High School DxD Vol 22 Life 2 Bahasa Indonesia

10:44:00 AM
Life 2 - Dan dengan demikian, menjadi Iblis Kelas Tinggi




Keesokan hari ——— itu hari sebelum upacara promosi Iblis Kelas Tinggi.


Saat ini aku dengan orang tertentu dan sedang mengunjungi Akademi Kuoh yang kosong dari orang-orang.


"Oh, jadi ini Akademi Kuoh!"


Orang yang bertindak sangat senang dengan melihat gedung sekolah dari sampingku adalah seorang gadis dengan telinga rubah ——— Kunou.


Kunou yang akan bergabung dengan Sekolah Dasarnya Akademi Kuoh mulai tahun depan. Dia datang dari Kyoto karena dia ingin melihat Akademi.


———Meskipun bangunan yang aku tunjukkan kepadanya saat ini adalah gedung sekolah untuk SMA yang merupakan akan kita semua masuki sepanjang waktu. Aku membawanya ke sini karena dia mengatakan ingin melihat gedung sekolah untuk SMA setelah kita menunjukkan gedung untuk SD.


SD dan SMP terletak di gedung yang sama. Sedikit lebih jauh dari mereka merupakan gedung SMA dan gedung perkuliahan. Kita berencana untuk pergi ke gedung perkuliahan setelah kita melihat-lihat di sekitar sini. Ini adalah tempat di mana akan segera dihadiri oleh Rias dan Akeno-san. Jadi mungkin aku juga memeriksanya juga. Meskipun aku sudah pergi ke sana beberapa kali karena aku memiliki urusan di sana.


Kunou sudah mengenakan seragam SDnya. Karena seragam itu berbeda dengan seragam SMA yang kita pakai itu pasti memiliki rasa yang menyegarkan untuk itu. Yah, aku masuk ke Akademi Kuou sejak awal kehidupan SMA  sehingga wajar kalau aku tidak akrab dengan seragam dari TK hingga SMP nya.


Dari yang aku dengar, Kunou akan pindah ke kediaman Hyoudou mulai dari Musim Panas. Dia akan pergi ke SMP begitu dia tinggal di sini dan akan membiasakan diri tinggal di sini.


———Lalu, ketika Kunou dan Aku sedang melihat di sekitar gedung sekolah dari luar kita ditemui oleh seseorang yang akrab.


"Ah, mantan ketua osis Sona."


Itu mantan ketua osis SOna. Dia menatap gedung sekolah dari pintu masuk.


Dia mendengar suara kita dan segera setelah dia melihat kita dia tersenyum pada kita.


"Oh, Ise-kun. Apa kabar. Ya ampun, aku mengira anda pasti putri dari Kyoto? Sekarang yang aku ingat aku telah mendengar kalau anda akan mendaftar di SD dari musim semi."


Kunou menundukkan kepalanya.


"Aku mengira anda Sitri-dono. Aku putri dari Yasaka pemimpin para Youkai di Kyoto, dan Kunou adalah namaku. Aku sangat senang untuk berkenalan dengan anda."


Mantan ketua Osis menanggapi pengenalan formalnya dengan memberikan rasa terma kasihnya.


Mantan ketua Osis mengatakannya saat dia melihat ke gedung lagi.


"Aku menggunakan hari-hariku untuk melihat di sekitar Akademi Kuoh."


Dia menyempitkan matanya seolah dia merasa nostalgia.


"......Aku ingat betul ketika pertama kali aku datang ke sini. Rias membawaku ke sini ke tempat ini."


Aku pikir aku mendengar Rias memberitahuku sebelum uraian singkatnya. Rupanya dia memaksa membawa mantan ketua osis ke tempat ini ketika tidak ada banyak orang dan kemudian dia menunjukkan sekitarnya kepadanya.


Mantan ketua osis Sona kemudian berkata.


"Aku yakin Rias ingin menunjukkan tempat ini yang akan dia masuki kepadaku karena aku merupakan teman masa kecilnya. Aku masih ingat wajah gembiranya ketika dia menunjukkan sekitarnya kepadaku."


"Apa kau mendaftar ke sini karena sarannya Rias?"


Ini jawaban mantan ketua Osis kepada pertanyaanku.


"Rias tidak menyarankan kepadaku tapi aku pasti terpikat ke tempat ini ketika dia menunjukkan sekitarnya kepadaku. Sudah diputuskan kalau aku akan pergi ke SMA di Dunia Bawah tapi aku batalkan pergi ke sana dan datang ke akademi ini sebagai gantinya. Jika aku mencoba untuk mengingat wajah terkejut kakakku ketika aku mengatakan aku akan masuk kesini itu merupakan tak ternilai, ufufu."


Setelah dia tertawa kecil dia melihat ke bawah dan melanjutkan dengan wajah yang rapuh tapi memendam kerinduan.


"......Banyak hal yang terjadi di sini dalam tiga tahun terakhir. Terutama ketika aku menjadi siswa kelas tiga di sana kejadian terus menerus diisi dengan kejutan "


......Mantan ketua osis punya jenisnya sendiri dari tiga tahun di sini. Pengalaman yang dia miliki dari perspektif yang berbeda berbeda dari Rias.


Dan Leviathan-sama yang telah mengawasinya dari belakang dengan mata yang hangat untuk tiga tahun terakhir ——— tidak lagi di sini. Dia saat ini sedang bertarung melawan Trihexa dalam pertempuran yang sangat panjang di dalam penghalang yang terisolasi.


Dari apa yang aku dengar dari Rias, kesedihan di dalam manta ketua Osis merupakansesuatu yang tidak bisa kau ungkapkan dengan kata-kata.


Sona, mantan ketua osis, yang biasanya telah menaruh dengan kakaknya yang tidak serius di sebagian besar waktunya.....tapi dia mengkhawatirkan Leviathan-sama lebih dari siapapun dan dia mencintainya dan menghormatinya lebih dari siapapun. 


Aku mendengar kenyataan kalau dia tidak bisa memperlihatkan ke kakaknya ketika dia lulus yang membuatnya sangat bersedih.


......Aku yakin Leviathan-sama ingin melihat kelulusan adiknya yang akan menjadi momen bersinar dari adiknya.......


———Lalu orang baru muncul ke sini.


"Ah, Kaichou. Kau ada di sini."


Itu Saji. Sepertinya dia datang ke sini untuk mencarinya.


"Saji, apakah terjadi sesuatu?"


Saji berkata ketika mantan ketua Osis menanyainya.


"Sepertinya persoalan yang sebelumnya bisa di mulai. Tsubaki-san memintaku untuk mencarimu."


Lalu manta ketua osis mengangkat kacamatanya dari samping dan bersikap dingin seperti biasa.


"Apakah begitu. Karena aku telah melihat disekitar sini kita harusnya kembali kemudian. Sekarang, Ise-kun, selamat untuk promosimu. Aku akan menghadiri aula upacaranya."


"T-Terima kasih."


Mantan ketua osis pergi setelah mengatakan itu.


Sepertinya Saji juga memiliki urusan denganku jadi ini apa yang dia katakan setelah masternya pergi.


"Oh ya. Hyoudou, aku mendengar tentang promosimu ke Iblis Kelas Tinggi. Selamat ya! Aku pasti akan menjadi salah satunya di masa depan juga!"


Saji yang mengucapkan selamat kepadaku dengan senyuman. Dia mulai menepuk punggungku.


"Yah, aku masih tidak bisa percaya kalau ini terjadi.....tapi terima kasih."


"........Ngomong-ngomong, Hyoudou."


Saji tiba-tiba membuat penampilan yang serius dan kemudian bertanya padaku.


"Hmmm? Ada yang salah?"


"Apa yang kau lakukan tentang turnamen? Kami pasti akan berpartisipasi. Aku akan bertarung di bawah Sona-kaichou sebagai [Pion]nya. Apa kau akan berpartisipasi dibawah Rias-senpai? Atau kau———."


———Dia pasti ingin bertanya apakah aku akan berpartisipasi sebagai [Raja] dengan timku sendiri.


"......Kau menanyaiku dengan pertanyaan yang sama seperti Vali. Yah, entahlah."


Aku memberinya jawaban yang tidak jelas......


Saji kemudian berkata sambil menengadah ke langit.


"———Aku menerima tawaran untuk promosi ke Iblis Kelas Menengah."


"———! Serius? Selamat ya!"


Aku mengucapkan selamat padanya dari lubuk hati ku.


Wow, itu terdengar bagus! Yah, dia telah bertahan sejauh ini setelah terlibat dalam banyak pertempuran! Selain itu, aku mendengar kalau pencapaian terbesar kelompok Sitri dibuat selama serangan terhadap istana Great King Bael yang direkayasa oleh Raja Rating Game peringkat ketiga.


Aku mendengar bukan hanya faksi Great King tapi juga faksi Maou memberikan mereka pujian. Sangat jarang untuk menemukan sebuah kejadian di man kedua faksi menilai mereka secara positif pada saat yang sama.


Ada pembicaraan tentang promosi bagi mereka di gelar bangsawankami jadi tidak aneh bagi Saji untuk mendapatkannya juga.


Saji kemudian mengatakannya dengan malu-malu.


".......Tsubaki-san juga berbicara tentang promosi tapi aku menebak pertarungan di mana kami berjuang sebagai bagian dari DxD memainkan peran terbesar dalam hal ini."


Saji mengambil nafas yang banyak. Dia kemudian bertanya padaku dengan melihat langsung ke dalam mataku.


"Kau........ menjadi tujuanku yang telah pergi terlalu jauh di depanku.....tapi itulah mengapa. Aku tidak yakin apakah aku bisa melawanmu tapi tunjukkan "game" mu. Bukankah menjadi liar di Rating Game bagian dari tujuan kita juga? Kemudian sebagai sesama [Pion], aku ingin berdiri di panggung yang sama seperti mu...... aku benar-benar menginginkannya!"


———!


.......Aku mendapat kata-kata hasrat seorang pria dari Saji dari tatap muka rekanku!


Sialan! Vali. Dan kau. Aku benar-benar heran mengapa kalian selalu langsung tanpa mengatakannya dengan cara yang samar-samar!


Kemudian Saji menenangkan dirinya dan meminta maaf.


"........Maaf, aku tiba-tiba mengatakan sesuatu yang aneh. Jangan menganggapnya serius."


Namun, dia mulai memukul-mukul dadaku dengan tinjunya.


"........Bagaimanapun, datanglah dengan cara apapun. ———Aku bahkan tidak berpikir sedikit kalau pertandingan yang kita miliki di Dunia Bawah adalah kemenanganku sama sekali. Itulah mengapa ketika kita berbenturan secara langsung di turnamen aku ingin melanjutkan pertarungan itu. Kau dan aku sudah lebih kuat dibandingkan saat itu."


Melanjutkan pertarungan itu———


Selama Musim Panas tahun lalu aku punya pengalaman yang pahit. Pertarungan di mana itu juga sulit bagiku untuk dikatakan kalau aku menang.


Aku selalu berpikir tentang menyelesaikan kemenangan itu.


Aku juga memukul dadanya Saji dengan tinjuku.


"Ya, ketika itu terjadi maka mari kita lanjutkan pertarungan itu. ———Aku selalu berpikir tentang memukulimu di medang perang Rating Game."


Itu kata-kata yang secara alami keluar dari mulutku.


Seolah-olah aku berpartisipasi di dalam turnamen———


Saji mengkonfirmasinya dan pergi.


Kita berdua, Kunou dan diriku sendiri, ditinggalkan sendirian. Kunou kemudian mulai mengangguk-angguk.


"Begitu banyak anak laki-laki yang penuh gairah benar-benar berdatangan di sekitar Ise~!"


Ya, kau sangat benar.


Rasanya seperti tombol penting di dalam diriku diaktifkan berkat panas mereka.



———○●○———


Dan hari takdirku———hari dari upacara promosi Iblis Kelas Tinggiku.


Aku mengunjungi Dunia Bawah bersama dengan anggota ORC, orang tuanya Rias, dan orang tuaku. Itu benar, orang tuaku akhirnya memasuki Dunia Bawah juga. Yah, selama Perang Naga Jaht mereka datang ke rumah sakit Dunia Bawah tapi itu karena darurat.


Kali ini mereka di sini sebagai kerabatku karena ini upacaraku.


Mengabaikan orang tuaku yang tidak bisa berkata-kata pada bagaimana besarnya Istana Gremory, aku mulai melakukan konfirmasi akhir untuk upacar denga melakukan pengecekan lain dengan Rias di ruangan lain.


......Aku sudah mendapatkan pelajaran dan garis besar tentang upacara di rumahku bersama dengan Rias dan yang lainnya karena kita mendengar berita tentang promosiku.........tapi karena hari ini menjadi hari yang sebenarnya mungkin apa yang telah aku pelajari kemungkinan menghilang dari kepalaku. Agar tidak memalukan diriku sendiri, aku berlatih di aula seremonial Istan Gremory dan aku menegaskan kembali seluruh prosedur upacara dengan Rias.


Rias berdiri di depan altar ruangan upacara dan mengajarkanku.


"———Maou-sama akan membaca sertifikat yang akan dia berikan padamu. Kau perlu membalasnya dengan cara yang telah aku ajarkan. Selanjutnya aku akan menempatkan mahkota di kepalamu. Ini merupakan ritual di mana salah satu dari gelar kebangsawanan di akui sebagai [Raja]. Dan akhirnya kau akan dipindahkan ke batu di mana kau akan mendaftarkan dirimu sendiri sebagai [Raja]. Tidak apa-apa untuk menyentuh batu setelah kata-kata Maou-sama. Ritual ini cukup banyak setelah kau sampai ke titik ini. Oke? Sederhana, bukan?"


Itulah yang dikatakan Rias! Aku mendengar begitu banyak orang termasuk media akan datang ke aula upacara......Jadi aku tidak akan bisa untuk menunjukkan sisi menyedihkanku!


"Ugh, aku sangat gugup."


Aku sudah mengenakan pakaian resmiku. Demikian juga, Rias yang akan muncul di dalam ritual mengenakan gaun crimsonnya. Orang-orang akan memperhatikan kita bahkan dalam sikap kita sehingga mengenakan pakaian formal sangat penting. Kebenaranya adalah dalam gelar kebangsawanan kita, teman-temanku, mengenakan pakaian formal juga. Ini adalah pakaian yang tepat yang tidak akan terlihat aneh dari perspektif siapapun.


Yah, Rias dan aku harus memakai pakaian formal lainnya untuk ritual ketika kita di sana. Jadi ini bukan gaun utama kita.


Sekarang aku berpikir tentang hal itu, aku belum melihat Grayfia-san sejak kita sampai di sini.


Grayfia-san merupakan satu-satunya yang tetap di dunia ini dari gelar kebangsawanannya. Setiap Maou-sama meninggalkan [Ratu] mereka dibelakang etelah berpikit tentang masa depan Dunia Bawah dan karenanya Grayfia-san tetap di sini.


........Aku mendengar kalau dia telah melakukan tugasnya sebagai pembantu seperti biasa tapi aku belum melihatnya hari ini. Kecuali, Rias benar-benar khawatir tentangnya.


[........Aku khawatir dengan Onee-sama.]


———Sepertinya, Rias telah membicarakan pikirannya setiap saat dan kemudian kepadaku.


Aku belum melihat Grayfia-san sejak saat itu. Tapi dari Rias yang telah melihatnya mengatakan kalau Grayfia-san tidak berubah dan bertindak seperti biasa meskipun Sirzechs-sam pergi ke sisi itu........


Aku telah menyaksikan bagaimana Grayfia-san menahan Sirzehcs dengan air mata sebelum dia pergi. Itu wajar kalau dia sangat terkejut. Itulah sebabnya aku lebih khawatir tentang bagaimana dia bertindak dalam perilaku yang tenang seperti biasa......


Dia mungkin menyembunyikan emosinya.....tapi Rias yang telah dirawat olehnya sejak kecil benar-benar mengkhawatirkannya.


......Aku berharap dia tidak pingsan karena gelisah.....


"Rias-sama, Waka-sama, sekarang saatnya."


———Petugas memberitahu kita. Ini saatnya!


Kita akan menggunakan kereta dari stasiun kota Istana Gremory dan menuju ke ibukota, Lilith. Kita berada dalam penjagaan yang ketat ketika kita berada di dalam kereta. Jelas sekali. Tempat yang kita tuju penuh dengan kerumunan. Ada banyak Iblis yang terdiri dari warga biasa dan mereka yang bekerja dalam tim siaran berita.


"Hyoudou Issei-san, tolong beritahu kami bagaimana perasaan anda sekarang!"


"Apakah anda akan berpartisipasi dalam Turnamen Rating Game Internasional? Sir Sairaorg Bael dan Lady Sona Sitri yang merupakan pemuda yang sama dengan anda telah menyatakan niat mereka———"


Ada kedipan cahaya yang tak terhitung jumlahnya dari kamera. Ada juga pertanyaan yang tak terhitung jumlahnya dari media yang melewati telingaku seperti keriuhan. Aku telah diperintahkan untuk tidak mengatakan apapun sebelumnya sehingga aku hanya memikirkan untuk masuk ke dalam kereta.


Dan akhirnya aku duduk di kursi di dalam kereta. Kereta mulai bergerak tak lama kemudian. Aku akhirnya bisa beristirahat.  ........Aaaaaaaahh, ini sangat melelahkan. Kelelahan telah mengenaiku bahkan ketika aku belum melaksanakan ritualnya........ A-Aku tidak pernah membayangkan kalau semua orang memberikan banyak perhatian kepadaku....... Yah, aku diberitahu kalau ada pesta tepat setelah ritual dan kemudian aku akhirnya akan bisa melepaskan pakaian resmiku. Jadi itu berarti aku tidak akan bisa melarikan diri sepanjang hari ini. 


Setelah beberapa saat sejak kereta bergerak. Ravel tiba-tiba menunjuk ke pemandangan di luar.


Ada stadion tipe kubah yang sangat besar.


"Stadion itu akan digunakan sebagai salah satu arena untuk Turnamen Internasional yang akan datang dari apa yang aku dengar."


Aku juga melihat stadion. Itu jauh lebih besar dari pada Tokyo Dome. Yah, Rating Game dimainkan di medan perang yang besar bagaimanapun juga. Ini jelas lebih baik bila stadionnya sangat besar.


"Bukahkah sebagian besar tempat dari Dunia Bawah berasal dari wilayah Iblis dan Malaikat Jatuh?"


Itulah yang aku katakan.


Dari apa yang aku dengar, Dunia Bawah, lebih khususnya wilayah Iblis, akan memberikan banyak tempat untuk Turnamen Internasional karena Rating Game berasal dari sini. Dan Malaikat Jatuh akan membantu pihak Iblis. Aku mendengar dari Azazel-sensei sebelumnya kalau ada wilayah yang masih tersedia di dalam wilayah Malaikat Jatuh dan mereka mempromosikan resor untuk liburan ke para VIP masing-masing kekuatan.


Aku menduga kalau mereka menggunakan wilayah yang tersedia untuk mempersiapkan stadion.


Rias kemudian berkata


"Seluruh dunia mitologi lainnya masih acak-acakan karena serangan Trihexa yang terjadi baru-baru ini. Itulah mengapa Dunia Bawah yang menerima sedikit kerusakan yang menawarkan stadion."


Ravel melanjutkan setelahnya.


"Rating Game berasal dari Dunia Bawah itulah alasannya mengapa sebagian besar pertandingan untuk Turnamen Internasional yang pertama diputuskan akan diadakan di sini."


Orang yang melanjutkan pembahasan ini adalah orang tuanya Rias yang ada di kereta dengan kita.


Ini adalah apa yang ayahnya Rias katakan.


"Meski begitu, sebagian besar panitia game dunia kta tidak mengambil bagian dalam turnamen internasional mendatang. Aku mendngar mereka akan menyelenggarakan turnamen dengan staf yang sangat baik yang dipimpin oleh Ajuka-dono."


"Apakah aku benar untuk menganggap ini ada hubunganya dengan skandal kecurangan yang terungkap?"


Ayahnya Rias menganggukkan kepalanya untuk pertanyaanku dan mengangkat jarinya.


"Itu jelas-jelas bagian dari kecurangan itu tapi ada juga satu alasan lagi. Tampaknya setiap kekuatan menunjukkan minat dalam mengambil Rating Game sebagai hiburan sehingga ada juga fakta kalau anggota staf dari masing-masing fraksi akan diajarkan prosedur dari Rating Game."


Sekarang aku mengerti. Aku mendengar topik tentang Rating Game berubah menjadi hiburan tingkat dunia tetapi tampaknya mereka akan mengajarkan para staf yang mengisi Rating Game selama turnamen ini dilaksanakan. Yah, jika popularitas game meningkat di setiap kekuatan maka Rating Game yang di mainkan di antara kekuatan yang berbeda pasti akan memanas.


Ayahnya Rias menjelaskan lebih lanjut.


"Setelah Rating Game mencapai warga negara di seluruh dunia di mana pemain mungkin untuk mengubah dan pertukaran antar tim dari semua kekuatan maka game akan semakin lebih memanas."


"Jadi itu berarti di masa depan Rating Game tidak hanya untuk Iblis saja."


Kata-kata itu keluar dari mulutku.


........Para Malaikat akan memainkan Rating Game di masa depan. Ini juga akan populer di dunia mitologi Norse dan bahkan para Youkai Jepang mungkin melakukannya di tanah air kita. Rating Game tidak hanya untuk Iblis saja tapi untuk semua orang. Ya, aku pasti ingin melihat itu terjadi.


Rias mengatakannya sambil melihat keluar jendela.


".........Diehauser Belial-sama pasti senang jika dia mengetahui hal ini."


...................


Semua orang menjadi tidak bersuara pada kata-katanya.


.......Kaisar Belial yang melakukan kejahatan karena mengusung pikiran yang pelik. Orang-orang mengatakan kalau dia mencintai Rating Game lebih dari siapapun. Dia mendambakan seseorang yang akan mengalahkannya. Kita mungkin akan menemukan seseorang yang bisa mengalahkannya karena internasionalisasi dari Rating Game berubah menjadi kenyataan. Namun, dia saat ini berada di dalam sel. Bagi Sang Juara untuk absen ketika Rating Game yang revolusioner akan di mulai..... Memalukan.



.........Aku juga ingin mengalahkannya secara langsung. Aku bukan tandingannya sama sekali di Agreas. Tapi waktu berikutnya akan berbeda...........!


———Aku juga ingin menantang dan mengalahkan Sang Juara!


.......Tapi dalam timnya Rias? Atau———


Aku menggelengkan kepala setelah terlalu banyak berpikir tentang hal itu dan mencoba yang terbaik untuk membersihkan pikiranku. Satu-satunya hal yang harus aku pikirkan adalah untuk menyelesaikan ritual dengan aman.


Aku bisa berpikir tentang Sang Juara lain waktu.


———Lalu ayah dan ibuku bertindak benar-benar kaku dan duduk di kurci muncul dalam pandanganku.


"......Ngomong-ngomong, ayah, ibu. Kalian berdua bertindak terlalu gugup..... apa kalian berdua baik-baik saja?"


Ayah menjawab dengan suara bergetar.


"Y-ya, t-tentu saja aku baik-baik saja! Ya kan, sayang?"


"Y-ya, tentu saja! Ini tidak seperti kita gugup untuk datang ke tempat yang tidak pernah kami datangi sebelumnya atau karena kita merasa senang menghadiri acara yang akan menjadi momen anak kita bersinar!"


.......Mereka berdua benar-benar bertindak seperti orang-orang dari desa yang baru saja datang ke kota! Ya ampun, ini memalukan karena mereka bertindak seperti ini di depan orang tuanya Rias! Aku tidak tahan untuk menyaksikannya!


Melihat kedua orang tuaku, ayahnya Rias berbicara kepada mereka dengan lembut untuk membuat mereka merasa nyaman.


"Tolong jangan gugup. Satu-satunya hal yang kami minta dari kalian hanya duduk di kursi sebagai kerabat di ruang upacara."


Ibunya Rias melanjutkan dengan ekspresi ceria.


"Itu benar. Kalian hanya perlu mengawasi anak kalian dengan mata yang hangat. Satu-satunya orang yang akan dipanggil ke panggung adalah Ise-san yang merupakan bintang dari ritual malam ini dan Rias yang merupakan [Raja]nya."


".....S-Sekarang kalian membuatku merasa gugup."


Aku bergumam seperti itu. Aku bintang dari acara hari ini! Dan ritual akan dimulai dalam beberapa jam! Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaah, aku akan melakukan ritual di depan begitu banyak media! Ini akan disiarkan tidak hanya di Dunia Bawah tapi juga di televisi kekuatan lainnya kan? Aku gugup dan terasa sepert hatiku akan meledak dan membunuhku!


Rias tersenyum padaku yang terlihat kaku.


"Kau telah mengalami banyak peristiwa yang jauh melebihi ini sehingga kau perlu terbiasa terhadap hal-hal seperti ini, oke? Kau telah melakukan sesuatu yang lebih luar biasa seperti mengalahkan Loki dan Rizevim."


I-Itu karena itu pertempuran! Itu benar-benar berbeda dengan ritual formal seperti ini!


Bahkan teman-temanku tertawa saat melihat bagaimana kakunya aku.


Ya ampun! Kalian pasti enak karena kalian semua hanya perlu duduk di kursi sebagai kerabatku!


Dan orang tuaku dan orang tuanya Rias sedang bersenang-senang dengan membicarakan sesuatu di samping mereka.


Ayahnya Rias mengeluarkan wadah susu dan mulai berbicara dengan penuh semangat.


"Ngomong-ngomong. Kami membuat sesuatu seperti ini. Ini disebut sebagai "susunya Oppai Dragon" dan kami membuatnya dengan menggunakan pabrik metode khusus untuk susu yang kami kumpulkan dari sapi di seluruh wilayah Gremory dan———"



Orang tuaku juga tertarik dengan penjelasannya dan mendengarkan sambil menganggukan kepala mereka.


"Ya ampun, jadi ini salah satu produk yang berdasarkan anak kita———"


"Woah, dia mengalir begitu lancar di tenggorokanku dan ada rasa manisnya! Ini akan populer di kalangan anak-anak dan lanjut usia———"


"Kami berencana untuk menjadikannya barang dagangan pada musim panas. Dan pasti akan ada hak cipta pengarang yang akan dibayarkan kepada anak kalian———"


Orang tuaku tidak lagi merasa gugup dan sebaliknya mereka tertarik dengan pembicaraan ayahnya Rias. 


........Yah, itu akan baik-baik saja dengan ku yang menjadi satu-satunya orang yang merasa gugup.


Seperti ini, kereta tiba di wilayah Maou———



———○●○———


Kami tiba di stasiun wilayah Maou. Kami kemudian naik ke beberapa limusin untuk berangkat ke ruang upacara di bawah penjagaan yang ketat. Ada beberapa mobil keamanan di sekitar limusin..... Berapa banyak uang dan orang yang mereka gunakan untuk promosiku.....Ini sebuah kehormatan.


Kami tiba di tempat upacara dalam waktu singkat. Kami masuk ke dalam dan mendapatkan diri kita siap dan semacamnya. Orang yang bertanggung jawab untuk mengurusku membawa ku di mana aku harus mengganti ke pakaian resmiku untuk tujuan ritual.


Aku merapikan rambutku dan mereka merias wajahku. Karena aku sudah datang sejauh ini aku akan membiarkan orang lain melakukan pekerjaannya untuk merawatku. Aku tidak menolak apapun dan mengalir seperti air.


Setelah aku selesai bersiap-siap, aku diberitahu untuk menunggu di ruang tunggu. Rias yang mengenakan gaun ritual muncul segera.


———Dia cantik!


Rias menjadi super cantik dengan riasan! Dia yang mengikat rambutnya dan gaunnya bersinar juga! Lipstik dibibirnya membuatnya tampak lebih dewasa.


"Apa aku terlihat aneh?"


Mungkin dia meragukan cara aku menatapnya. Jadi dia mulai melihat bagaimana dia berpakaian.


"Nggak. Kau terlihat cantik!"


Aku menjawabnya dengan memberikannya acungan jempol.


Sudah waktunya. Rias dan aku menuju pintu masuk ruang upacara. Aku berdiri dibelakang Rias dan aku harus mengikutinya setelah pintu terbuka.


Ada penjaga yang berdiri di sisi pintu ganda. Di sekitar kita adalah pasukan yang bekerja sebagai keamanan dan staf lainnya.


......Ugh, bahkan aku menjadi lebih gugup! Aku ingin tahu apakah aku bisa melakukan ini. Aku mulai khawatir tapi Rias berbalik dan tersenyum padaku.


"Semua akan baik-baik saja. Ini adalah upacara untuk mengucapkan selamat kepadamu. Jadi tunjukkan kepada semua orang. ———Hasil dari apa yang telah dicapai oleh semua pengalaman yang kau peroleh selama setahun terakhir."


———!


..........Hasil dari satu tahun yang aku alami..........


Dalam situasi seperti ini, upacara promosi Kelas Tinggiku akhirnya di mulai. Kemudian giliran genderang. Pintu ganda terbuka diam-diam bersama dengan musik yang dimainkan untukku ketika aku masuk.


Apa yang muncul dalam pandangan yang luas di depanku adalah———para petinggi yang berpakaian formal berbaris di ruang upacara yang indah dan cantik di mana mereka melihat ke arahku sambil memberikanku tepuk tangan.


Rias berjalan ke depan. Aku mengikuti di belakangnya dengan kecepatan di mana aku yakin tidak akan tertinggal di belakang dengan kecepatan yang tidak akan membuatku terlihat aneh.


Aku menengok sekilas dengan cepat di mana aku bisa melihat anggota ORC dan itu sepertinya kelompok Sitri dan Sairaorg-san juga di sini. Ah, aku bisa melihat Vali dan rekan-rekannya di sudut aula dekat pilar.


Saat kita menuju altar, aku mulai mendapatkan kilas balik dari satu tahun terakhir yang Rias sebutkan.



———Aku Rias Gremory. Aku Iblis. Dan aku Tuanmu. Senang bertemu denganmu, Hyoudou Issei-kun. Bisakah aku memanggilmu Ise?

Semua pertemuanku di mulai dari kematianku.

———Ahahahaha! Tidak mungkin! Karena dia mati! Gadis itu sudah mati, kau tahu? Ini bukan masalah apakah kau melindunginya atau tidak. Kau tidak bisa melindunginya! Kau tidak bisa melindunginya kembali di malam hari dan bahkan sekarang! Kau benar-benar bocah yang aneh! Ini sangat menggelikan!

Raynare...... Bisakah kau lihat bagaimana aku menjadi Iblis Kelas Tinggi? Aku tidak akan membiarkan siapapun mati lagi.

———Burung api dan Fenghuang! Api neraka keluarga kita dikenal sebagai Phoenix! Rasakan itu dengan tubuhmu sendiri dan berubah menjadi abu!

Itu panas. Raiser, apimu panas saat itu dan juga selama pertandingan ulang kita.

———Tidak. Aku hidup sehingga aku bisa membalas dendamku. Pedang Suci Excalibur. Menghancurkannya adalah alasan mengapa aku hidup.

Heh, Kiba. Ada saat ketika kau mengatakan itu. Jagalah Tosuka-san.

———Apa aku berpikir dunia tanpa Dewa itu salah? Apa kau berpikir sebuah dunia tanpa Dewa akan membusuk? Aku minta maaf untuk mengatakannya, tapi itu tidak terjadi. Kau dan aku hidup sehat seperti ini. ———Dunia bergerak bahkan tanpa kehadiran Dewa.

Kau benar, Azazel-sensei. Kambi bisa mengelolanya entah bagaimana bahkan dengan tanpa kehadiran Dewa.

———Ise-san, aku mencintaimu. Aku akan selalu tinggal di sampingmu.

Aku juga mencintaimu, Asia. Mari kita tetap bersama selamanya.

———Itu berarti ada orang-orang yang merasa kesakitan pada apa yang kau sebut sebagai perdamaian.

Vali. Itulah apa yang kau katakan sebelumnya. Tapi mungkin perdamaian yang kau bayangkan sama dengan milikku sekarang.

———Hyoudou Issei! Aku tidak akan kalah! Ada mimpi yang perlu aku penuhi!

Sairaorg-san, bertukar pukulan dengan ku adalah sebuah kebanggaan bagiku.

———.......Teman? Apa manfaatnya jika aku menjadi teman?

Kau mendapat manfaat darinya, bukan begitu, Ophis?

———Aku ingin menegaskan. ———Hyoudou Issei. Siapa kau?

Aku adalah aku, Cao Cao. Aku akan menjadi Iblis kelas Tinggi sementara menjadi diriku sendiri.

———Aku juga berambisi ingin membangkitkan semangat denganmu juga!

Tentu saja, Ravel. Aku seorang pria yang menyedihkan tapi aku benar-benar membutuhkanmu sehingga aku bisa memenuhi ambisiku.

———Rias-buchou, Akeno-san, Koneko-chan, Yuuto-senpai, Asia-senpai, Xenovia-senpai, Irina-senpai, Ravel-san, Rossweisse-san, Azazel-sensei dan Sekiryuutei--Ise-senpai. Bagaimanapun juga, kalian semua adalah rekan-rekanku yang berharga———

Apakah kau Gya-suke atau Balor, kau adalah junior terpentingku dan pria Gremory yang kuat.

———Hei, Ise-kun. Jika aku dikendalikan oleh mereka........tolong bunuhlah aku?

Rossweisse-san, aku tidak akan pernah membiarkanmu mengatakan hal seperti itu lagi.

———Ciumannya malaikat! Ini karena adegannya begitu indah. Orang-orang secara alami ingin mencium seperti ini.

Serius, berkatmu ini menjadi Natal yang mengagumkan. Ini menjadi ciuman yang tidak bisa aku lupakan.

———Semua orang, membuat ini menjadi Akademi Kuoh yang menyenangkan. Tidak, aku akan melakukannya. Jadi, aku menyukai semua orang untuk tolong mengurusku.

Aku menantikannya, Xenovia-kaichou! Aku akan menjadi bantuanmu kapan saja.

———Bahkan jika dia telah bereinkarnasi dan penampilannya telah berubah, dia masih anakku, bukankah begitu?

.....Tentu saja. Aku anak ayah dan ibu. Yang tidak akan pernah berubah meskipun sepuluh ribu tahun kemudian.

———........Azazel mengatakan kalau kau adalah murid terakhir dan yang terbaik........

...............................

............

.....Mengapa kau tidak di sini? ———Sensei, aku ingin menunjukkanmu adegan ini yang akan menjadi momen bersinarku.

Aku mulai mengingat semua kejadian saat aku berjalan ke altar———dan perasaan ini terbentuk di dalam diriku.

Tapi aku harus menahan air mataku. Aku tidak diizinkan menangais. Urusan yang sesungguhnya akan di mulai dari sekarang.

Hanya satu tahun———. Tapi satu tahun yang dipenuhi dengan begitu banyak peristiwa———.

Setahun seperti ini. Aku kemungkinan besar tidak akan pernah mengalaminya lagi.

Aku telah selamat dengan kejam, namun menyenangkan, setahun ini. Aku berdiri di depan altar sambil memiliki kebanggaan dalam apa yang telah aku lalui———

Saat itu juga, aku menerima kata-kata ucapan selamat dari pasanganku.

[Selamat, partner. Kerja yang bagus untuk datang sejauh ini. Kau mencapai Balance Breaker, kau selamat dari Juggernaut Drive, dan kau menunjukkanku semua sisi yang baru menjadi Sekiryuutei. Mari kita bersama dari sekarang juga, seorang Iblis dan Naga, orang yang memiliki kebenaran berkobar di dalam dirinya. ———"Sekiryuurei Issei (Sang Api Kebenaran)".]

Ya, terima kasih, Ddraig. Karena kau di sisiku aku bisa bertarung. Rawatlah aku mulai dari sekarang juga, Kaisar Naga Merah, Y Ddraig Goch!

Dan orang yang menantiku di altar adalah Ajuka Beelzebub-sama, seseorang yang terlihat mengagumkan dengan pakaian Maou nya..... Betapa bahagianya aku jika Sirzechs-sama ada di sampingnya.

"Aku telah menunggu untuk ini. ———Mulai sekarang kau akan menjadi salah satu Iblis Kelas Tinggi."

Di bawah bimbingan Maou-sama yang memberikan ku kata-kata, ritual akhirnya di mulai.

"———Jadi, berikutnya akan menjadi———"

Aku duduk di kursi yang ada di samping altar dengan Rias dan mengikuti bimbingan pembawa acara dari upacara ini.

Salah satu penyanyi wanita opera terbaik yang telah menawarkan keinginannya untuk bernyanyi di upacara ini akan memulai penampilannya. Dia berdiri di depan tiang mikrofon yang di atur di altar dan kemudian dia mulai bernyanyi.

[Adaaaaa Naga yang mencintai Oppai hidup di sudut suatu negara tertentu~.]

———Apa yang dimulai dengan suara indahnya adalah lagu Oppai Dragon!

[Draaaaaaagon, Draaaaaaagon, Opaiiii Dragon~.]

Aku tidak tahu bagaimana aku harus merasakan lagu itu meskipun suaranya indah!

Bahkan teman-temanku di ruang upacara tidak tahu bagaimana harus bereaksi sehingga mereka terlihat berekspresi bermasalah sebaliknya!

Tapi untuk beberapa alasan ayahnya Rias memiliki ekspresi yang sangat terharu! Tampaknya dia sangat terharu kalau dia berpikir ini adalah sebuah ide yang luar biasa untuk memanggilnya!

Wajahnya Rias memerah dan salah satu alisnya berkedut! Ah, ini sudah cukup menjamin ayahnya Rias akan mendapatkan ceramah yang panjang dari putrinya setelah acara ini.

Setelah lagu selesai, ritual akhirnya bergerak ke bagian utama. Rias dan aku berdiri di altar dan hal pertama yang akan terjadi adalah menerima sertifikat. Maou Ajuka Beelzebub-sama mulai membaca apa yang tertulis di sertifikat.

"———Untuk alasan itu, aku dengan ini memberitakan anda, hamba dari Rias Gremory, Hyoudou Issei, sebagai seorang Iblis Kelas Tinggi."

Aku berlutut dan menerima sertifikat dengan penuh rasa syukur. Sekarang, adalah giliranku.

"Ini akan menjadi kehormatanku."

———Aku membalas dengan cara yang rumit.

Aku mendengar ada orang-orang yang menggunakan kata-kata yang berlebihan atau kata yang benar-benar panjang di situasi ini. Tapi aku memberikan jawaban polosku karena aku diberitahu kalau jawaban sederhana akan menjadi yang terbaik. Yah, kata-kata yang berlebihan itu mustahil untuk siswa SMA sepertiku!

Aku kemudian bangkit untuk memperlihatkan sertifikatku di depan kerumunan sehingga mereka bisa melihat dengan jelas. Wow, tiba-tiba ada hujan tepukan dan kamera yang berkedap-kedip!

———Aku kemudian menyerahkan sertifikat ke seseorang yang membantuku. Selanjutnya adalah ritual di mana Rias yang merupakan tuanku menempatkan mahkota ke atas kepalaku.

Rias dan aku berdiri di altar dan saling berhadapan. Aku kemudian berlutut. Rias menerima mahkota dari orang yang bertanggung jawab. Dan kemudian dia———menempatkan mahkta di kepalaku. Itu seperti mahkota yang nyata sehingga aku bisa merasakan beban yang berat.

Lalu ada tepuk tangan lainnya. Baiklah, dengan ini ritual untuk memakaikan mahkota telah berakhir.

Untuk bagian terakhir Maou Ajuka Beelzebub-sama muncul di altar sekali lagi dan mengangkat tangannya. Kemudian sebuah monumen batu yang bersinar dengan warna hitam datang dari atas kepala kita. Monumen batu tersebut mengapung di udara.

.....Jadi, ini adalah monumen yang sangat penting untuk mendaftarkan Iblis Kelas Tinggi yang aku dengar. Aku mendengar kalau dengan menyentuh ini, persyaratan sebagai Iblis Kelas Tinggi———dan seorang [Raja] telah selesai.

"Sekarang, [Raja] baru, Hyoudou Issei. Berdirilah di depan monumen———"

Maou-sama mendesakku.

Aku mengambil langkah maju sambil membungkus lengan kiriku dengan auraku ——— dan kemudian menyentuh monumen.

Jantungku berdebar! Saat ini, jantungku juga membuat suara yang keras! Sekarang aku mengerti. Monumen ini dibuat dari bahan yang sama seperti Evil Pieces.

Monumennya bersinar merah———bukan, itu bersinar dalam warna crimson,dan kemudian menunjukkan cetak tanganku untuk sesaat. Dan kemudian dia kembali ke monumen biasanya.

......Aku menebak.....pendaftaran telah selesai dengan ini maka?

Aku kemudian menerima kotak kecil dari Maou-sama. Ketika aku membukanya ——— 15 Evil Pieces ada didalamnya!

.......I-Ini adalah Evil Pieces untuk ku! Apa yang aku dambakan begitu lama akhirnya berada di tanganku......!

Dengan demikian, ritual ini selesai dengan kebanyakan bagian krusial dari upacara. Apa yang datang setelah ini adalah kata-kata ucapan selamat dari para tamu yang dibacakan oleh pembawa acara upacara.

Karena Rias dan aku telah selesai dengan peran kami, kami duduk di kursi dan merasa sedikit lega.

Setelah semua jadwal usai, Rias dan aku meninggalkan panggung. Aku kewalahan ketika semua orang mulai bertepuk tangan saat kami pergi!

Aku kembali ke ruang gantiku. Aku mulai tenang setelah selesai minum air.

Orang pertama yang berbicara kepadaku setelah menyelesaikan ritualku adalah ——— tuanku, Rias.

"Selamat, Ise."

"Terima kasih! Meskipun aku bertanya-tanya apakah aku melakukannya dengan benar."

"Tentu saja. Kau sangat bagus."

Aku senang ketika Rias mengatakan aku sangat bagus!

———Dan sepertinya semua orang sudah meninggalkan panggung. Sehingga teman-temanku datang ke ruanganku satu demi satu.

Ayah dan ibuku begitu emosional ketika yang lainnya mengucapkan selamat kepadaku.

"Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi di sana, tapi itu pasti membuatku begitu emosional ketika aku melihat Ise dibawah sorotan! Benar kan, sayang!?"

"Kau benar,sayang. Itu membuatku begitu emosional karena sepertinya anak kita telah memperoleh status sosial yang lebih tinggi dari ayahnya! Ngomong-ngomong, apa keistimewaan yang dimiliki Iblis Kelas Tinggi? Aku ingin tahu apa kau mendapat kenaikan gaji?"

Ayah merangkulku dan mengatakan hal ini.

"Ise! Jka kau menjadi seseorang di atasku mengapa kau tidak membelikan kami tiket liburan dengan uang bonusmu!? Salah satu impianku adalah untuk diberikan hadiah dari anak kami untuk pergi tur dengan ibumu!"

"Pemandian air panas alami di Kusatsu pasti akan menyenangkan."

T-Tur onsen ya. J-Jika hanya itu maka aku bisa memenuhi keinginan mereka segera, aku pikir.

Yang lebih penting lagi, apakah aku di atas ayahku sekarang? Kita hidup dalam bidang kerja yang berbeda jadi aku tidak bisa membuat penilaian apapun.

Rias kemudian memberitahu orang tuaku.

"Lebih jauh lagi. Denga statusnya Ise saat ini maka mendapatkan tur keliling dunia bahkan bukan lagi mimpi."

" "T-T-T-Tur keliling duniaaaaaa~!!?" "

Mereka berdua terkejut mendengar kata-katanya Rias dan tubuh mereka gemetaran.

....Tingkatan tur melonjak lebih dari sepuluh kali lipat! Dari tur ke Kumatsu ke tur keliling dunia.... ....! Aku kira aku harus bekerja keras dengan hubungan orang tua dan anak ku!

———Lalu kali ini dua orang yang tidak terduga muncul di ruanganku.

"Hyoudou Issei! Jadi kau ada di sini"

Itu Raiser! Jadi dia ada di ruangan itu!

"Raiser-san! Kau datang!"

Ketka aku mengatakan hal itu, Raiser menjawabnya sambil memerah.

"Hmph, muncul ke tempat di mana aku diundang sebagai jalan hidupku. Selain itu, aku ke sini sebagai pendamping hari ini."

"Sebagai pendamping?"

Aku menjadi penasaran tapi orang yang masuk ke ruang ganti dari arah tatapan Raiser adalah———seorang wanita yang familiar.

"Hyoudou Issei-san, apa kabar? Kau sudah menjadi Iblis Kelas TInggi jadi aku ingin secara resmi memberikanmu kata-kata ucapan selamatku."

Ibunya Ravel! Istri Kepala Keluarga Phoenix!

"A-Astaga, bukankah ini ibunya Ravel! Sudah lama ya! Dan terima kasih!"

Aku menanggapinya dengan menundukkan kepalaku! Aku tidak pernah berharap bagi ibunya Ravel untuk datang! Aku merasa tidak cukup berterima kasih!

Bahkan Ravel terkejut dengan hal ini.

"O-Okaa-sama! Kau datang!?"

"Ya, aku datang ke sini sambil membawa Raiser bersamaku. Kami berdiri di pinggir ruangan."

Ah. itulah mengapa aku tidak bisa melihat mereka.

Ibunya Ravel kemudian berpindah ke topik lainnya untuk sampai ke topik utama.

"Nah, Hyoudou Issei-san. Apakah kau ingat janji yang kita buat sebelumnya?"

"Umm......"

Ibunya Ravel tertawa kecil ketika dia melihat ku yang benar-benar tidak mengerti apa yang dia bicarakan.

"Pertukaran. Mengenai Ravel yang merupakan putri dan hambaku. Aku pasti yakin telah memintamu untuk melakukan pertukaran setelah kau menjadi Iblis Kelas Tinggi."

"Ah! Ya, kita tentu saja melakukannya. Aku yakin kita telah membuat janji seperti itu...... aku pikir."

Kita memiliki pembahasan tersebut selama berkomunikasi dengannya ketika itu diputuskan kalau Ravel akan tinggal di kediaman Hyoudou.... aku pikir! Ingatanku samar-samar karena banyak hal yang telah terjadi.

Ibunya Ravel membuat saran seolah-olah dia menemukan waktu yang tepat untuk berkata demikian.

"Kalau begitu, mari kita langsung melakukan pertukaran. Apakah kau tahu lebih baik untuk melakukan hal ini sesegera mungkin? Ini juga sulit bagiku untuk mengatur waktu jadi aku tidak tahu kapan waktu berikutnya aku bisa bertemu denganmu."

Aku hanya bisa terkejut dengan saran dari melakukan pertukaran. Tapi di sini bahkan lebih mengejutkan! Rias juga terlibat!

"Ya, hal ini mungkin waktu yang tepat. ———Lalu aku akan melakukan pertukaran juga. Asia dan Xenovia."

[———!?]

Semua dari kita terkejut dengan hal ini! Tentu saja! Sebuah pertukaran untuk Ravel cukup mengejutkan! Tapi sekarang juga untuk Asia dan Xenovia!

Rias kemudian berkata kepada mereka berdua.

"Asia, Xenovia. Aku telah mengatakannya sejak setahun yang lalu tapi kalian ingat tentang pembahasan mengenai pertukaran setelah Ise menjadi Iblis Kelas Tinggi kan?"

"Y-Ya!"

"Tentu saja."

Asia dan Xenovia menanggapinya. Ya, daripada tentang pertukaran, mereka berdua telah menyatakan kalau mereka akan mengikuti aku setelah aku menjadi Iblis Kelas Tinggi.

Meskipun itu berarti pertukaran dengan Rias merupakan kebutuhan....  Topik ini merupakn sesuatu yang telah dibahas di antara kita sejak tahun lalu.

Namun. Ketika itu hendak berubah menjadi kenyataan, Asia dan aku hanya bisa kebingungan. Kemudian Rias mulai menggambar apa yang tampak seperti lingkaran sihir yang bertujuan untuk melakukan pertukaran bersama ibunya Ravel di lantai.

"Kalau begitu mari kita mulai."

Asia kemudian berbicara dengan cara yang linglung saat persiapan pertukaran sedang dalam proses.

"T-Tapi....."

Rias menghentikan prosedurnya sekali. Dia kemudian memeluk Asia.

Dia berbicara kepada Asia dengan ramah seakan-akan dia berusaha untuk menenangkannya.

"Kau tidak perlu khawatir tentang hal itu. Ini tidak seperti kita akan hidup terpisah satu sama lain. Dan perasaan di antara kita bukanlah sesuatu yang akan berubah hanya dengan pertukaran, bukan?"

"Y-Ya! Tentu saja! Rasa syukur dan hormatku untuk Rias-oneesama tidak akan pernah berubah!"

Rias mengatakannya dengan penuh kasih sayang saat dia menepuk kepalanya Asia.

"Demikian juga bagi ku, Asia. Maka itu berarti tidak akan ada perubahan bahkan setelah kau menjadi hambanya Ise. Kecuali, tolong dukung Ise ketika berada di bawahnya. Ada hal-hal yang hanya bisa dilakukan olehmu. Dan itu sesuatu yang mustahil bagiku. Ini adalah tugas yang luar biasa yang hanya bisa dilakukan oleh mu, oke?"

Rias membawa Xenovia ke arahnya dan memeluknya bersama dengan Asia.

"Aku minta yang sama untukmu juga, Xenovia. Tolong menjadi pedangnya Ise."

Xenovia menanggapi pelukannya dengan ekspresi yang damai.

"Ya, diterima. Mantan Buchou, Rias. Terima kasih......terima kasih banyak untuk menjaga ku! Uuugh~!"

Xenovia tiba-tiba menangis. Dia mulai meneteskan air mata.

Rias membuat senyum pahit setelah melihat hal itu.

"Hei, jangan mulai menangis. Ini tidak seperti gaya hidup kita berubah....Hanya [Raja]mu yang akan berubah sehingga tidak ada yang akan mengubahmu tahu....?"

Itu benar. Aku sudah menjadi [Raja] tapi ini tidak seperti aku akan hidup terpisah dari Rias sekarang. Aku akan tinggal sendiri setelah aku menjadi Iblis Kelas Tinggi! Itu tidak akan terjadi.

Ini adalah promosi yang mendadak ke Iblis Kelas Tinggi jadi bahkan aku tidak bisa mempersiapkan waktu untuk menjadi independen. Yah, dari sini aku bisa secara bertahap untuk menjadi independen saat aku melihat jalur karir ku. Hanya saja urutannya telah sedikit berubah.

Sehingga tidak seperti gaya hidup setiap orang akan berubah tiba-tiba.

Kiba kemudian berkata.

"Yah, dalam skala yang besar kita masih bisa memanggil kita semua sebagai "Gelar kebangsawanannya Rias Gremory". Selama Ise-un tidak bergerak keluar sekarang maka tidak akan ada perubahan yang terlihat."

Koneko-chan melanjutkan setelahnya.

"......Ise-senpai akan dipanggil sebagai [Pion]nya Rias mantan buchou sekali dia berpartisipasi di Rating Game Dunia Bawah bagaimanapun juga."

Ya, itula yang mestinya berarti. Ketika Rias berpartisipasi di Rating Game profesional aku hanya perlu bergabung sebagai [Pion]nya.

Sehingga, ritual untuk pertukaran berlanjut.
Lingkaran sihir yang muncul di lantai ruang ganti. Rias, ibunya Ravel, dan aku berdiri di samping lingkaran sihir. Asia, Xenovia, dan Ravel berdiri di tengah-tengah lingkaran sihir. Di antara Evil Pieces yang baru saja ku terima sebelumnya, aku memegang potongan yang tidak terpakai yang terdiri dari dua [Peluncur] dan satu [Ksatria].

Rias dan ibunya Ravel menutup mata mereka dan meningkatkan aura mereka sambil menempatkan tangan mereka ke depan. Lalu simbol-simbol iblis yang tercetak di lingkaran sihir mulai beredar.

Lalu ada perubahan yang terjadi pada para gadis. Yang pertama terjadi adalah tubuhnya Asia dan Xenovia bersinar seolah-olah merespon cahaya dari auranya Rias. Lalu berikutnya, tubuhku mulai bersinar dan satu bidak [Peluncur]ku dan bidak [Ksatria] yang aku genggam bersinar satu demi satu.

Aliran auranya berubah secara bertahap karena di sekeliling lingkaran sihir di mana Evil Pieces yang aku pegang mulai sinkronisasi dengan cahayanya Rias. Lalu kali ini Asia dan Xenovia sinkron dengan auraku. Dan pada akhirnya ibunya Ravel dan Ravel mulai bersinar saat bidak [Peluncur] terakhirku juga bersinar.

Ravel dan aku bersinkronisasi melalui lingkaran sihir di mana bidak [Peluncur]ku bersinkron dengan ibunya Ravel.

Setelah seluruh ritual ini berakhir——— Rias dan ibunya Ravel menghentikan aura mereka dan lingkaran sihir di lantai menghilang

Dan kemudian Rias mengambil satu bidak [Peluncur] dan [Ksatria] yang awalnya milikku. Ibunya Ravel mengambil sisa bidak [Peluncur].

Rias kemudian mengatakannya dengan senyum di wajahnya.

"Baiklah, ini semua sudah dilakukan sekarang. Asia, Xenovia. Mulai sekarang kalian adalah "anggota gelar kebangsawanannya Hyoudou Issei"."

Oh benarkah!? Jadi ini adalah pertukaran! Ini cukup sederhana.

———Lalu Asia melompat ke dalam pelukanku.

"Ise-san! Ise-san, Ise-san, Ise-san!"

Cara bagaimana Asia sangat bergembira sangat mengejutkan.

Dia terus mengatakan bagaimana dia ingin menjadi bagian dari gelar kebangsawananku sepanjang waktu ini bagaimanapun juga.

Aku juga memeluk Asia.

"Ya, Asia! Dengan ini salah satu janjiku telah terpenuhi!"

"Aku mencintaimu! Aku tidak akan meninggalkanmu lagi!"

"Hahaha, tidak ada satu waktu kau pernah meninggalkanku."

Kali ini Xenovia menempatkan lengannya ke leherku.

"Aku juga denganmu! Mari kita mengamuk!"

"Jangan berlebihan melakukannya, Xenovia!"

Ini menakutkan ketika kau mengeluarkan semuanya! Yah, aku juga bisa mengatakan itulah yang membuatnya begitu diandalkan!

"Ravel, rawat aku mulai dari sekarang juga!"

Aku mengatakannya ke Ravel yang juga menjadi hambaku.

Ravel bertindak kuat sementara memiliki air mata di matanya.

"Tentu saja. Aku akan memberikan segalanya untuk [Raja]ku, Ise-sama, sebagai manajer dan sebagai hambamu."

Ya, aku juga akan memperbaiki diri untuk memenuhi standar manajerku, Ravel!

Ibunya Ravel memberikan satu anggukan setelah menyaksikan ini dan kemudian mengatakan hal ini.

"Lalu aku akan mempercayakan putriku kepadamu untuk selamanya. Aku juga akan perlu mempersiapkan upacara yang akan———"

"O-Okaa-sama! Kau terburu-buru! Harap menunggu sampai aku lulus dari perguruan tinggi!"

Ravel terburu-buru menutup mulut ibunya.

Tapi ibunya Ravel membuat satu batukan lalu dia membisikkan sesuatu ke telingak dengan ekspresi yang serius.

(....... Aku akan memberitahumu satu hal tentang putriku.)

Dan ini adalah apa yang dia bisikkan padaku.

(———Sifat sejatinya Ravel adalah jalan supremasi. Jalan yang mudah untuk mebuat dendam dari orang lain dengan mengatur dunia melalui kekuatan militer dan kebijaksanaan. Ini seperti minyak dan air bila dibandingkan denganmu yang sifat sejatinya adalah jalan kebenaran jika kau memerintah dunia.)

———!

.....Sifat sejatinya Ravel adalah jalan supremasi? Dengan kata lain dia akn menciptakan penguasa tertinggi?

Ibunya Ravel menyentuh dadaku menggunakan jarinya dan kemudian mengatakan ini dengan senyum penuh makna.

(Jika kau mengandalkan Ravel maka kau pasti akan jatuh ke jalan supremasi. Jadi aku memintamu untuk tidak membuat kesalahan dalam cara menggunakannya. Alasan mengapa aku mengambil Ravel dari Raiser karena aku berpikir kalau Raiser akan membuat kesalahan dalam menggunakannya bahkan apakah dia tahu tentang bakatnya.)

.....Apa yang dia katakan?

Ravel dan jalan supremasi.... Pada saat ini aku terheran-heran hanya bisa memiringkan kepalaku.

Irina yang sedang menyaksikan seluruh prosedur ini menempatkan sebuah ekspresi seolah-olah dia membuat keputusan tertentu.

"...Jadi Xenovia dan Asia pergi ke sisi Ise-kun...... Ya, sudah waktunya aku membuat keputusan."

......Irina, aku bertanya-taya apakah pertukaran sebelumnya membuatnya teringat sesuatu.

———Diriku yang baru saja mempunyai tiga hamba. Kemudian Raiser bertanya padaku.

"Jadi, Hyoudou Issei. Kau sudah menjadi Iblis Kelas Tinggi yang telah kau inginkan. Jadi aku kira tujuanmu belum berubah, kan?"

Oh, jadi kau bertanya padaku tentang pertanyaanitu! Aku mengatakan itu dengan senang hati dengan wajah yang mesum.

"Tentu saja aku menantikan pesta yang mewah! Wanita dan gadis-gadis yang cantik! Oppai, oppai, Raja Harem dengan begitu banyak mimpi!"

"Tentu saja tujuan utamaku tidak berubah. Aku sudah berlatih begitu keras untuk mencapainya dan terus melawan musuh yang kuat meskipun hampir kehilangan hidupku."

———Tapi aku telah mendapatkan ambisi selain dari itu selama satu tahun kebelakang.

Jadi aku akan mengungkapkan mereka.

".....Yah, itulah bagaimana aku memulainya. Tapi sekarang di atas tujuanku aku berpikir betapa indahnya hidup dengan damai bersama teman-teman dan keluargaku. Aku ingin meraihnya dan aku berharap menjadi seperti itu."

Apa yang aku sadari saat bertarung dengan orang-orang jahat adalah betapa pentingnya kehidupan sehari-harimu. Dan selanjutnya perdamaian adalah yang paling penting. Lebih tepatnya, jika kau tidak bisa menikmati hari-hari damaimu maka kau tidak bisa melakukan hal-hal yang bejat!

"———Ah, kecuali ada satu hal yang perlu aku tambahkan."

Aku mengangkat jariku dan membuat sumpah.

"Jika ada yang menyakiti orang-orang terpentingku maka aku pasti akan mengalahkan mereka bahkan jika mereka mungkin seorang Dewa."

Aku menyatakannya ke semua orang dengan tekad yang bulat.

Ya. Aku pasti tidak akan mengampuni orang-orang yang akan menyakiti orang-orang terpentingku atau mengganggu dunia yang damai bahkan jika orang itu mungkin seorang Dewa.

———Perang Naga Jahat adalah insiden yang cukup untuk mengubah nilai-nilaiku.

Raiser membuat senyum yang lebar setelah mendengarnya.

"Kau benar-benar telah pandai berbicara. Sepertinya aku bisa mempercayakan Ravel padamu. ———Lalu kau akan datang, kan?"

Dia mengatakan hal ini saat dia menempatkan tangannya ke leherku.

"Turnamen Internasional. Dari Keluarga Phenex kakak tertuaku dan timku akan berpartisipasi. Aku telah memutuskan kalau ada makna bagiku untuk berpartisipasi tidak peduli betapa sulitnya bagiku untuk menang. Mampu bertarung dengan kelas Dewa secara resmi adalah situasi yang terpikirkan yang tidak akan pernah bisa kau alami."

———!

....Ya ampun. Bahkan orang ini telah membawa topik ini. Dan orang ini juga berpartisipasi. Bahkan jika dia memenangkan turnamen yang ramping dia berkeyakinan kalau berpartisipasi di dalamnya memiliki arti———

Raiser Phenex, tubuh dan jiwamu benar-benar telah terbakar panas........ Sama seperti burung yang abadi. Aku benar-benar mulai untuk berpikir bagaimana bertarung denganmu di masa lalu adalah pengalaman yang hebat.

Raiser mengatakannya sambil mengacak-acak rambutku.

"Aku percaya kau akan berpartisipasi sebagai seorang [Raja]. Tidak, aku mengharapkannya. Dan jika aku bisa bertarung dengan mu di sana...... Bakar aku, Sekiryuutei. Aku akan menunggu!"

———Hehe, serius nih.

Bahkan orang ini memintaku. Aku kira ini tidak bisa dihindari bagi orang-orang yang akan bertemu denganku dari sekarang untuk bertanya kepadaku pertanyaan yang sama.

Raiser dan ibunya meninggalkan ruang ganti setelah memberikan kami perpisahan setelah melakukan pertukaran———

Ini terjadi ketika kami meninggalkan ruang ganti setelah urusan kami selesai dan berjalan ke tempat di mana pesta akan di adakan.

Kami menyambut tamu sekali lagi.

Itu seorang bocah yang tampak seperti seorang siswa sekolah menengah dengan rambut hitamnya yang tampak kebiruan. Dia memiliki wajah yang terstruktur baik.

Aku pikir dia adalah seorang anak dari keluarga kaya yang kemudian tersesat. Tapi saat mata kita bertemu———

Aku mengerti dengan insting bahaya yang ada di dalam diriku naik ke tingkat maksimal segera.

Matanya terasa seolah-olah dia melihat langsung ke dalam diriku. Ketakutan, ancaman, dan gemetaran yang aku dapatan darinya terasa seolah-olah dia akan menguasai tubuh dan pikiranku. ......Bukan hanya aku. Yang lainnya (minus orang tuaku) merasakan kedewaan dan keunggulan tanpa batas dari bocah itu dan bukannya menjadi peringatan kami semua hanya bisa menggigil.

Bocah itu mengatakan hal ini saat dia membuat tertawa kecil.

"Hmm....aku bertemu dengan mereka untuk pertama kalinya tapi aku bisa melihat wajah orang-orang yang aku dengar dari rumor dan mereka yang belum aku temui. Namun, aku harus memberikan kata-kata ucapan selamatku. Selamat untuk menjadi Iblis Kelas Tinggi, Sekiryuutei."

Bocah itu memberikanku tepuk tangan.

Orang yang muncul di belakangnya adalah———Maou Ajuka Beelzebub-sama dan orang lain yang tidak diketahui. Dia mengenakan gaun bawaan, sebuah sari.

Ini bukanlah kedewaan tanpa batas seperti bocah itu, tapi orang yang tak dikenal juga memiliki kedewaan yang tidak bisa dipercaya dari seluruh tubuhnya dan terus mengeluarkan aura tertinggi. Dia seorang pria yang tampan dengan rambut hitam panjangnya dan kulit putihnya yang pucat walaupun memiliki tubuh yang bagus. Dia juga memiliki mata yang tajan dan setelah dia melihat kami semua dia membawa pandanganya kembali padaku.

"............Hmm, jadi ini "Sekiryuutei Issei (Api Kebenaran)" yang telah mengalahkan Loki dan Apophis."

Sepertinya dia mengamati spek ku dan terdengar seperti aku telah memuaskannya.

Rias memanggil nama Beelzebub-sama.

"Ajuka-sama."

Beelzebub-sama mengangkat tangannya untuk mendesak kita untuk "tidak menyalakan tanda bahaya".

"Rias, orang ini ingin bertemu dengan kalian semua bahkan jika itu tiba-tiba aku telah membawanya ke sini."

Mengatakan hal itu, Beelzebub-sama memperkenalkan bocah itu kepada kami.

"———Orang ini adalah Shiva-sama."

[———!?]

........Ya ampun.........!

.......Dewa Penghancur yang berada di tingkat yang berbeda di antara para Dewa dan jika kau tidak menyertakan Great Red dan Ophis, dia dikatakan sebagai yang terkuat di antara seluruh kekuatan........!

Semua orang di sini benar-benar terkejut (Meskipun orang tuaku tercengang karena mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi di sini!)!

.....Yang lebih penting lagi, dia datang ke upacaraku hari ini!? Berapa banyak perhatian yang aku dapatkan hari ini!?

Bocah itu———Shiva, mengatakan hal ini sambil tersenyum kepada kami.

"Bagaimana kabar kalian semua, DxD..... dari pihak akademi Kuoh yang harus aku katakan. Namaku Shiva, salah satu dari tiga Dewa penyangga. Aku merasa kita akan bertemu lebih sering dari sekarang jadi aku ingin memberikan salamku."

Dia mengangkat tangannya ke depan...... jadi aku menjabat tangannya sambil merasa ketakutan.

"T-Terima kasih untuk itu...."

.......Aku berjabat tangan dengan Dewa Penghancur.......

———Dan kali ini pria jangkung yang tampak seperti pendampingnya berbicara kepadaku.

"Promosi Iblis Kelas Tinggi, izinkan aku untuk mengucapkan selaman kepadamu juga."

"...K-Kau, umm."

Shiva memperkenalkan pria itu kepadaku.

"Dia adalah Pangeran muda Asura."

———!

............Hahaha, aku benar-benar tidak bisa berkata-kata sekarang. Kali ini Pangeran Asura!

Pangeran Asura meletakkan tangannya ke depan dan memperkenalkan dirinya.

"Namaku Mahabali. Senang bertemu denganmu."

Pangeran Asura, Mahabali, mengatakan hal ini saat dia menjabat tanganku.

"Terutama dirimu, Hyoudou Issei, aku sangat ingin bertemu denganmu. Pencapaianmu selama Perang Naga Jahat juga mencapai telingaku. Aku juga ingin bertarung melawan Trihexa bersama denganmu."

"K-Kau menyanjungku...."

Aku hanya bisa menjawabnya dengan memaksa senyum di wajahku! Itu karena dua Dewa....lebih seperti dua pilar Dewa, tapi bagaimanapun juga dua pilar Dewa datang jauh-jauh ke sini hanya untuk menyambutku! Aku hanya bisa kebingungan di situasi yang telah jauh melampaui harapanku!

Shiva sepertinya bersenang-senang karena dia menempatkan tangannya dibawah dagunya.

"Aku telah mendengar kau sangat jujur mengenai hasrat seksualmu tapi kau tidak terlihat seperti itu sama sekali. Raja Harem adalah mimpimu, kan?"

"Y-Yah, aku terkenal sebagai seorang yang cabul! Aku sudah mencapai langkah seperti Dress Break yang akan menghancurkan pakaian wanita dan Bilingual yang mengizinkanku untuk berbicara dengan oppai mereka! Dan sekarang aku berharap jika aku bisa menciptakan langkah baru yang mengizinkanku untuk melihat langsung ke dalam pakaian wanita!"

Kenapa sih aku menjelaskan hal tersebut ke Dewa Penghancur dan Pangeran Asura!

Dan Mahabali mengambil kata-kataku dengan serius jadi dia menganggukkan kepalanya dengan wajah yang serius!

Shiva tampaknya hanya bersenang-senang.

"Hmm, seperti itu. Tentu saja keinginan seksual telah menjadi sumber yang langsung datang dengan langkah mereka. Tapi dari melihatmu saat ini, sulit untuk berpikir kau akan membuat langkah seperti itu karena aku tidak merasakan banyak keinginan seksual yang berasal darimu."

Shiva menunjuk hidungku dan kemudian bertanya hal ini.

"Apa yang kau cari sekarang? Apakah wanita bagaimanapun juga?Atau ketenaran?"

"Aku, aku ingin keduanya! ........Bukankah hal itu?"

Shiva mengelengkan kepalanya saat mendengar kata-kataku dan kemudian mengatakan hal ini.

"Itulah apa yang kau cari dari dalam hatimu. Hal apa yang paling kau inginkan? Bukan sebagai bentuk tunggal tapi keseluruhan."

Apa yang aku inginkan bukan sebagai bentuk tunggal tapi keseluruhan............

Aku menjawabnya segera.

".....Aku kira perdamaian. Aku ingin hidup damai di mana tidak ada perang. Aku berjugan dengan segelah kekuatan hanya untuk hal itu."

Shiva membuat satu anggukan setelah mendengarnya. Dia kemudian melihat dari atas kepalaku sampai ke ujung kakiku.

".....Oh begitu, jadi itulah bagaimana keadaannya."

Sepertinya ada sesuatu yang meyakinkannya.

"A-Apa maksudmu?"

Ketika aku bertanya———Shiva menempatkan telapak tangannya ke dadaku.

"Ya, dia hanya berenang di perbatasan dengan damai karena dia suka tanpa dibatasai oleh apapun. Ophis meskipun apa yang terjadi di masa lalu sekarang menikmati kedamaian, kan? Jika dua makhluk yang bisa dikatakan sebagai orang tua keduamu sedang mencari perdamaian maka tidak akan aneh jika itu mengubah sifat sejatimu karena kau dibuat oleh kekuatan mereka. Sepertinya kau telah sangat dipengaruhi oleh Great Red dan Ophis tetapi sebaliknya juga berlaku. Kau saat ini berusaha untuk hidup lebih dari apapun. ———Ini berarti kau menempatkan semua yang kau punya untuk melindungi kehidupanmu yang damai. Jika kau benar-benar ingin menjadi Raja Harem maka kau mungkin tidak akan bisa maju lebih lanjut jika kau tidak menetapkan pikiranmu."

Jadi yang dia katakan kalau aku mendambakan perdamaian lebih dari siapapun karena pengaruh Great Red dan Ophis.

........Lebih penting lagi, ini Dewa Penghancur yang tahu di mana Ophis tinggal ya. Apakah Beelzebub-sama atau Azazel-sensei yang memberitahunya.......

Shiva melanjutkan.

"Ini juga dipengaruhi oleh Ketidakbatasan dan Mimpi tetapi kau juga mencari kedamaian, kan? Ketidakbatasan mungkin meningkatkan keserakahan lebih jauh. Kau bisa mengatakan itulah harga untuk mendapatkan kekuatan dan kemungkinan yang kuat. Aku menduga kalau jauh di dalam dirimu itu menghentikanmu dari membuat bayi sampai kau memenangkan perdamaian dengan tanganmu sendiri. Kau bisa mengatakan itu borgol yang terbuat dari karma. Tidak ada cara seorang mantan manusia bisa memiliki kekuatan dua Naga kelas Dewa."

........Perasaan ini berputar-putar di dalam diriku. Perasaan campu aduk yang aku punya sebenarnya berasal dari....... jadi apa kau mengatakan kalau aku bisa menjadi Raja Harem setelah memenangkan perdamaian dengan tanganku sendiri......?

.......Apakah itu, Great Red? Ophis? Naga Surgawi yang mencari perdamaian...........  ..........Oh begitu. Itu mungkin seperti itu. Great Red dan Ophis hidup begitu riang. Mereka mencoba untuk hidup dengan cara seperti itu. Dua Naga yang disebut terkuat ingin menikmati perdamaian. Tidak, mereka sedang menikmati kedamaian.

Dua Dewa Naga seperti ayah dan ibuku. Jika mere mencari perdamaian maka itu tidak bisa di bantu kalau aku yang merupakan anak mereka sedang dipengaruhi oleh mereka.......

Shiva tertawa geli ketika dia melihat ku sedang memikirkan semua hal ini.

"Keberadaan yang seperti lelucon karena dia memiliki kekuatan dua Naga yang melampaui kekuatanku sedang mencari perdamaian lebih dari apapun dan memiliki tujuan untuk menjadi Raja Harem, ya....... Fufufu, kau telah mengambil perhatianku."

Shiva yang berbicara ke Beelzebub-sama.

"Ajuka, kau ingat kondisi yang Azazel berikan padaku, kan?"

".....Kasus di mana kami akan mempersiapkan apa-apa yang anda minta, aku kira?"

Beelzebub-sama bertanya kepadanya.

Shiva mengangguk.

"Ya, yang itu. ———Sekiryuutei."

"Eh? Ah, ya?"

Shiva kemudian mengatakannya langsung ke padaku.

"———Bagaimana dengan kau menjadi bawahanku?"

[———!?]

Aku dan teman-temanku hanya bisa terkejut!

Shiva kemudian memberitahu Rias.

"Ah, jangan salah paham. Aku tidak mengatakan kepadanya untuk meninggalkanmu, Rias Gremory. Jika Perang berkobar dari mitologi kami sebagai pusatnya maka bolehkah dia menjadi kekuatanku? ———Itulah apa yang aku maksudkan. Bahkan termasuk teman-temannya di dalamnya baik-baik saka. Jika itu teman-temanmu maka mereka mempromosikan kelompok, kan?"

"Shiva-sama! Tapi itu!"

Shiva berbicara saat dia menghentikan kata-kata Beelzebub-sama dengan tangannya.

"Tindakan Sakra———Indra, meningkatkan kekuatannya untuk mengalahkanku adalah sesuatu yang kau sadari, kan? Dia mengumpulkan petarung terkenal di bawahnya untuk menantangku. Aku menganggap hari itu akan secara tidak terduga segera. Ada kemungkinan yang tiggi dia akan mengambil tindakan di turnamen mendatang. Kau tau ada Cao Cao dan Sun Wukong dibawahnya, kan? Maka itu wajar bagiku untuk ingin beberapa bidak yang lucu sebagai bawahanku juga."

"...... Shiva-sama."

Shiva mengangkat bahunya ke Beelzebub-sama.

"Aku tidak memberitahumu untuk meninggalkan pihak Rias Gremory. Tapi Indra sudah mulai mengambil tindakan karena dia sudah melihat tahap "selanjutnya", kau tahu? Kemudian sebelumnya aku memberikan tawaranku yang semakin baik."

Kali ini pria yang mengawal dirinya———Pangeran Asura Mahabali, berkata kepadaku. Maksudku mengapa orang-orang ini terus berbicara hanya kepadaku!?

"Sekiryuutei, kami para Asura sudah memutuskan untuk berjalan di samping Shiva-sama. Jika kau bergabung dengan kekuatan kami bukankah kami bisa merasakan keyakinan. Bagaimana dengan hal itu? Bagaimana dengan menjadi bawahan Shiva-sama sehingga kau bisa bertarung bersamaku di medan perang? Mengalahkan Indra bersama-sama dengan kami tentu akan menjadi sebuah hiburan."

Tiba-tiba Mahabali melepaskan suasana kemarahan dari seluruh tubuhnya. Pada saat yang sama benda-benda kecildi ruangan ini seperti cangkir dan mejad mulai bergetar dan memiliki retakan pada mereka.

"Aku tidak bisa memaafkan Indra. Ayahku, Vairochana, dibunuh tak lain oleh Sakra, Indra, bagaimanapun juga.......! Varuna-sama yang merupakan Raja Asura saat ini memberitahuku untuk tenang tapi kemarahanku ini adalah salah satu hal yang tidak bisa aku tenangkan!"

.....Suara dan tindakannya dikemas dengan begitu banyak intensitas dan kegeraman. Wajahnya ditutupi dengan kemarahan.

Shiva mengangkat tangannya kepadaku.

"———Sekiryutei Issei (Sang Api Kebenaran), jadilah bawahanku. Jika kau yang merupakan hamba dari Ruin Princess.....tidak, sebenarnya kau adalah Naga yang telah jauh melampaui Iblis. Bukankah menerima perlindungan dari Dewa Penghancur sangat menarik?"

.....Ini adalah tawaran yang gila. Sejujurnya keluar dari dunia ini yang aku tidak bisa menyelesaikan topik tersebut. Aku tahu aku tidak bisa sembarangan mengambil tawarannya. Jika Azazel-sensei di sini dia akan tertarik dalam diskusi ini tapi dia tidak lagi di sini.

———Mulai sekarang aku harus berpikir dan menjawabnya sendiri.

Aku kemudian bertanya ke Shiva.

"......Apakah anda ingin berperang melawan Sakra?"

Shiva tertawa.

"Itu bukan ide yang buruk. ———Meskipun aku terlalu bosan dengan perang yang biasa.Aku lebih suka untuk mempersiapkan sesuatu yang lebih menarik. Yah, aku tidak punya niat untuk memulai perang kotor setelah sekian lama."

Dia mengatakannya dengan cara seolah-olah dia menghindar untuk menjawab dengan serius.

Shiva juga mengatakan hal ini.

"Sekiryuutei Issei (Api Kebenaran). Ingatlah hal ini. Mulai sekarang, apakah mereka teman atau musuh, mereka yang akan muncul di depanmu dan Hakuryuukou Bintang Fajar adalah makhluk sekelas Dewa. Hubungan dan pertempuran yang akn melibatkan banyak kelas Dewa. ———Itulah berapa banyak prestasi yang kalian tunjukkan. Kau mungkin Naga yang mencintai wanita dan perdamaian lebih dari apapun. Bukan, kau mungkin yang menciptakannya. Kau telah membuat begitu banyak keajaiban karena mereka. Tapi kau tahu, aku pikir ada alasan lain yang sebenarnya dibalik hal itu."

Shiva menyipitkan matanya dan sepertinya dia menemukan hal yang menarik.

"———Kau suka individu yang kuat, kan? Tentu saja itu akan mencakup teman-temanmu di dalamnya, tetapi bahkan jika mereka musuhmu kau suka untuk melawan pejuang dengan keyakinan kuat lebih dari apapun. Kau ingin menonton dan melawan mereka. Ketertarikan yang kau peroleh selain wanita setahun lalu yang diisi dengan pertempuran yang intens adalah ntuk melawan orang yang kuat, bukan?"

———!

............

.....Kenapa ya. Diriku yang mencari harem kira-ira setahun yang lalu. Sekitar setahun telah berlalu sejak saat itu———

Meskipun aku ingin menolak kata-kat Shiva aku tidak bisa membawa diriku. Bukan, ada sisi di dalam diriku yang menyetujuinya.

Ya, bersama dengan pikiran bejat aku———terpesona oleh "kekuatan" dan menjadi gila tentang hal itu melalui pertarungan denga Raiser, kelompok Sitri, Sairaorg-san, dan banyak lawan kuat lainnya.

Aku suka untuk mengalahkan lawan yang kuat setelah pertarungan intens seperti menyukai meraba-raba oppai para gadis———

Tampaknya Shiva mengambil sikap diam ku sebagai persetujuan dan tersenyum gembira.

Shiva mulai menepuk punggungku.

"Ini mengenai Turnamen Rating Game Internasional yang akan aku sponsori. Aku berencana untuk menamainya dengan salah satu pahlawan Perang Naga Jahat dan menyebutnya "Piala Azazel". Dia melakukan semua pekerjaan dibelakang layar tepat sebelum hal itu dimulai. Bukankah kau pikir itu nama yang cocok?"

———Piala Azazel. Itu nama Turnamen Rating Game Internasional.

Shiva terus melanjutkan.

"———Orang kuat yang begitu banyak kau sukai juga akan muncul. Banyak dari mereka pejuang yang suka dengan mu. Semua orang yang bertukar pukulan dengan dirimu akan berpartisipasi. Melihat hal itu, apa kau akan berdiri di samping garis sambil menggigit kukumu?"

Mahabali juga mengatakannya langsung kepadaku.

"Aku juga berpartisipasi. Dan jika kau juga maka mari kita berduel. Aku mengerti itu hari ini setelah bertemu denganmu. ———Dengan mu aku bisa memiliki pertarungan yang  tidak bisa aku minta lebih."

Tidak pernah sekalipun bahkan seorang Dewa bertanya padaku. Berapa banyak orang yang mencariku?

———Kemudian Shiva mengarahkan pandangannya ke pintu.

"Apa kau tidak punya sesuatu untuk dikatakan? Assasin-san yang kirim Sakra."

———!

Semua orang menjadi siaga pada kata-kata Shiva. Ada assasin yang dikirim oleh Sakra berdiri dibelakang pintu!? Aku tidak melihatnya sama sekali! Jadi kau memberitahuku kalau assasin telah menguping kita!?

Orang yang muncul dengan membuka pintu adalah———Cao Cao! T-Tentunya orang ini mungkin assasin yang dikirim Sakra tapi aku tidak pernah berharap dia muncul!

Cao Cao berkata sambil mengangkat bahunya.

"Maafkan aku, Shiva-sama. Aku tidak berniat bersembunyi tapi aku tidak ingin mengganggu diskusi anda."

"Fufufu, kau datang untuk melihat Sekiryuutei, kan?"

Cao Cao menjawab "Ya" untuk pertanyaan Shiva.

Cao Cao berkata setelah mengarahkan matanya padaku.

"Siapa yang akan pernah berpikir Shiva-sama akan tertarik padamu. Serius, kau terus tumbuh setiap kali aku bertemu dengan mu."

"Tidak terpikirkan kau akan datang juga. Apakah kau datang untuk melihat upacara promosiku? Meskipun kau bukan tipe orang yang mengucapkan selamat."

"Kau benar. Aku datang untuk mengamati ritual promosimu atas nama Sakra. Meskipun aku pikir ini adalah kesempatan yang baik. Ada sesuatu yang harus aku beritahu padamu."

Cao Cao berkata dengan wajah yang gagah berani.

"Aku pasti akan berpartisipasi juga. Aku mendapat izin dari Sakra juga. Aku akan menantang diriku sendir untuk melihat sejauh mana kekuatanku akan pergi bersama dengan tim yang aku siapkan. Dan jika keinginanku untuk melakukan pertandingan ulang dengan kalian semua akan terpenuhi maka aku tidak bisa minta lebih."

Cao Cao berbalik dan mengatakannya saat dia berpaling kepadaku.

"———Iblis Kelas Tinggi, Hyoudou Issei. Aku benar-benar ingin menghancurkan timmu secara langsung. Aku selalu merindukanmu dan Vali."

Mengatakan hal itu. Cao Cao pergi.

...............

......Sial, maksudku serius. Semua orang-orang ini......!

Mereka yang berbicara kepadaku———sedang dalam keadaan semangat pertempuran tingkat tinggi dan mengamatiku. Selanjutnya, Dewa ini yang dipanggil Shiva, Pangeran Asura, Cao Cao, dan Raiser tidak melihatku sebagai hambanya Rias tapi melihatku secara langsung———

......Emosi ini terbangun di dalam diriku.....

———Turnamen Internasional di mana yang kuat akan berkumpul. Dan timku sendiri, ya.

Kemudian hal yang Shiva katakan padaku berputar-putar di dalam diriku.

———Kau menyukai individu yang kuat, kan?

......Ya, aku yakin! Ada terlalu banyak orang yang mengagumkan disekitarku yang menarik perhatianku, yang membuatku ingin menargetkan mereka, dan itu membuatku ingin melampaui mereka!

Aku menggenggam dengan benar-benar kuat. Api yang menyala bergabung dengan hatiku semakin lebih kuat.

Setelah Cao Cao pergi tampaknya Shiva dan Mahabali menyelesaikan urusan mereka sehingga mereka meninggalkan tempat kejadian bersama-sama dengan Beelzebub-sama.

Ada kedatangan terus menerus dari tamu yang terduga. Semua dari kita telah tenang dan menuju rumah setelah pesta.

Aku melihat keluar jendela saat dalam perjalanan pulang dengan kereta.

.... Aku kemudian melihat pemandangan dari stadion yang kami lewati ketika kami datang ke sini.

.... Tempat itu akan menjadi stadion pertandingan.

Semua rasa frustasi ini terbangun di dalam diriku———

Timku sendiri———

Para pejuang yang muncul di depanku semua mencariku———

Aku sudah menjadi Iblis Kelas Tinggi———

Aku [Pion]nya Rias tapi———aku seorang [Raja] juga.

...........

.....Ini bukan hanya Rating Game biasa. Ini adalah Turnamen Internasional.....

.....Untuk tidak berpartisipasi sementara semua orang yang aku kenal berpartisipasi......

———Tidak ada cara aku akan membiarkan hal itu terjadi!

Bertarung melawan dirinya. Dan bertarung melawan dia juga. Setelah itu diambil dari ku oleh orang lain membuatku frustasi bahkan lebih.

Bisakah aku mengizinkan dirik sendiri hanya untuk berdiri dan melihat semua orang yang aku kalahkan melawan seseorang selain diriku!?

———Aku kemudian menyadari kalau aku telah berdiri di garis start yang baru sekali lagi.

Diriku yang merasa seolah-olah jiwaku terbakar akan membakar tubuhku. Tapi kemudian ada orang-orang yang mendekatiku.

———Itu Asia, Xenovia, dan Ravel.

Mereka bertiga memiliki tampilan yang bertekad.

Xenovia kemudian mengatakannya dengan gagah berani.

"...... Ise, aku sudah memutuskan."

Asia juga mengangguk untuk kata-katanya yang kuat.

"Ya, aku juga sama dengan Xenovia-san. Aku akan mengikuti jalan yang Ise-san pilih. ———Aku [Peluncur]mu."

Ravel kemudian bertanya tanpa rasa takut.

"Nah, Ise-sama. Apakah tidak ada sesuatu di dalam pikiranmu yang telah dirangsang?"

.......Ya ampun, kalian semua mengenalku dengan sangat baik.....

"......Asia, Xenovia, dan Ravel. Bisakah kau mendengarkan apa yang sedikit aku katakan?"

Aku———kemudian membagi pikiranku kepada gelar kebangsawananku yang pertama———


Artikel Terkait

Previous
Next Post »

14 komentar

Write komentar
Fandi Akhmad
AUTHOR
September 30, 2016 at 8:07 AM delete

Versi Bahasa Inggrisnya belum selesai, tergantung dari sumber Bahasa Inggrisnya

Reply
avatar
September 30, 2016 at 8:31 AM delete

Anda tahu di mana Anda memiliki versi Jepang?

Reply
avatar
Fandi Akhmad
AUTHOR
September 30, 2016 at 9:41 AM delete

saya minta maaf, untuk volume 21 dan 22 saya belum menemukan versi RAWnya

Reply
avatar
Fandi Akhmad
AUTHOR
October 6, 2016 at 8:52 PM delete

sudah 90 % kok, sisanya besok pagi jam 10

Reply
avatar
Eman sulaiman
AUTHOR
October 8, 2016 at 1:13 PM delete

wah,makin seru min, lanjut. . 😃

Reply
avatar
Eman sulaiman
AUTHOR
October 8, 2016 at 1:13 PM delete

wah,makin seru min, lanjut. . 😃

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
October 9, 2016 at 12:28 AM delete

ini udh full 100% yah min

Reply
avatar
dhik yan
AUTHOR
October 9, 2016 at 10:41 PM delete

Boleh tau jadwal rilis nya gak min,,??biar sllu update..hee
N untuk videonya kapan yaa,,??thank's

Reply
avatar
Fandi Akhmad
AUTHOR
October 11, 2016 at 10:20 AM delete

1. Jadwal rilisnya kira2 satu sampai tiga hari setelah versi bahasa inggrisnya rilis

2. Di tunggu aja nanti ada OVA yg dibundel bersama dengan DxD DX 3, kira-kira akhir bulan November rilisnya.

Reply
avatar
Ahmad Riyanto
AUTHOR
October 11, 2016 at 10:31 PM delete

makasih banyak min tetep lanjut ya min

Reply
avatar