Highschool DxD Vol 20 - Life 3 Part 2 (Summary)

6:31:00 AM
Highschool DxD Vol 20 - Life 3 Part 2 (Summary)



Selama perjalanan kelompok ke lantai teratas gedung, semakin banyak Naga Jahat produksi masal menghalangi jalan mereka.

Irina menyarankan Issei dan Asia harus pergi ke lantai atas melalui bagian dalam gedung. Mereka akan mengurus sisanya di luar. Setelah mengatakan itu, Irina memancarkan gelombang suci dari Hauteclere untuk menghancurkan panel kaca gedung. Issei dan Asia masuk dan melanjutkan perjalanannya menuju lantai atas.

Pada saat itu, mereka berdua mendengar suara yang disiarkan di seluruh gedung. Itu suara Diehauser Belial dan sepertinya dia menyampaikan pesan kepada orang-orang Dunia Bawah.

Issei dan Asia berhenti di diepan ruangan dengan banyak monitor. Wajah Belial terlihat di semua monitor itu.

Belial melanjutkan pidatonya dengan suara serius. Dia berkata kalau sekarang, dia akan memberitahu semua orang tentang kegelapan dari Rating Game.

Issei segera pergi dan terus ke lantai atas untuk menghentikan Belial saat dia berbicara yang  dapat merusak nilai-nilai dari orang-orang Dunia Bawah.

Belial mengatakan kalau generasinya yang menghasilkan banyak bakat. Iblis muda yang diberkati dengan bakat berdiri dipuncak permainan. Roygun Belphegor (no 2 sekarang), Bedeze Abaddon (no 3 sekarang) dan dirinya semuanya mempunya kompetisi yang ramah. Kualitas permainan menjadi naik.

Tapi kemudian Belial mendengar beberapa rumor yang mengganggu. Itu adalah Roygun, Bedeze, dan peringkat atas lainnya yang tidak diberkahi dengan bakat. Dia pikir ini hanya cerita yang dibuat dari orang-orang yang cemburu.

Suatu hari, sepupunya Cleria Belial memberitahunya sebuah cerita yang menarik.

── Apa kau tahu tentang potongan 『Raja』?


Saat Issei mendengar nama Cleria, dia ingat kalau Cleria adalah pendahulu Rias dalam mengatur Kota Kuoh. Dia adalah bagian dari tragedi yang melibatkan cinta seorang laki-laki manusia dan seorang Iblis.


Belial melanjutkan ceritanya. Dia menjawab pertanyaan Cleria kalau potongan 『Raja』 hanya urban legend. Tapi Cleria melanjutkan ceritanya. Menurut dia, di dekat tempat yang dia diberi yuridiksi ada tempat persembunyian Ajuka Beelzebub>

Menurut Belial, Ajuka membuat sebuah "permainan" di suatu tempat di Jepang. Itu adalah cerita terkenal. Dia kemudian memperingatkan sepupunya untuk tidak mengganggu dan mendekatinya sembarangan.

Cleria benar-benar tertarik pada gosip. Bahkan di masa kecilnya, dia selalu mempunyai stok informasi untuk diberitahu kepadanya. Tapi penyelidikan itu tiba-tiba berhenti dan ada alasan besar di baliknya.

Belial kemudian berbicara dengan suara penuh kesedihan.

"Dia (Cleria) ingin agar aku tidak mengetahui gosip itu.

Saat aku sebagai Raja Permainan untuk waktu yang lama. Aku tidak suka sebuah artikel yang ditulis oleh seorang reporter di Dunia Bawah.

Dia (Cleria) mengenalku dengan baik, dia tahu berapa banyak kekuatan yang aku miliki.

....Dia berasal dari keluarga terpentingku.

....Aku memperlakukannya seperti adikku sendiri."


Kesimpulannya adalah Cleria tewas.

-----Dibunuh oleh pemerintah Dunia Bawah. Itu bukan masalah yang diperintahkan oleh Empat Maou tapi oleh Iblis Tua.

Kebenaran yang disembunyikan dari ku.

Alasan mengapa sepupuku mati.

.....Aku ingin menyelesaikannya tidak peduli pada apapun dan aku menemukan kebenaran dari sumber tertentu.

Issei bingung. Bukankah Cleria dibunuh karena dia jatuh cinta dengan manusia? Adakah alasan lain? Dia juga mengerti bahwa ini pasti alasan mengapa Kaisar membantu Qlippoth. "Sumber tertentu" yang dia bicarakan pasti Rizevim.


Belial melanjutkan. Dia mengungkapkan kalau potongan 『Raja』 ada dan peringkat atas mendapatkan kekuatan sekarang dengan bantuan potongan 『Raja』.

Issei meningkatkan langkahnya saat Belial menyajikan sesuatu yang Ajuka beritahu kepada mereka: keterlibatan Belial dengan Qlippoth, kegelapan Rating Game, dan kematian Cleria.


Ini adalah balas dendam Kaisar Belial terhadap Iblis Tua.


Ketika Issei dan Asia mencapai ruang observasi, Belial sudah menyelesaikan siarannya. Ruang observasi besar dan cukup memadai untuk bertarung.

Belial sudah melihat kedatangan mereka tapid dia tidak mengubah wajahnya ke arah mereka. Dia mengatakan kalau dia hanya membiarkan publik tahu kebenarannya. Dia juga melakukan kejahatan. Agreas .... Riser Phenex.

Issei berjalan ke arah Sang Pemenang. Dia ingat Ajuka memberitahunya. Dia hanya harus fokus pada yang dia perlu lakukan dan percaya padanya tentang hal-hal lainnya. Ya, dia harus percaya pada Maou Ajuka Beelzebub.

Dan misinya sekarang adalah ── menyelamatkan orang tuanya.

Issei hanya berkata ke Belial,

"──Tentu saja. Aku tidak peduli."

Issei kemudian mendengar suara yang tidak menyenangkan datang dari bayang-bayang peralatan video. Itu Rizevim Livan Lucifer.

Rizevim menyambut keduanya Asia dan Issei.

"Sudah lama sejak kejadian di Surga. Kaisar Naga Merah. Putri Raja Naga Emas."

Issei menekan kemarahannya dan berbicara ke Rizevim.

"Yo, anaknya Lucifer. Aku ingin bertemu denganmu. Kenapa kau tidak mengembalikan orang tua ku. Juga, kenapa kau mengincar Ophis?"

Rizevim hanya mengangkat bahu pada perkataan Issei. Dia menjawab kalau dia ingin kerjasama Ophis.... lebih -- dia ingin memperkuat Lilith. Itu hal yang baik karena Nidhoggr ingin memakan telur naga dan pergi ke ruang bawah tanah. Azi Dahaka menggeledah Rumah Hyoudou dan tidak ada orang di rumah. Meskipun, ada halangan dana kami tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Orang tuamu hanya tambahan. Jika kalian datang pada kami, memiliki sandera akan berguna.

Rizevim kemudian berkata kalau mereka tampaknya memiliki pengunjung lain.

Issei segera mengaerti apa yang Rizevim maksud saat dia mengingat jelas aura kuat yang dia rasakan.

Dari sisi lain ruang observasi, Vali datang menerjang dengan zirah putihnya.


Issei berjalan ke arah Vali dan bertanya di mana anggota lain timnya. Vali menjawab kalau mereka mengamuk di luar.

Saat Rizevim melihat Dua Naga Surgawi berbaris, dia tersenyum sinis dan mengatakan kalau dia akan memperkenalkan penonton. Dia mengklik jarinya dana lingkaran sihir tipe transisi muncul. Setelah cahaya transisi memudar, apa yang muncul adalah orang tua Issei.

Issei memanggil orang tuanya dan melepas helmnya agar mereka mengenalinya.

Keduanya melihat Issei dan Asia dan berkata

"....Issei.........? Kenapa kau mengenakan pakaian aneh? Dan Asia-chan di sini juga."

"Beberapa saat yang lalu, orang ini dengan rambut perak mengatakan berbagai hal aneh. Aku sangat bingung. Apa yang terjadi.............?"

Issei marah bertanya apa yang dia (Rizevim) katakan kepada mereka. Dengan sebuah pertunjukkan, dia berencana untuk mengungkapkan kebenaran kepada pasangan suami istri ini."

Issei tidak ingin menunjukkan dirinya bertarung tapi dia tahu dia harus menyelamatkan mereka.


Ada dua musuh. Vali melawan Rizevim. Issei melawan Belial.

Pertempuran dimulai dengan Vali bergegas menuju Rizevim. Pukulannya ditutupi dengan jumlah aura yang luar biasa yang langsung menghilang setelah menyentuh Rizevim. Meski begitu, Vali berani menantangnya dengan pukulan dan tendangan. Rizevim mampu menghindari mereka semua. Lawannya berbeda. Sebuah pukulan Rizevim memberikan kerusakan besar pada Vali. Zirahnya menghilang ketika Rizevim memukul Vali dan pukulannya langsung terhubung ke tubuhnya Vali.

Setelah mengelap darah dari mulutnya, Vali memulihkan zirahnya dan menyerangnya sekali lagi. Sama dengan melawan Issei di Surga. Ini adalah pertarungan yang berbeda jika Issei menggunakan [Menembus]. Dia ingin membantu Vali tapi ada orang di depannya yang mencegahnya.


Pertempuran Issei dengan Belial juga dimulai. Mengulang menyerang dan bertahan, tapi tidak ada yang serius. Meskipun begitu, Issei tidak bisa menemukan bukaan. Perbedaan kemampuannya terlalu besar.

Issei bertanya di mana bidak-bidaknya. Belial menjawab tidak perlu bagi mereka untuk berpartisipasi dalam kejahatannya. Dia adalah satu-satunya yang harus disalahkan.

Issei kemudian menggunakan [Boost] untuk meningkatkan aura di pukulannya. Tapi saat pukulannya menyentuh telapak Belial, kekuatan meningkatkan dia menghilang. Issei pikir kalau itu Sacred Gear Canceller Rizevim tapi dia segera menepis pemikirannya segera karena zirahnya masih utuh.

Melihat hasilnya, Belial memberitahu Issei kemampuannya. 『Tidak bernilai』.

Issei mengingat apa kemampuannya. Itu membuat karakteristik spesial tidak bernilai. Sekarang, kekuatan meningkatkan di buat tidak bernilai.

Issei masih melanjutkan serangannya ke Belial. Menggabungkan segala sesuatu yang dia miliki. Ketika serangan meningkatkan di lepaskan, peningkatan itu dibuat tidak bernilai. Ketika [Menembus] di tambahkan, Belial hanya menghindarinya. Belial dengan anggun menghindari semua serangannya.

Akibatnya Issei berkeringat di dalam zirahnya.


──Kemampuan/posisi yang saling berjauhan.

Lawan bahkan tidak serius! Dia benar-benar tingkatan Maou! Di memang Sang Juara! Issei berpikir kalau cerinya akan berbeda jika dia menggunakan Crimson Blaster atau Longinus Smasher tapi dia yakin Belial akan mampu berdiri setelah itu.

Namun, Issei masih tidak berhenti dan terus bergegas ke Sang Juara.

Saat Issei menyerang, Belilal diam-diam bicara dengannya bagaikan guru yang melatih muridnya. Dia berkata serangan Issei bagus dan dia ingin merasakannya selama permainan.

Issei menjawab sudah terlambat sekarang sebagai akibat dari pengakuannya, Dunia Bawah pasti penuh sengketa sekarang. Jika pengakuan datang dari seorang yang sangat dihormati seperti dia, maka kepercayaannua akan sangat dihargai.

Belial mengatakan kalau dia tahu tapi Issei menyangkal dia bertanya apakah dia benar-benar tahu? Jika demikian, mengapa serangannya penuh keraguan.

Ada saat-saat di mana Belial bisa memberikan lukaparah pada Issei tapi dia (Belial) membatalkannya setiap kali.



Sementara Issei dan Belial sedang saling bertukar serangan, Vali sekali lagi jatuh ke lantai. Meskipun dia langsung berdiri, jika ini dilanjutkan staminanya akan habis.

Mungkin berbeda jika Vali menggunakan EJOD (Empiro Juggernaut Over Drive) tapi bentuk itu mengkonsumsi banyak stamina. Ada juga SGC Rizevim yang akan meniadakannya.

Rizevim mengejek Vali dengan menanyakan apakah kakeknya terlalu banyak gerakan penuh keagungan.Dengan terlihat malu, Vali membatalkan armor di tangan kanannya dan menggunakan lingkaran sihir. Dia berencana menggunakan kekuatan iblisnya saja.

Rizevim kemudian berkata kalau berbicara seperti ini menjengkelkan. Sebagai anak dari Lucifer, dia masih perlu bertindak penuh dengan keagungan lagi dan lagi.

Vali mendorong jarinya dan menjawab bahkan jika dia mencoba menutupinya, kedengkiannya masih merembes darinya. Dia lahir dari kejahatan dan kedengkian.

Setelah mendengarRizevim sekali lagi tertawa dengan tawa menyebalkannya.

Issei menyetujuinya. Tidak peduli apa sifat keagungan yang dilakukan Rizevim, kejahatannya masih menunjukkan sifat sejatinya.


──Rizevim kemudian menoleh ke arah Belial dan berkata,

"Sang Juara-kun! Lakukan "itu"! "

Setelah mengungkap tampilan penderitaan, Belial mengambil botol kecil. Isinya berwarna merah. Setelah beberapa saat Belial menghilang dan muncul kembali di belakang Issei. Dia memaksanya minum botol tersebut. Meskipun Issei menolak, dia tidak mampu mengatasi kekuatan Sang Juara.

Isinya memasuki mulut Issei. Dia (Issei) bisa mencicipinya dan rasanya seperti darah. Dia tidak tahu mengapa dia dipaksa untuk minum darah.

Dan kemudian dia merasakannya. Jantungnya berdenyut dengan cepat dan tubuhnya bergetar. Tubuhnya memanas dan terasa seperti kena demam yang tinggi.

Issei kemudian menyadari tangannya mengalami perubahan dan berubah menjadi Naga. Kekuatan Naga di dalam dirinya meningkat dan sebagai hasilnya, lengannya menjadi lengan Naga. Issei kemudian menyimpulkan kalau itu pasti darah naga. Peningkatan kekuatan Naga membuat perubahan pada tubuhnya.

Dia merasakan panas yang tidak normal dari kepalanya sehingga dia melepas helmnya. Setelah melakukannya, dia mendengar jeritan dari ibunya. Dia (ibunya) terlihat seperti melihat sesuatu yang tidak biasa.

Dia (Issei) kemudian memegang wajahnya. Itu bukan kulit manusia.

Rizevim menggunakan lingkaran sihir untuk menghasilkan cermin di depannya. Apa yang dia lihat berbeda. Kulit yang mengeras, mata yang berbeda, taring tumbuh dari mulutnya. Seperti orang yang berbeda. Wajahnya dasarnya seperti Naga.

Rizevim kemudian dengan riang memberitahu orang tuanya bahwa yang disebut anak mereka adalah seorang monster. Rizevim terus mengatakan bahwa anaknya meninggal musim semi kemarin. Liburan musim panas? Dia pergi ke Dunia Bawah? Dia sibuk juga selama akhir tahun. Dia memiliki sedikit waktu untuk dihabiskan bersama keluarganua setelah dia sibuk berakting sebagai monster.

Issei ketakutan mendengar Rizevim memberitahu hal-hal tersebut di depan ibu dan ayahnya. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dia tidak ingin orang tuanya untuk melihatnya seperti ini. Dia ingin semuanya di hentikan. Da berharap kalau semua ini hanya mimpi.

Hatinya kemungkinan besar akan hancur dan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menangis.

Asia kemudian muncul di depan Issei dan memohon agar orang tua Issei percaya pada mereka. Bahkan meskipun Issei bereinkarnasi menjadi Iblis dan mempunyai kekuatan Naga. Dia masih Issei tanpa ada keraguan.

Rizevim menimpali kalau Asia juga Iblis dan semua yang dia lakukan disebut bisikan setan jadi mereka harus berhati-hati.

Issei kemudian mulai menyalahkan dirinya sendiri. Di dalam kepalanya dia berpikir kalau Asia gadis yang baik. Dia mati karenaya. Orang tuanya tidak perlu percaya padanya. Hanya Asia. Dia ingin Asia masih bersama mereka.

Issei tidak bisa menempatkan pikirannya ke dalam kata-kata dan hanya bisa meminta maaf.

"Maaf.... Ayah.... Ibu..... maaf"

"── Maafkan aku, Ayah.... Ibu"

Issei meminta maaf lagi dan lagi. Dia pikir kalau dia kemungkinan besar tidak akan diterima, bahkan memutuskan hubungan dengannya. Hanya saja dia ingin menyelamatkan mereka. Hanya itu. Dia benar-benar ingin menyelamatkan mereka.

Setelah menyelamatkan mereka ── dia akan pergi.

Karena dia, mereka berada dalam posisi yang berbahaya. Dia akan menghilang. "Aku sangat menyesal. Ibu. Ayah."


Sementara Issei menyiapkan dirinya untuk tidak diterima, dia mendengar suara ayahnya. Ayahnya Issei berjalan mendekat sedikit demi sedikit.

Rizevim mengatakan agar dia (ayahnya Issei) tidak mudah tertipu. Orang itu adalah Iblis dan dia memanipulasi emosinya.

Ayahnya Issei menggeleng sebagai jawaban. Dia berkata, "Tidak, ini Issei. Kebiasaan meminta maaf ini. Ini jelas dia."

Ibunya Issei juga mendekati Issei dan ayahnya dan  menganggukkan kepalanya. "Ya. Ini adalah anak ku. Wajahnya mungkin berubah tapi ini anak ku setelah melihat reaksinya."


Ayahnya Issei kemudian berdiri di depan mereka lalu berkata "Ini adalah anak ku. Jika anda ingin menyakiti anak ku, anda harus melewati aku terlebih dahulu!"

Rizevim menjawab "Oi oi, Ayah. Tidak bisakah kau lihat? Itu Naga Merah dalam bentuk manusia. Itu monster."

Ayahnya Issei menolah kata-kata Rizevim kalau itu tidak benar karena dia orang tuanya Issei dan dia yang merawatnya selama 17 tahun.

Ibunya Issei kemudian memeluk Issei . Dia berkata, "Ya, ini benar-benar Issei. Aku sudah begitu banyak memeluknya. Itulah sebabnya aku tahu."




.................................................。


Air mata mengalir turun dari Issei. Dia hanya bisa meminta maaf dan telah bersiap untuk tidak diterima keberadaannya.

Tapi Ibu dan Ayahnya menatapnya dan mengatakan padanya kalau dia anak mereka satu-satunya.

Ayahnya juga menangis dan memeluk dia dan ibunya.

Asia juga bergabung dan ibunya Issei memeluknya juga.

Ayahnya Issei, meskipun dia masih menangis, menyatakan dengan kuat kalau dia tidak akan membiarkan mereka menyentuh anaknya satu jari pun.



Pada saat itu ...... aura aneh tapi menghangatkan datang dari tubuh Issei dan menutupi keluarga itu.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »