Highschool DxD Vol 20 - Last Life (Summary)

6:26:00 AM
Highschool DxD Vol 20 - Last Life (Summary)



Ketika Issei dan yang lainnya mengamuk di seluruh wilayah Agreas, Azazel pergi menuju ruang power dari kota terapung sendirian. Dia telah menyiapkan peta Agreas sebelumnya sehingga perjalanannya berjalan lancar. Dia juga mampu menghindari perangkap. Azazel berpikir beruntung kalau dia pergi sendirian karena mereka mungkin diperlambat oleh perangkap jika mereka bergerak dalam kelompok besar.

Di depan dua buah pintu ruang power yang sangat besar, ada seorang gadis kecil berpakaian hitam yang menjaganya. Itu adalah Lilith.

Azazel mengatakan kalau orang ini adalah orang terakhir yang ingin dia lawan karena dia akan hancur oleh dia segera.


Azazel kemudian bertanya apakah dia bisa membiarkannya lewat. Lilith menjawab tidak mungkin karena Rizevim menyuruhnya untuk menjaga ruang power.

Dan ketika ditanya apakah tidak ada cara lain selain bertarung, Lilith menjawab.

"Bertarung? Lilith, kuat ...., sangat kuat."

Dia kemudian mengangkat kepalan lucunya dan bersiap untuk bertarung. Meskipun Lilith dalam posisi bertarung dia masih terlihat seperti gambar yang imut, Azazel tahu kalau kekuatan pukulan yang datang darinya akan menjadi luar biasa.


Azazel kemudian bermasalah pada apa yang akan dilakukan. Jika Issei di sini, dia bisa melakukan sesuatu yang hebat dengan anak-anak. Asia juga, dengan afinitasnya dengan naga.

Azazel kemudian mendapatkan ide!

Dia mengambil coklat yang setengah dimakan yang dia bawa sebagai makanan darurat. Dia meletakkannya di depan Lilith dan bertanya apa dia ingin permen.

Begitu Lilith melihat permen, matanya berubah. Sama seperti Lilith lainnya, Ophis, dia tampaknya lemah terhadap permen juga.

Azazel menggerakkan coklat batangan ke atas, ke bawah, ke kiri, dan ke kanan, dan garis penglihatan Lilith mengikutinya. Dia tampaknya sangat tertarik pada apa yang Azazel pegang di tangannya.

Dia kemudian  mengingat insiden di wilayah Tepes ketika Issei bertemu Lilith dan mengajaknya untuk makan. Sepertinya Lilith adalah naga yang serakah.

Azazel berkata, "Kau menginginkannya? Rasanya enak dan manis!"

Di depan godaan, Lilith dalam diamnua, wajah tanpa ekspresinya, harus menelan ludah.

Azazel kemudian merasa kalau dia mengerikan pada apa yang dia lakukan. Dia kemudian mengusulkan kalau dia akan memberikan coklat batangan ke Lilith dan Lilith akan membiarkannya lewat.

Lilith menjawab kalau dia tidak bisa membiarkannya lewat tapi dia masih ingin permen.


Azazel menyerah dan membiarkan Lilith memiliki permennya. Dia berkata ke Lilith.

"....Jangan melihatku dengan mata seperti itu. Oke. Oke. Aku mengerti. Pikirkan apakau kau akan membiarkan ku lewat atau tidak setelah kau memakannya."

Lilith kemudian makan coklat batangan dalam diam.


Ketika Azazel mengobrol dengan Lilith dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, dia mendengar langkah kaki yang datang dari lorong. Apa yang muncul adalahRizevim yang terlihat babak belur.

Rizevim sedang berbicara dengan dirinya sendiri dengan kepala tertunduk. Dia merenungkan apa dia harus menggunakan Lilith tapi dia khawatir pada apa yang terjadi jika dia berinteraksi dengan Dua Naga Surgawi. Setelah memutusan perlu untuk memperkuat dan "menyesuaikan-kembali" Lilith setelah mengamati hal yang nyata, dia memanggil Lilith dan dengan berbuat demikian, dia akhirnya menyadari kehadiran Azazel.

Rizevim memiliki wajah tidak menyenangkan setelah Azazel mentertawai luka-lukanya. Azazel bertanya siapa yang melakukan itu padanya? Issei atau Vali? Dia menambahkan, seperti yang diharapkan.

Rizevim menjawab jelas Azazel tidak akan terkejut karena dia adalah orang yang membimbing Dua Naga Surgawi.


Azazel menjelaskan kepadanya bahwa semua yang terlibat dengan mereka akan kalah dan dihancurkan. Hanya masalah waktu untuknya.

Shalba dan Cao Cao yang terlibat dengan kejahatan mereka dan mereka dikalahkan. Sejarah hanya berulang. Rizevim mungkin berpikir kalau itu tidak terjadi padanya karena dia kuat.


Rizevim mengatakan ke Azazel kalau kata-kata dia (Azazel) menyinggungnya. Azazel membalas kalau itu benar. Di menambahkan,

"Bahkan kejahatanmu melebihi perkiraanku. Kau memiliki Holy Grail dan Buah Kehidupan. Tapi, kau tidak sabaran. Bahkan sekarang, tindakanmu terlalu ceroboh. Itu terlalu banyak. Apakah ini terkait dengan kantung hitam di bawah matamu?"

Ketika Azazel melihat, RIzevim memiliki kantung mata di bawah matanya. Dia berpikir kalau itu mungkin karena kurang tidur tapi dia bertanya-tanya apa yang membuat dia kurang tidur. Dia bukan tiper orang yang lembut.


---terbalik dengan harapan Azazel,Rizevim mencemooh dirinya. Dia menjelaskan kalau dia tidak mengharapkan untuk menjadi orang yang lembut. Itu bukan karena Sirzechs, atau Vali dan Issei, maupun DxD. Itu karena sesuatu yang lain.

Saat Azazel bertanya-tanya apa yang Rizevim bicarakan, sebuah cahaya menyilaukan muncul. Melihat sumber cahaya, Azazel mengenal kalau itu berasal dari Gerbang Naga dan ada dua! Warna-warna yang mereka wakili dicampur dengan warna gelap.


Apa yang muncul adalah naga raksasa dengan tiga kepala dan leher yang panjang, naga yang dipanggil 『Diabolism Thousand Dragon』── Azi Dahaka. Dan seorang pemuda berkulit coklat yang indah memakai jubah hitam, 『Eclipse Dragon』 dalam bentuk manusia ── Apophis.

Seorang pemuda, Apophis, terlihat jijik setelah melihat Rizevim. Dia berkata ke Rizevim.

《──Keputusan untuk mengakhiri permainanmu terlalu lemah, Pangeran.》

Azi Dahaka menambahkan dengan penghinaan mengatakan kalau Rizevim memiliki kekuatan mental yang lemah. Dua kepala Azi Dahaka lainnya juga bergabung.

"Kepala tahu!!"

"Kau hanya memiliki sikap yang bagus!!"

Sepertinya Azi Dahaka sedang menikmati menghina Rizevim yang terluka.

"Hei, Rize-kou. Sepertinya kau tidak dalam kondisi yang baik."
(kou=prince)

"Aku mendengar kau dihajar di pertarungan yang mencolok ☆"

"Melayani anda dengan benar! Melayani anda dengan benar!"


Rizevim tampaknya kesal dengan sikap Azi Dahaka. Apophis kemudian mengatakan padanya kalau mereka akan melakukan sesuatu sendiri sekarang. DIa kemudian menggunakan lingkaran sihir dan apa yang ditampilkan adalah salah satu cangkir Sephiroth Graal!

Rizevim mendecih setelah melihat Holy Grail di tangan Apophis. Dia bertanya bagaimana mereka memilikinya setelah dia (Rizevim) menyembunyikannya dan menggunakan banyak mantra perlindungan.

Azi Dahaka hanya tertawa dan masing-masing kepalanya berkata

"Yah. Masalahnya adalah, Aku lebih baik daripada kau dalam hal sihir."

"Sihirmu sangat tidak bagus ☆"

"Maou kelas dua!! Maou kelas tiga!!"

Rizevim dikhianati oleh dua Naga Jahat legendaris.

Jika ada kesempatan, Azazel akan mencoba mengambil Holy Grail.


Apophis menjelaskan apa yang terjadi pada Rizevim. Dia mengatakan karena kutukan Fafnir, dia mengalami mimpi buruk setiap malam. Lingkaran hitam di bawah matanya adalah buktinya. Rizevim berencana memperkuat Lilith tapi dia tidak sabaran. Juga, meskipun dihitung sebagai Iblis Super, dibandingkan dua lainnya, peringkatnya jauh lebih rendah.

Penjelasan Apophis tepat dengan firasat Azazel. Fafnir pasti mengubah jiwanya menjadi kutukan sebelum kehilangan kesadaran dan terus menyerang Rizevim dalam tidurnya.Serangan Fafnir penyebab ketidak sabaran Rizevim dalam penguatan Lilith!

Apophis mendesah melihat kondisi Rizevim. Dia berkata kalau dia disiksa olehnya (Fafnir) dan dia sendiri menjadi penghalang untuk rencana tersebut. Apophis juga mengatakan kalau kutukan Fafnir sangat kuat dan berkata bahwa Rizevim telah ikut campur dengan hal-hal lain terlalu banyka.

Rizevim telah melakukan hal-hal yang tidak perlu. Ini adalah alasan dia terpojok dan membuat kesalahan. Ini adalah hasil dari mendorong lawan-lawannya terlalu jauh.


Rizevim di sisi lain gemetar karena marah setelah dibuat bodoh oleh dua Naga Jahat.

Azazel kemudian bertanya ke Naga Jahat apa mereka akan memberikan Holy Grail padanya. Apophis menolak karena mereka juga memiliki kepentingan mereka sendiri dalam bertarung dengan Dunia Lain.

Azi Dahaka setuju dengan apa yang dikatakan Apophis.

"Ini akan menarik melawan Dewa dari dunia lain."
"Ini akan menjadi neraka yang menyenangkan ☆"
"Aku ingi pergi ke Dunia yang tak terlihat!"

Setelah melihat lorong, Apophis tersenyum dan mengumumkan keberangkatan mereka, meninggalkan Rizevim sendiri.

Sesaat setelah Dua Naga Jahat menggunakan Gerbang Naga, Vali tiba dalam kilatan cahaya dengan armor putih bersihnya.


Rizevim tersenyum kecut dan menyambut cucunya. Vali memberi tahu kakeknya untuk tidak meremehkan para Naga setelah pikirannya yang lalu berpikir dia bisa dengan mudah mengendalikan Naga Jahat yang berdiri di puncak.

Vali kemudian meletakkan tangannya ke depan dan mulai mengumpulkan aura dalam jumlah besar di atasnya. Melihat hal ini, Rizevim mulai panik dan mencoba beralasan dengan cucunya.

Tanggapannya, Vali mulai membacakan mantra Empiro Juggernaut Over Drive.

Ruangan tertutu mulai bergetar. Kekuatan luar biasa mulai terlepas dari Vali ketika armornya mulai berubah. Tingkat konsumsin dan kelelahan yang benar-benar tinggi tapi kekuatan yang diberikan adalah benar-benar nyata.

──Untuk sementara, dia akan memiliki kekuatan bahkan untuk membunuh Dewa.

Setiap baris yang Vali ucapkan, permohonan Rizevim menjadi lebih putus asa.

"Hei, bukankah tugas yang muda untuk mengurus yang lama?"

"Oh, aku tahu! Aku akan meminta maaf untuk segala sesuatu yang telah aku lakukan. Aku minta maaf karena berbuat kasar padamu."

"hei, hei, Ini buruk. Apa kau ingin uang? Wanita? Aku bisa memberikan mu semuanya!"

Vali menunjukkan ketidak belas kasihan dan membacakan mantra terakhir dari nyanyian itu.

Jika Rizevim dalam kondisi sempurna, ini tidak akan bekerja karena Vali akan kalah dalam pertempuran daya tahan. Tapi itu tidak terjadi sekarang. Rizevim sudah terluka parah dari pertarungan sebelumnya.

Vali kemudian menciptakan pedang yang seluruhnya terbuat dari sihir dan tidak terpengaruhi oleh Sacred Gear. Bahkan jika kau tidak bisa menyerang menggunakan Sacred Gear melawan Rizevim, peningkatan sederhana dalam kekuatan yang diberikan EJOD (Empiro Juggernaut Over Drive) cukup untuk mengalahkan Rizevim di kondisi yang sekarang.

Rizevim bahkan memohon ke Azazel untuk hidupnya tapi Azazel menghentikannya dan berkata,

"Rizevim, kau adalah yang terburuk. Tapi, setidaknya kau mendapat kehormatan untuk menderita dan mati tangan Sekiryuutei dan cucumu sendiri, Hakuryuukou"


Pada saat-saat terakhirnya, Rizevim bukan apa-apa tapi menyedihkan.


Vali menunjuk pedang sihir ke Rizevim dan berkata

"Itu bukan alasan, Azazel.

Orang ini──telah kalah oleh keluarga biasa.

..... Hyoudou Issei memiliki "sesuatu" yang aku tidak punya.

......Orang ini telah dikalahkan oleh itu."

Mendengar apa yang dikatakan Vali, Azazel mampu membayangkan apa yang telah terjadi.

Identitas Issei telah terungkap kepada orang tuanya. Tapi tetap, mereka masih menerimanya. Ini pasti membuatnya benar-benar bahagia. Kekuatan Sacred Gear orang itu pasti meningkat pesat. Setelah semua, Sacred Gear merespon perasaan pemiliknya.


──Rizevim terpojok oleh cinta keluarga dari keluarga Issei.


Lahir dan dibesarkan dalam keluarga normal. Orang tuanya tidak memiliki garis keturunan khusus dan hanya orang-orang biasa. Orang tua dan anak hidup normal.


Rizevim tidak mengetahui...... tapi itu sesuatu yang Vali inginkan.


Ini seperti memisahkan kemenangan dan kekalahan.... dan itu ironis untuk Rizevim.


Tidak tahu harus berbuat apa, Rizevim berteriak memanggil Lilith. Dia (Lilith) pergi ke Rizevim dan bertindak sebagai penjaga. Rizevim mengangguk beberapa kali dan tersenyum jahat di wajahnya.

Dengan Lilith berdiri sebagai penjaga, tawa sinis biasa Rizevim kembali.


Vali kemudian berbicara dengan lembut ke Lilith memintanya datang ke sisinya. Dia tidak akan menyerangnay dan orang di belakangnya adala seseorang yang tidak harus dia ikuti.

Lilith bingung saat Vali bersikap ramah dengannya. Pasti apa yang disebutkan Rizevim tentang keragu-raguannya pada Dua Naga Surgawi berinteraksi dengan Lilith.

Lilith akhirnya menolak dan mengatakan kalau di dibutuhkan untuk melindungi Rizevim. Rizevim menanggapinya berulang kali dengan melambaikan vertikal kepalanya dan memuji Lilith dan mengatakan kalau dia adalah gadis yang baik, Lilith adalah nama ibunya.

Jika terus seperti ini, kondisi ini akan menguntungkan Rizevim. Namun, Vali masih tenang dan berkata ke Lilith.

"Ikut dengan ku.

──Jika kau ikut dengan ku, aku akan membiarkanmu bertemu dengan Great Red dan sisi lainmu, Ophis.

Hyoudou Issei, Sekiryuutei, ingin bertemu denganmu lagi"

Lilith yang tanpa ekspresi selama ini bereaksi setelah mendengar nama Great Red, Ophis, dan Hyoudou Issei.

Vali terus membujuknya sembari berkata kalau dia bisa memberikan hal-hal yang lebih baik. Jauh lebih baik daripada pria yang dibelakangnya bisa.

Azazel bergabung dan memberikan dorongan terakhir dengan menunjukkan permen dan bertanya apakah dia ingin itu.

Lilith langsung setuju dan bergumam.

".............Great Red, Lilith lainnya........Sekiryuutei........permen.........Great Red, permen, Lilith lainnya, permen........Sekiryuutei yang lucu......."

Mencoba kembali untuk mendapat dukungan Lilith, Rizevim mencoba menyuapnya juga dengan sesuatu tapi Vali sudah cukup dan memotong tangannya.

Rizevim berteriak menderita setelah lengannya terputus karena dia tidak mampu menghindari serangan mendadak Vali.

Melihat serangannya akhirnya mencapai Rizevim, Vali mencoba untuk membunuhnya sekali dan untuk semua tapi dia hentikan karena dia melihat sesuatu. Vali berkata kalau dia hendak mendaratkan pukulan membunuh setelah Rizevim terpojok oleh Issei tapi sepertinya ada orang lain yang benar-benar ingin membunuh Rizevim.


Gerbang Naga kemudian muncul melepaskan aura emas.

Melihat warnanya, Rizevim takut setengah mati.

Apa yang mucnul adalah naga dengan sisi emas, ──Fafnir. Hal ini dapat disadari kalau Fafnir belum pulih sepenuhnya tapi dia melanjutkan bergerak menuju Rizevim yang penuh dengan niat membunuh.


『…………Akhirnya, aku menemukanmu』


Rizevim gemetar ketakutan setelah Fafnir datang kepadanya, Rizevim terpojok oleh Fafnir yang terus mengejarnya dalam mimpinya. Sepuluh, ratusan, ribuan kali dia dibunuh dalam mimpinya. Dia dibunuh di mimpinya dan perlahan-lahan membunuh jiwanya.

Kemarahan, kebencian, dendam. Mereka mengalir keluar dari Fafnir.

Rizevim mencoba beralasan ke Fafnir dengan mengatakan dia hanya ingin menghidupkan sesuatu di Surga sehingga dia melakukan itu.


Tanggapan Fafnir sederhana. Dia mematahkan kaki Rizevim.


Dengan mata kemerahan dengan warna kemarahan. Fafnir berbicara ke Rizevim.

"Kau mengasari Asia-tan! Ini tidak diboleh! Benar-benar tidak boleh!!!!"

Azazel memberitahu Rizevim bahwa dia membuat Naga marah terlalu banyak. Ini adalah balasannya.


──ini hanya makanan penutup. (hanya makanan penutup .... mau? hanya makanan penutup...... makanan penutup....... permen, kue, Rizevim mati karena permen. Mau? Ok. Aku akan menunjukkan diriku.)


Yang memulai kejatuhan Rizevim ironisnya naga unik yang tidak berkepentingan dalam pertarungan.





   Fafnir suka harta karun──。
   Harta karun emas dan perak yang berkilauan, banyak senjata legenda dan langka..... tapi yang paing penting adalah ikatannya dengan gadis ramah──。

   Untuk Fafnir, itu saja sudah cukup.
   Melihat senyum Asia lebih dari cukup──。
   Pada mata Fafnir, senyum Asia selalu tercermin.

──Dan orang ini menyakitinya.



Hal ini sama dengan Issei. Dia hanya ingin hidup dengan damai. Vali juga hanya ingin hidup dengan orang tuanya dan hidup dengan damai.


Azazel kemudia berkata ke Rizevim.

"Hal ini bisa menjadi pelajaranmu sebelum kau mati, anak Maou-kun.

Ada hal-hal di dunia ini yang tidak boleh kau sentuh.

Dan kau merusaknya berulang kali.

Ini alasan untuk kematianmu."

Sebagai usaha terakhir, Rizevim menembakkan peluru sihir ke Fafnir tapi Raja Naga tidak bergeming.

Fafnir membuka rahangnya dan tanpa ampun menggigit Rizevim.


Melihat saat-saat terakhir Rizevim, Vali berekspresi seperti beban berat diangkat dari dia.....tapi pada saat yang sama memliki tampilan kesedihan.


"Rizevim, kau mempermalukan nama Lucifer.

Kau terlalu banyak mengotorinya.

Tapi aku lega.

Aku akan mengambil alih sebagai keturunan terakhir dari Lucifer.

──Setidaknya, aku tidak akan menjadi Lucifer sepertimu."

Saat-saat terakhir Rizevim Livan Lucifer -Lilin- sang penghasut.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »