lakukan dengan tempat ini? Beelzebub-sama menggeleng.

"Aku sangat menyesal, tapi ini adalah bidang ku. Bahkan jika itu anda yang akrab dengan Sacred Gear, anda mungkin tidak dapat memahaminya. Jika anda ingin tahu mengapa, itu karena ada dunia di luar sana."

Sensei menyesal sambil mendesah saat dia mengatakan 'aku paham'. Pada saat ini, sebuah lingkaran sihir kecil untuk komunikasi muncul di samping telingan Beelzebub-sama. Beelzebub-sama mendengarkan suara itu.

"...Sebuah hotline, ya."

Beelzebub-sama dengan fasih menyipitkan matanya.

"...Ho, sampai batas tertentu itu merupakan langkah yang tak terduga dari mereka, tetapi juga langkah yang buruk."

Dia berbalik dan berkata kepada kami.

"Kalian harus segera kembali."

"Apa yang terjadi?"

Rias bertanya tentang seuatu yang terjadi dengan tiba-tiba, dan sepotong berita yang mengejutkan datang dari mulut Maou-sama.

"—Ophis telah diserang oleh Naga Jahat."

["—APA!?"]

Aku dan semua orang terdiam— Maksud jahat dari orang-orang seperti itu beraksi sekali lagi.



Part 4

Lantai atas kediaman Hyoudou—.
Berkumpul di kamar Ophis adalah anggota sebelumnya, dan juga Dulio yang bergegas setelah itu. Setelah dibawa pulang, Ravel kembali ke kamarnya sendiri untuk beristirahat. Koneko-chan juga menemaninya. Namun, Ophis sedang berbaring di tempat tidurnya... dengan pakaiannya robek dan compang-camping. Asia saat ini sedang menyembuhkannya. Cedera luar secara bertahap memudar sampai mereka menghilang. ... Ketika kita buru-buru kembali dari tempat Beelzebub-sama, Ophis sudah terluka parah. Tubuhnya berantakan, dan wajahnya sangat terluka berat juga. Seluruh tubuhnya penuh luka yang disebabkan oleh cakar, dan dia juga kehilangan kesadarannya. Bahkan setelah menerima perawatan, dia tidak sadar. ...Jika dia masih tak terbatas, luka-luka seperti ini tidak masalah sama sekali. Tapi, dia sekarang terbatas. Bahkan jika dia lebih kuat dibanding orang yang ada di kamar ini, dia masih bisa terluka. ...Tapi, siapa yang melakukannya? Aku tidak bisa memikirkan orang yang bisa mengalahkan Ophis. Dan di mana dia diserang? Karena keraguan ini memenuhi pikiranku, Dulio berkata.

"..Sepertinya dia diserang di ruang bawah tanah. Pada saat itu aku merasa cemas, dan cepat bergegas ke sana. Pada saat itu, Naga Jahat sudah melarikan diri. Orang yang tiba di sana sebelum aku adalah Crom Cruach."

"......"

Ke arah yang ditunjuk Dulio. Crom Cruach berdiri sambil bersandar ke tembok. Dulio kemudian berkata.

"Ophis, dia... untuk melindungi telur [Naga Hantu], dia dipukuli."

.....Dengan kata lain, Ophis terluka seperti ini karena dia melindungi telur..... ....Ah, orang-orang bajingan, meraka pastinya sengaja membidik telur itu. Karena itu Ophis, dia pasti akan mengorbankan hidupnya untuk melindungi telur itu. Jika tujuan para bajingan itu untuk mengalahkanOphis, maka mereka pasiti akan membidik telur untuk menyerangnya. Seandainya kalau Ophis melindungi telur, bahkan Naga Jahat bisa mengalahkannya. Tapi dia tidak melakukan sesuatu, atau mungkin mereka menggunakan sebuah teknik kalau Ophis tidak bisa melawan....? Setidaknya, mereka melukai Ophis sedimikian rupa saat dia tidak berdaya. Mereka benar-benar kelompok bajingan yang jahat....sialan!

"....Uhh. ...Ophis."

Aku sangat marah yang membuat seluruh tubuhku berdenyut. ...Dia jelas-jelas hidup dengan damai. Dia tinggal bersama kami dengan damai setiap hari. Dia benar-benar tertarik pada telur [Naga Hantu], dan ingin menjaganya. Dia hanya ingin menjalani kehidupan yang biasa! Aura kemarahan keluar dari tubuhku. Di samping ku, Rias dan Asia mencoba untuk menghiburku.

"...Ise-san."

"Ise, tenang. Kau hanya akan melakukan apa yang mereka inginkan jika kau tidak menjaga ketenanganmu. Semua dari kita juga bisa memahami kemarahanmu. Aku, serta orang lain di sini tidak diragukan lagi sangat marah."

"...Aku tahu, semuanya karena orang itu... itu semua  adalah bagian dari rencana bajingan itu.... sialan!"

—Rizevim, Qlippoth! Memang, hanya orang itu yang harus aku.....! Aku menahan amarah dalam tubuh ku, dan menenangkan pikiran ku. Pada saat itu, lingkaran sihir komunikasi kecil muncul di samping telinga sensei.

"Ada apa, apa yang terjadi?"

Mengalihkan perhatianku ke arah sensei, aku melihat kalau dia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun, dan dia memiliki ekspresi terhina.

"—Sialan! ...Bagaimana bisa itu terjadi? Orang-orang bajingan, mereka benar-benar pergi dan melakukan sesuatu seperti itu....!"

Setelah dadanya berdebar beberapa kali, sensei menyesuaikan napasnya dan berkata kepadaku.

"Ise, dengarkan aku dengan tenang. Apakah kau mengerti? Kau benar-benar harus mendengarkan ku dengan tenang."

"Apa yang sebenarnya terjadi, sensei? Apa itu?"

"—Orang tua mu, mereka ditangkap oleh Qlippoth."

Begitu aku mendengarnya, aku merasakan sesuatu yang meletus di dalam diriku.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar