Highschool DxD Vol 20 - Parents (Summary)

10:46:00 AM
Highschool DxD Vol 20 - Parents (Summary)


Malam──。

Setelah Azazel menyelesaikan laporannya, anggota DxD pergi dengan cara mereka sendiri.

Di kemudian hari, mereka akan menemui Maou Ajuka Beelzebub untuk bersatu kembali dengan Ravel dan Riser Phoenix yang berada dalam penjagaan Maou.

Rias dan Asia datang dari kamar mandi besar di lantai bawah tanah dan berjalan ke lantai pertama.

Asia lega kalau mereka berdua Phenex bersaudara aman. Rias juga sama seperti Asia yang memperlakukan Ravel sebagai adiknya. Rias berkata benar untuk percaya pada kakaknya dan Azazel meskipun dia berpikir kalau mereka harus benar-benar siap pada apa saja. Dia melihat kalau dia benar-benar takut pada apa yang terjadi.

Menurut Rias, dia tahu tidak ada yang mutlak di dunia. Dia tahu ini sebagai fakta selama pertempuran terakhir melawan Fraksi Pahlawan, cinta sejatinya - Hyoudou Issei - setelah kehilangan tubuhnya karena mereka. Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya dan membawanya kembali.

Namun, berita ini benar-benar bagus.


Alasan mengapa keduanya bersama Ajuka? Informasi itu masih rahasia dan hanya segelintir orang yang tahu dan itu adalah sesuatu yang bahkan sebagian besar petinggi tidak tahu apa-apa.

Hal lain adalah keberadaan Diehauser Belial sang Juara.

Meskipun lokasi bersaudara ini sudah diketahui, tapi Kaisar belum. Ketika Rias mengambil bagian dalam pertarungan melawan Khaos Brigade: Cao Cao memanggil Samael, penyerangan terhadap wilayah Vampir ... dia merasakan tentang tindakan Belial. Dia tahu perasaan ini dengan baik dan itu adalah hal yang buruk.



Ketika mereka tiba di lantai pertama dan dalam perjalanannya mereka memakan es krim, mereka bertemu ibunya Issei di ruang tamu. Ketika Rias dan Asia mendekatinya, mereka melihat beberapa album di depannya. Dia mengambil satu dan menunjukkannya kepada dua mereka berdua. Itu adalah album foto Issei ketika dia masih anak-anak. Keduanya, Asia dan Rias tahu dari album ini saat ibunya Issei menunjukan ke mereka sebelum insiden Kokabiel.

Rias dan Asia duduk di sofa dan memutuskan kalau mereka akan beranjak setelah melihat fotonya Issei. Album yang dipegang Rias adalah album yang mencatat pertumbuhan Issei dengan label "Issei, pertama oo" di bawah setiap gambar.

Ibunya Issei mengatakan kalau Issei adalah putra tunggal mereka. Dia berkata kalau Issei terlihat lucu baginya dan orang itu (ayahnya Issei). Dia berpikir kalau foto Issei ketika dia masih kecil benar-benar lucu.

Ketika ibunya Issei berkata seperti itu, Rias dan Asia mencatat bahwa Issei dicinta oleh orang tuanya. Dari senyum ibunya dari semua foto di albumnya, dia benar-benar di cintai.


Tiba-tiba, ibunya Issei menghentikan tangannya pada foto tertentu. Itu adalah foto Isei yang memegang pancing ikan dan menunjuk garis. Itu adalah Issei yang baru terdaftar di SD dan memegang pancing ikan yang tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya.

Ketika Rias bertanya foto tentang apa itu, ibunya Issei berkata kalau itu pancing ikan berharganya dan memancing adalah hobi keduanya ayahnya dan Issei. Mereka selalu pergi ke sungai dan laut dan selalu memiliki waktu yang baik. TIndakan ayahnya Issei mempengaruhi anaknya tapi itu berhenti pada suatu hari.

Asia bertanya mengapa ibunya Issei mengatakan kalau Issei mematahkan pancingan ikan di foto.

Keduanya, Issei dan ayahnya ada d laut dan sedang beristirahat. Issei mengambil pancingan ikan ayahnya tanpa izin dan mulai memancing dengan itu. Dia ingin dipuji oleh ayahnya ketika mendapat ikan besar tapi malah mematahkan pancingan ikannya.

Issei terus menyalahkan dirinya sendiri meskipun ayahnya memaafkannya. Tapi Issei tidak memaafkan dirinya sendiri dan sejak saat itu, dia tidak pernah mencoba memancing lagi.


Rias dan Asia tahu sifat Issei dengan abik. Ketika tragedi terjadi, meskipun tidak sepenuhnya salahnya, dia masih akan menyalahkan dirinya sendiri. Issei masih menyalahkan dirinya atas insiden yang terjadi dengan Asia. Rias bersimpati dengan ibunya Issei.

Ibunya Issei kemudian bertanya apa Issei yang membuat Asia menangis? Dia langsung menarik itu lalu berkata tidak mungkin anaknya membiarkan Asia menangis.

Rias tidak ada kata pada apa yang terjadi. Orang ini mengetahui Issei dengan baik.

Ibunya Issei melanjutkan dan berkata bahwa Issei terlalu protektif terhadap Asia. Jika terjadi sesuatu padanya, dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri dan itu akan tinggal di pikirannya selamanya.

Ibunya Issei kemudian berkata hobi memancing Issei tidak dilakukan lagi, dia (ibunya) menerima hobi Issei lainnya. Ketika bertanya apa itu, ibunya Issei berkata hanya ada satu hal. Satu hal yang tidak pernah berubah sejak dia masih kecil. Rias dan Asia bersemangat bertanya apa itu dan ibunya Issei menunjuk pada foto tertentu. Di foto itu terlihat Issei dengan ekspresi yang mereka bertiga tahu dengan baik. Jika mereka melihat ekspresi itu, mereka bisa memberitahua apa itu.

Ibunya Issei kemudian mengambil tangan Rias dan Asia dan mengatakan kepara mereka dengan serius. Dia memberitahu mereka bahwa meskipun ini -- Issei -- itu cabul, dia pikir kalau dia hanya bersikap jujur pada hatinya.

Keduanya Rias dan Asia setuju dengan ibunya Issei dan tiga wanita memegang tangan mereka dengan erat dan menganggukan kepala mereka.







Artikel Terkait

Previous
Next Post »