Highschool DxD Vol 20 - Life 0 (Summary)

8:52:00 AM
Highschool DxD Vol 20 - Life 0 (Summary)



Anggota DxD berkumpul di ruang VIP rumah Hyoudou. Issei dan kelompok Gremory, kelompok Sitri, anggota Brave Saint, dan Azazel menonton video yang diproyeksikan ke layar.

Mereka menonton program berita tentang bencana Rating Game antara Raiser dan Belial. Berita utama yang bergerak adalah "keberadaan Belial The Champion tidak diketahui setelah pertandingan!". "Keberadaan anak ketiga dan putri sulung Phoenix tidak diketahui bersama dengan Kaisar!"


Informasi tentang Rating Game yang dibawa ke mereka oleh Sona dan mereka menyaksikan Rating Game secara keseluruhan. Di tengah Rating Game, pertarungan antara Riser dan Belial terdai dalam titik buta kamera sehingga tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan konfrontasi antara dua raja bersama dengan Ravel. Itulah kenapa tidak ada yang memiliki petunjuk tentang apa dan bagaimana yang bertempur menghilang.

Meskipun mereka tidak bisa melihat orang-orang yang sebenarnya, mereka bisa melihat pantulan cahaya di dinding gua dan melihat cahaya biru yang berasal dari gua. Mereka tidak mengetahui sumber dari cahaya biru.

Manajemen pertandingan, polisi, dan tentara dikerahkan untuk menemukan lokasi mereka bertiga.


Issei mengepalkan tangannya dan tubuhnya bergetar ketika dia berpikir tentang mereka berdua; Ravel dan Riser. Ravel, junior yang berharga dan managernya. Dia berkata bahwa dia akan mendukungnya dan mereka berjanji kalau mereka akan bersama selamanya. Riser, setelah pulih dari traumanya, melihat ke depan untuk pertarungannya melawan Champion lebih dari orang lain.

Rias memegang tangannya saat dia menyadari kalau Issei bergetar. Dia kemudian bertanya ke Azazel apa pendapatnya tentang apa yang terjadi.

Azazel mengatakan bahwa hanya ada hal tertentu. Itu adalah sistem darurat Rating Game TIDAK bergerak.

Mereka kemudian berpikir kalau Qlippoth pasti terhubung dengan peristiwa ini.

Azazel juga sepakat untuk hal itu dan mengatakan harus ada mata-mata agar ini bisa terjadi.

Tidak ada cara untuk Riser dan Ravel di mata-matai. Riser, meskipun dia bertindak berlebihan karena dia bangsawan dan harga dirinya, dia bukan tipe yang melakukan hal semacam ini. Dan tidak mungkin juga untuk Ravel. Satu-satunya yang tersisa untuk menjadi mata-mata adalah Belial.

Kiba terkejut bila itu Belial karena tindakannya terhadap permainan semuanya bagus. Dia menggunakan taktik yang tak dibuat-buat dan dia layak disebut Champion.

Akeno kemudian bertanya ke Azazel apa dia memiliki pendapat di mana letak mereka yang menghilang.

Azazel berkata bahwa jika informasinya benar, maka mereka pasti aman. Meskipun tidak ada cara konkret untuk membuktikannya sekarang.

Issei senang tentang Azazel mengatakan tidak ada alasan untuk tidak percaya padanya.

Setelah itu, lingkaran komunikasi kecil muncul di telinga Rias. Itu adalah Sirzechs dan memberitahu mereka bila sisi Iblis melakukan segala sesuatu yang mereka bisa untuk menemukan mereka bertiga.

Issei berpikir kalau dia benar-benar ingin bergabung dalam pencarian dan menemukan mereka tapi jika dia melakukannya, dia mungkin memberikan ketidaknyamanan untuk banyak orang dan hanya menghambat pencarian. Jadi, sekarang, dia tidak melakukan apa-apa tetapi hanya menunggu.

Rias meletakkan tangannya di bahu Issei dan mengatakan kalau menunggu pasti menyakitkan  baginya tapi untuk sekarang, mereka harus percaya pada kakaknya dan Azazel.

Issei mengambil napas dalam-dalam dan mengangguk.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »