Phoenix di Pertempuran Gedung Sekolah? (Summary)

4:02:00 PM
Phoenix di Pertempuran Gedung Sekolah?



Kisah ini diceritakan dalam sudut pandang Issei dan dimulai ketika dia melihat Rias dan Ravel sedang membicarakan sesuatu sambil memindahkan bidak catur di papan tanpa mengikuti aturan.

Ketika dia bertanya apa yang sedang mereka bicarakan, Rias mengatakan ke Issei bahwa dia dan Ravel sedang berbicara tentang Rating Game antara dirinya dan Riser di masa lalu tapi mereka juga termasuk dalam percakapan mereka, mengingat mereka juga memiliki penambahan anggota baru.

Percakapan dilanjutkan dengan anggota yang lainnya bergabung dan menceritakan tentang animo mereka dan penyesalan tentang Rating Game. Azazel merupakan yang terakhir bergabung dan mengusulkan mereka membuat pertandingan ulang. Pada awalnya, setiap orang khususnya Rias terkejut, mereka terlihat tertarik pada pertandingan itu. Setelah setiap orang setuju untuk merencanakan mengulang Rating Game yang lalu, Azazel mengatakan ke Ravel untuk meyakinkan orang-orangnya untuk menerima rencana tersebut. Ravel mengatakan bahwa dia akan melakukan yang terbaik dan akan meyakinkan orang tua dan dua kakak laki-lakinya.

Langsung ke pertandingan, Kelompok Gremory berada di dalam ruang klub tapi bukan ruang klub di Akademi Kuoh tapi di dalam ruang buatan karena Rating Game akan dimainkan di lokasi yang sama yang mereka gunakan pertama kali. Bahkan dengan keuntungan yang tidak masuk akal yang mereka miliki melawan Kelompok Riser, Rias masih khawatir saat dia tahu bahwa Riser dan bidaknya juga mulai berlatih. Issei mengetahui latihan ini saat Riser diam-diam menghubunginya dan memamerkan seberapa tebal lengannya yang telah jadi. Ravel tidak berpartisipasi pada Rating Game ini tapi dia bertindak sebagai penasihat Riser meskipun dia menghubungi bantuan untuk mengisi celah itu. Game di mulai setelah Grayfia, sekali lagi bertindak sebagai wasit, membuat sinyal. Sebelum mereka pergi keluar, Issei bertanya mengapa tidak ada pembatasan yang ditempatkan pada mereka mengingat bagaimana mereka telah menjadi lebih kuat. Rias mengatakan bahwa itu karena Lord Gremory dan Lord Phenex ingin hal itu terjadi persis sama dengan game yang pertama. Itu berarti tidak ada pembatasan pada kelompok Gremory dan tim Riser juga memiliki dua Air Mata Phoenix.


Pertandingan Pertama:

Sekali lagi, seperti sebelumnya, Issei menuju gedung olahraga tapi kali ini, dia dengan Koneko dan Xenovia. Di sni, mereka berhadapan melawan Xuelan si Benteng dan tiga Pion: Mira, Ile, dan Nel.

Pertarungan menjadi Xuelan vs Koneko, Issei vs Mira, dan Xenovia vs Ile dan Nel.

Issei bahkan tidak menahan diri dan menggunakan Balance Breaker segera dan menembak Mira dengan Dragon Shot. Bahkan tanpa di sengaja, pakaian Mira hancur dan Issei sangat bersyukur tentang itu. Sebelum benar-benar menghilang, Mira yang tersipu meminta tanda tangan Issei nanti sebagai penggemarnya.

Pertarungan lain juga berakhir dan kemenangan kelompok Rias di gedung olahraga. 1 Benteng dan 3 Pion kalah.


Pertandingan Kedua:

Setelah pertarungan, Issei dan Koneko berhati-hati yang belakangan tersingkir pada titik ini dari pertandingan meskipun sekarang, tidak ada yang terjadi. Tidak cukup yakin apa Akeno masih menghancurkan gedung olahraga demi keseimbangan, tapi mereka bertiga melihat dua sosok terbang di langit. Akeno dan Yubelluna. Setelah beberapa kali provokasi, mereka memulai pertarungan di antara Ratu.


Pertandingan Ketiga:

Begitu pertandingan di antara Ratu di mulai, ledakan terdengar di dekat gedung sekolah lama yang merupakan markas mereka. Rias memberitahu mereka bahwa tidak perlu khawatir karena ledakan disebabkan oleh Rose dan Gasper. Bukannya Kiba, itu adalah dua dari mereka yang mengalahkan 3 Pion: Marion, Shuriya, dan Burent.


Pertandingan Keempat:

Kiba muncul setelah Rias memberitahu mereka apa yang terjadi. Bersama-sama, mereka minggalkan dua Ratu dan menuju gedung sekolah baru. Di lapangan bisbol, Karlamine si Ksatria menunggu mereka. Setelah Kiba dan Karlamine saling menyapa satu sama lain, Issei mengingat apa yang Karlamine katakan di Vol 2. Dia (Issei) bertanya siapa pengguna Pedang Suci yang dia katakan ke Kiba bahwa dia pernah bertemu. Sebelum Kiba mampu untuk menjawab, Karlamine mengatakan padanya bahwa dia tidak perlu khawatir karena orang itu akan segera tiba dan bertindak sebagai bantuan untuk mengisi celah yang ditinggalkan Ravel.

Untuk setiap orang tapi mengejutkan Kiba, orang yang tiba adalah Irina yang mengakui dirinya sendiri sebagai Malaikat. Dia memberitahu mereka bahwa dia bertemu Karlamine di suatu negara dua tahun yang lalu. Dia diminta sebelumnya oleh Ravel untuk berdiri di tempatnya. Sekarang Irina telah tiba, pertarungan menjadi: Kiba vs Karlamine dan Xenovia vs Irina. Issei memperhatikan bahwa sementara Kiba dan Karlamine menikamati Xenovia dan Irina yang mengenang masa lalu saat mereka masih exorsis di Gereja.


Pertandingan Kelima:

Setelah pertarungan di mulai di antara Kesatria, tiga bidak Riser muncul. Isabella si Benteng dan dua Pion: Ni Li.

Koneko mengatakan ke Issei bahwa dia akan bertarung melawan dua Pion karena mereka semua Nekomata. Meninggalkan Issei untuk Isabella.

Issei melihat bahwa latihan Isabella terbayar saat serangannya lebih kuat dibandingkan di masa lalu tapi dia (Issei) sekarang, dia lebih kuat. Persis bagaimana dia dikalahkan di Vol 2, Issei menggunakan kombinasi Dress Break dan Dragon Shot. Dia melihat bahkan di masa lalu, topeng Isabella tidak hancur oleh Dress Break dan dia tidak yakin apa itu karena topengnya memiliki beberapa sifat sihir atai sesuatu yang lain.

Pertarungan Koneko menjadi pertandingan gulat saat dia menggunakan [submission] menahan Ni dan yang terakhir meminta bantuan ke Li. Issei mengatakan bahwa pertarungannya benar-benar menjadi pertarungan kucing.

Sejauh ini, Issei mampu mengalahkan dua orang dari kelompok Riser.


Pertandingan Keenam:

Setelah Issei bertarung melawan Isabella, Peluncurnya Riser, Mihae, muncul dan mengantarnya menuju gedung sekolah baru. Rose, Gasper, dan Asia sudah hadir di lobi gedung tapi tidak ada Rias. Ketika ditanya di mana dia, Rose dan Asia memberitahu Issei bahwa dia dengan Riser di atas gedung. Mihae memberitahu mereka bahwa hanya Issei dan Asia yang bisa pergi ke atas.

Aku tidak bisa memahami secara spesifik apa yang terjadi pada Issei dan Asia yang pergi keluar dan dia menggunakan sayap naganya untuk terbang. Dua orang yang tersisa kemudian bertarung melawan Mihae.

Gadis malang yang bertarung melawan dua orang. Pengumuman untuk kekalahannya diumumkan bahkan sebelum Issei dan Asia tiba ke tempat Rias.


Pertandingan Final:

Issei tiba dan mengatakan kata-kata yang sama persis dengan yang dia katakan pada pertandingan pertama, "Buchoooooou! Hyoudou Issei, siap melayani andaaaaaa!", mendapat tertawaan dari Rias.

Sebelum pertarungan di mulai, kekalahan Yubelluna diumumkan dan Akeno tiba di atap meskipun pakaiannya berantakan. Riser mengatakan bahkan dengan pelatihan, Yubelluna tidak dapat mengalahkan bidaknya Rias. Issei melihat bahkan dengan kekalahan, RIser masih tenang seolah-olah dia sudah mengetahui kekalahannya dana tidak berkecil hati tentang hal itu menandakan perkembangannya, sesuatu seperti itu.

Riser kemudian mulai untuk mempersiapkan pertarungan. Dia mengatakan bahwa dia menerima pertandingan ulang karena dia ingin bertarung sekali lagi melawan Issei. Dia tidak peduli tentang ketentuan dan hanya ingin bertarung melawan mereka. Itulah mengapa dia menerima Irina untuk bergabung dalam Game. Sayapnya Riser berkobar lebih besar daripada ketika mereka di acara pertunangan dan Issei bahkan bisa merasakan panas pada armornya. Riser memberitahu Rias untuk tidak mengganggu dan juga mengatakan sesuatu. Rias bertanya ke Riser bahwa Issei dengan armor crimsonnya akan mengalahkannya lagi dan lagi tapi masih inginkah untuk bertarung melawannya? Riser hanya menjawab dengan berterima kasih sembari melangkah ke depan dan meningkatkan auranya. Issei juga menerima tantangan Riser dan meminta Rias untuk tidak mengganggu pertarungan mereka dan Rias menurutinya.

Keduanya mulai terbang dan memulai pertarungan. Issei melihat pergerakan Riser karena dia mengetahui Taijutsu. Riser memperkuat dugaannya mengatakan bahwa dia muali berlatih dan mempelajari Taijutsu dari Sairaorg karena dia adalah teman sparingnya. Pertarungan berlanjut ke baku hantam dan pada satu titik, Issei mengatakan cukup ini sudah cukup dan menggunakan True Queen melawan Riser. Dia menggunakan sifat dari Benteng dan memukul wajah Riser dengan "Solid Impact Booster". Riser jatuh ke tanah dan mendapat kerusakan besar dari pukulan Issei. Bahkan dengan kerusakan, Riser berdiri dan mengatakan ke Issei bahwa itu tidak masalah jika dia kalah puluhan atau ratusan kali olehnya, dia hanya perlu ingat bahwa Iblis hidup untuk waktu yang lama dan suatu hari, dia akan berubah menjadi abu dengan apinya. Dia kemudian terbang ke arah Issei. Setelah mendengar kata-kata dari Riser, Issei akhirnya menerima Riser sebagai saingan cintanya dengan Riser menunjukkan senyum sebelum mereka bertabrakan dengan pukulan mereka: Issei dengan tinjunya yang diselimuti aura crimson, Riser diselimuti dengan api yang berkobar.


Akhir Cerita:

Hasilnya adalah kemenangan sempurna kelompok Rias. Penggumuman kekalahan lainnya tidak diperhatikan saat Issei sibuk dengan pertarungannya. Pertandingan Xenovia dan Irina seri saat Riser dikalahkan sebelum pertarungan mereka selesai.

Tidak banyak yang dikatakan tapi pada akhirnya, Issei sekali lagi melihat Rias dan Ravel berbicara satu sama lain. Kali ini, mereka berbicara tentang game Scramble Flag antara Sona dan Seekvaira dan berteori pada apa yang terjadi jika mereka berpartisipasi dalam pertarungan itu. Seperti biasa, Azazel sangat senang pada ide dan sudah bertanya apa mereka telah diberitahu Keluarga Agares.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »