Highschool DxD Vol 20 - Life 3 Part 3 (Summary)

6:34:00 AM
Highschool DxD Vol 20 - Life 3 Part 3 (Summary)




Issei kemudian menyadari kalau dia mengambang di sebuah dimensi seperti Celah Dimensi. Dia ingat kalau ini seperti apa yang terjadi dengan Akeno dari pertarungan melawan Loki.|

Sebuah video tiba-tiba melayang di depannya. Video itu menunjukkan dua orang sedang berada di dalam rumah sakit. Di sekitar pasangan tersebut ada dokter dan perawat. Issei mengenali dua orang tersebut. Mereka adalah ibu dan ayahnya ketika mereka masih muda.

Issei pikir ini pasti memori ibu dan ayahnya. Dia pasti tanpa sadar menggunakan Pai-lingual pada ibunya.



Dia melanjutkan menonton video dan orang tuanya berekspresi yang menyakitkan.

Dokter mengatakan kepada mereka.

"──Sangat disayangkan untuk dikatakan .... tapi tolong menyerah mempunyai anak di rahim anda."

Issei kemudian mendengar suara ibunya bergema di sekitarnya.

"Beberapa tahun aku menikah dengan orang itu kalau kita memperhatikan bahwa aku mempunyai tubuh yang membuat sulit hamil.
"


Bayi kami yang akhirnya kami meiliki setelah bertahun-tahun mencoba tidak terlahir.

Jika bukan karena tubuh ini........................


Adegan berubah dan itu di rumah mereka. Dia melihat ibunya menangis di sofa dan ayahnya memberikan semangat untuknya.

"Maafkan aku, sayang...."

"Jangan pikirkan itu. Menyesali apa yang terjadi pada anak kita, tetapi ini baru saja dimulai. Kita pasti akan memiliki anak kita sendiri!"

Issei bingung! Seharusnya ada anak sebelum dia?! Sembari masih kebingungan,dia mendengar suara ibunya sekali lagi.

Dua tahun kemudian, kesempatan mengunjungi kami sekali lagi.

Adegan berubah dan ibunya Issei bisa terlihat senang mengelus perutnya.

"Kita mendapatkannya! Jangan khawatir! Semuanya akan baik-baik saja!"

Itu ayahnya yang berlari disekitar ruangan sambil mengatakan hal-hal seperti itu.

Kenangan orang tuanya melintas di hadapannya. Orang tuanya mengobrak-abrik toko buku untuk menemukan buku yang terkait kehamilah/kelahiran. Jumlah yang berlebihan dari buku Kebidanan dan Kandungan untuk melahirkan dengan sukses.

Suamiku dan aku membayar perhatian sehingga aku bisa berhasil melahirkan anak berharga kami──


Adegan berubah kembali ke rumah sakit dan sekali lagi, wajah orang tuanya penuh dengan keputus asaan dari apa yang dokter katakan kepada mereka.

"Hyoudou-san, meskipun saya pikir ini menyakitkan..... tapi ini bukan satu-satunya cara bagi pasangan yang sudah menikah seperti anda, anda juga bisa mencoba──"

Dalam perjalanan pulang, di tengah jalanan bersalju, ayahnya Issei bergumam

"......Haruskah aku menyerah?"

Bahkan ayahnya yang penuh semangat──menangis.

"Jika ada sesuatu yang terjadi padamu, aku..... aku tidak akan bisa bertahan!"






Setengah perjalanan........ kami memutuskan untuk menyerah membuat anak dan hanya menjalani hidup kita bersama-sama.

Kenangan mereka berdua kemudian di tunjukkan.

Perjalanan berdua
Belanja berdua.
Memancing berdua.

Selalu berdua.


Tapi sekitar delapan tahun telah berlalu.......

Ayah Issei yang puang kerja dan dia sangat terkejut dapat berita dari istrinya. Wajahnya tercetak kebahagiaan yang tak terlukiskan. Dia berkata bahwa saat ini, mereka pasti akan memiliki anak.

Kenangan dari upaya yang telah mereka lakukan untuk kelahiran yang sukses direncanakan satu demi satu.

Ayahnya Issei melihat semua buku yang relevan. Ibunya menjaga dietnya. Ayahnya mencegah istrinya dari membawa yang berat-berat. Mereka menghadiri seminar-seminar.

Untuk keseratus kalinya, ayahnya berjalan tanpa alas kaki di malam bersalju untuk menyembah kuil Shinto tertentu untuk kelahiran yang aman. Bahkan jika turun salju, ayahnya menunduk lagi dan lagi menuju ruang utama kuil Buddha.

"Saya menawarkan hidup saya. Anda dapat membagi sisa hidup saya. Bagaimanan dengan itu? Tolong lindungi anak saya. Saya mohon. tolong."

Bahkan jika kakinya mati rasa, dia tidak peduli dan terus berdoa. Hanya untuk keselamatan anaknya.






Musim di dalam video telah berganti dan sekarang adalah musim semi. Ibunya Issei sedang berbaring di tempat tidur di dalam sebuah rumah sakit. Di sampingnya..... adalah bayi laki-laki yang baru lahir.

Setelah memukul, ayahnya akhirnya menyadari apa yang terjadi.

"..................Aku paham.............。  Dia anakku................。  "

"Ya. Aku dengan bayimu......。 Kita membutuhkan delapan tahun."

Perawat kemudian mendesakkan ayahnya Issei untuk menggendong anaknya di pelukannya. Ayahnya berusaha keras untuk menahan air matanya dan tersenyum.

"Senang bertemu denganmu, kau,....... ini ayahmu. Terima kasih. Benar-benar, terima kasih untuk kelahiranmu."

Ibunya Issei kemudian bertanya siapa nama bayinya. Ini keinginan kalau dia akan menjalani hidupnya dengan tulus.

Ibunya tertawa yang membuat ayahnya malu. Dia mengatakan kalau dia pikir satu hidupnya. Ibunya kemudian setuju. Issei. Anaknya dan anaknya dia.



Video kemudian berubah dan Issei sekarang mengenal apa yang sedang ditampilkan.Itu adalah kenangan masa kecilnya.

Di tengah malam, ayahnya menceritakan kisah sampai dia tertidur.
Ketika ayahnya pergi karena urusan pekerjaan dan ibunya merawatnya karena demam tinggi, ayahnya pulang ke rumah segera secepatnya.
Di sekolah dasar, dia dan ayahnya berpertisipasi dalam balap tiga kaki orang tua-anak.
Mereka mendapat tempat ketiga. Dia juga tidak bisa melupakan makan siang bertiga dengan mereka setelahnya.
Di SMP, orang tuanya dengan aneh bersemangat melihat anak mereka dalam seragam. Mereka akan mengambil foto di depan gerbang sekolah berkali-kali.
Di hari ayah, dia membelikan ayahnya dasi murah. Di hari ibu, dia memberikan ibunya apron. Keduanya menjadikan hadiah sebagai harta karunnya.


Video terakhir yang ditampilkan saat dia sebagai anak yang memiliki wajah penuh air mata di sebuah departemen store. Mereka bertiga pergi ke sebuah departemen store di perfektur tertentu yang jarang mereka kunjungi. Dia (Issei) tertarik pada alat memancing yang baru dan dipisahkan oleh orang tuanya. Di tengah orang-orang asing yang melewati lorong, dia mencoba yang terbaik untuk tidak menangis.

Dia menunggu lama di bawah menara jam dan mencoba untuk mencari orang tuanya. Mereka akhirnya bertemu kembali dan Issei mulai menangis. Dia meminta maaf karena berpisah dengan mereka. Orang tuanya berkata kalau itu tidak apa-apa dan mereka pulang peregangan tangan.

──Kehangatan tangan mereka, aku tidak akan pernah melupakannya.


Issei adalah seorang anak yang sangat diinginkan orang tuanya. Dia tidak memiliki garis keturunan khusus. mereka tidak kaya. Dia lahir untuk kedua orang tersebut.

Video dilanjutkan dan seorang gadis pirang muncul. Itu Asia.

Ibunya Issei sangat senang dengan kedatangan Asia dalam keluarga mereka. Dia berkata kalau dia benar-benar senang karena Asia memanggilnya ibu. Dia mungkin bukan anaknya tapi Asia pasti anak perempuan tersayangnya.


Issei kemudian melihat ibu dan ayahnya mengawasi rumah yang ramai dengan aktivitas.

"Hei, sayang"

"Ya?"

"Sekarang kita tidak berdua lagi."

"Oh, ya. Kita mempunya anak laki-laki. ──Kita juga membuat banyak anak perempuan."

"Untuk dapat hidup seperti sekarang.... Aku sangat bahagia."

"Dua puluh lima tahun bersama-sama denganmu. Ini mungkin lama untuk tujuan seperti ini."

"Sedikitr lagi, aku ingin mengawasi mereka sedikit lagi."

"Aku berharap utnuk tinggal dengan keluarga ini sedikit lebih lama."

Melihat sosok dua orang itu, Issei meneteskan air mata dalam keheningan.

Pada saat itu, ruangan telah menyebar, meledaki──



─○●○─ ─○●○─ ─○●○─



Issei terbangun dan sekarang menyadari perasaan orang tuanya yang sebenarnya. Dia harus tahu cinta yang orang tuanya miliki untuknya.

Dia lahir dan dibesarkan dengan cinta oleh orang tuanya. Issei bertanya ke orang tuanya yang sedang memeluknya, "Ibu.... Ayah, aku anakmu, kan?"

Keduanya (orang tuanya Issei) mengangguk dengan senyum yang lebar.


Issei berterima kasih kepada orang tuanya dan berdiri.


── Sekarang, aku tidak punya sesuatu untuk ditakuti lagi.

Dengan mengetahui bahwa orang tuanya menerimanya apa adanya, dia tidak tahu dimana semua kebahagiaan yang dia rasakan berasal. Sangat banyak.

Issei berdiri dan berkata ke Rizevim dan Belial.

"Rizevim. DIehauser. Terima kasih. Karena kalian berdua, aku tidak punya apa-apa untuk ditakuti lagi."

──Sekarang, aku tak terkalahkan.
Setelah mengatakan itu, permata di zirah Issei mulai memancarkan cahaya. Sangat terang yang menerangi seluruh ruangan yang membuat ruang observasi berwarna merah.

Dia menggunakan zirah crimson sekali lagi dan bergegas menuju Rizevim.

Diehauser bergerak di antara mereka untuk memblokir serangan Issei. Rizevim membatalkan zirah Issei dan menyerang kembali. Tendangan Rizevim sangat kuat dan itu membuat Issei terjatuh ke lantai berkali-kali.

Meskipun serangan itu menyakitinya, cahaya yang datang dari permata zirah tidak berkurang sama sekali. Sebaliknya, bahkan semakin kuat.

Asia menyembuhkan Issei dan mereka bertiga, Asia dan orang tuanya, menyemangatinya.

Mendengar sorakan mereka, permata bersinar terang.

Issei memulihkan senjatanya dan bergegas menuju Rizevim sekali lagi. Dan seperti sebelumnya, Diehauser memblokir serangan Issei dan Rizevim membalas dengan membatalkan zirahnya dan menyerang langsung tubuhnya. Issei terlempar di ujung ruang observasi sekali lagi.


Tapi Issei tidak sendirian. Ayahnya membantunya berdiri. Ibunya mendorong punggungnya. Asia menyembuhkannya.

Ayahnya menyuruhnya berdiri. "Ya, aku akan berdiri!"
Ibunya menepuk punggungnya dan berkata untuk melakukan yang terbaik. "Tentu saja!"
Dan Asia menyemangatinya.


Ya. Ini sudah cukup. Issei berpikir bahwa dengan ini, dia bisa berdiri sekali lagi dan lagi tidak peduli apappun.

Dia mengembalikan zirah crimson sekali lagi dan menyerang Rizevim dan Diehauser.


Melihat Issei berdiri tanpa peduli apapun, Rizevim melihatnya aneh dan bertanya mengapa dia mampu bangkit.

Melihat penampilan Issei, Diehauser menjatuhkan kesiagaannya dan mencoba untuk menghentikan Rizevim dari melanjutkan pertarungan sepihak.

Rizevim sangat marah dengan tindakan Diehauser. Dia bertanya mengapa Diehauser menjatuhkan kesiagaannya. Belial membalas kalau dia tidak ingin melakukannya lagi.

Rizevim kemudian mengarahkan pandangannya ke orang tuanya Issei dan Asia. Dia menyimpulkan kalau mereka adalah alasan kenapa Issei mampu berdiri. Rizevim mengarahkan tangannya ke arah mereka dan menembak mereka dengan kekuatan iblis.

Issei hampir tidak bisa bergerak dan tidak akan mampu untuk melindungi mereka. Saat Issei berteriak ke orang tuanya, di bawah mereka ada sihir yang bersinar terang, dia melihat kalau itu bukan kekuatan iblis yang ditembakkan Rizevim yang menghasilkan cahaya. Serangan Rizevim dibatalkan dan pada saat yang sama cahaya keemasan terlihat di sekitar orang tuanya.

Dan jika kalu lihat lebih dekat, aura emas datang dari Asia. Aura dalam bentuk naga. Seorang Naga Emas raksasa yang terlihat melindungi tiga orang.


Rizevim terus menembak energi setan tapi mereka terhalau setiap kali tembakannya menyentuh aura emas.

Di tengah aura, Asia mebuat tangannya seperti seseorang yang sedang berdoa dan matanya bersinar emas. Dia juga menggunakan aura seperti zirah.

Asia dengan suara yang penuh tekad mengatakan kepada mereka kalau dia akan melindungi orang tuanya. Benar-benar melindungi mereka.


Rizevim terkejut pada apa yang terjadi. Dia bertanya-tanya apa itu Balance Breaker. Dia juga menyadari kalau aura itu adalah Raja Naga.

Serangan anak Maou tidak bisa menghancurkan pertahanan mutlak.


Rizevim tidak bisa menyembunyikan kejengkelannya dari ketidakmampuannya menghancurkan pertahanan  Asia. Diehauser mengatakan kepadanya kalau ini adalah hasil dari sesuatu yang dia tidak miliki.

Rizevim (yang sangat sangat marah) berkata ke Belial apa yang dia katakan hanya khayalan. Cinta? Tidak ada hal yang seperti itu.


Tapi dalam pikiran Issei, itu ada. Itu adalah cinta sebagai penggeraknya. Asia mampu mencapai Balance Breaker karena cintanya pada keluarganya. Dirinya dan Asia hanya ingin melindungi orang tua mereka.

Vali yang melihat semuanya memiliki ekspresi yang rumit melihat kepanikan Rizevim.


Dengan dirinya, bahkan dengan pertahanan mutlak Asia, mereka tidak bisa melakukan sesuatu untuk mengalahkan Rizevim dan Belial.  Issei sudah pada batasnya. Walaupun, bahkan dalam kondisi sekarang, dia masih akan mendorong terus agar orang tuannya kembali ke ruamah.

Tidak, ada juga yang lain. Bukan hanya orang tuanya. Issei ingat janjinya dengan Ravel.


Saat itulah Issei mendengar suara yang akrab. Itu suara Ophis. Ophis berkata padanya, akhirnya dia bisa mendengar suaranya. Sekarang adalah waktunya, itu akhirnya lengkap.

Saat Issei masih berpikir apa yang dimaksud dengan perkataan Ophis, Ddraig mengerti dan mulai tertawa. Ddraig mengarahkan suaranya ke Rizevim dan berkata.

"Anak dari Lucifer. Kakek dari Hakuryuukou Vali Lucifer. Kau beruntung untuk menjadi "klien" pertama."

Rizevim memiringkan kepalanya karena suara Ddraig. "Klien?"

Ddraig melanjutkan perkataannya ke Rizevim.

"Dipersilahkan.

Ini adalah mantra yang jarang kau dengar.

Bergembiralah saat kau mendengarnya.

Lagipula, mantra yang dibuat oleh Dewa Naga adalah yang terbaik."

Ophis kemudian melanjutkan pembicaraan dengan Issei di kepalanya.


      ──Ise, menyanyi bersamaku.

      ──Teman pertamaku. Biarkan semua orang tahu apa yang kau maksud dengan itu.


Issei percaya pada Ophis dan mulai mempercayakan hati dan jiwanya kepadanya. Kata-kata untuk mantra masuk ke pikiran Issei. Dia kemudian mulai diam-diam membacanya.

  「──Aku, Naga Merah Crimson yang bangkit dari keagungan.」
Permata di sarung tangan kanan mulai memancarkan cahaya crimson..

 『──Aku, yang memiliki Naga Surgawi berwarna Crimson, yang akan menjadi Raja』
Ophis kemudian bergantian dengan ku membacakan baris mantra. Dan pada saat yang sama, permata di lengan kiri melepaskan aura hitam kepekatan.

 「──Dewa Ketidakbatasan berwarna hitam pekat」
Aura Crimson menyelimuti seluruh tubuhku.

 『──Dewa Mimpi dan Ilusi yang uluing』
Aura hitam pekat selanjutnya menutupinya──。

 「『──Melampaui batas kami yang membuat keberadaan terlarang』」
Zirah Crimson, diatasnya dengan aura hitam pekat menyebabkan perubahan lebih lanjut.

Sarung tangan, kaki, helm dan sayap. Semuanya berubah penampilannya dan berwarna campuran crimson dan hitam.


Issei dan Ophis kemudian membacakan ayat terakhir bersama-sama──。

「『──********************************************** **』」




「『《D∞D!! D∞D!! D∞D!! D∞D!! D∞D!! D∞D!! D∞D!! D∞D!! D∞D!!!!!!!!!!》』」

Suara terdengar lagi dan lagi dan masing-masing permata mempunyai tanda tidak terbatas di atasnya.

「『《Dragon∞Drive!!!!!!》』」


Apa yang berdiri di depan Rizevim adalah bentuk organis zirah crimson dengan campuran warna crimson dan hitam. Sekarang zirahnya mempunyai empat sayap dan masing-masing sayapnya mempunyai meriam di dalamnya.

Rizevim terdiam pada apa yang dilihatnya. Dia berkomentar kalau itu seperti Juggernaut Drive tapi tidak ada aura yang tidak menyenangkan yang dia rasakan.

Ddraig kemudian memberitahu Rizevim.

"Pendewaan terhadap Naga. Ini adalah kekuatan mutlak yang hanya Ophis berikan."

Issei menyetujuinya. Menurutnya, dia diizinkan untuk menggunakan kekuatan Ophis. Tubuhnya terbuat dari daging Great Red menggunakan kekuatan Ophis. Karena itu, dia sementara bisa menggunakan kekuatan Ophis. Dan  tepat karena tubuhnya terbuat dari daging Great Red, dia mampu bertahan. Ini adalah kekuatan terlarang yang hanya mungkin karena tubuhnya terbuat dari dua Naga.


Ophis kemudian berbicara ke hatinya Issei. Dia berkata kalau dia hanya bisa mempertahankannya untuk sementara. "Sementara" itu bisa beberapa detik, puluhan deti, atau beberapa menit. Ngomong-ngomong, itu hanya sebentar. Dia sudah merasakan seluruh tubuhnya menjerit. Issei juga tahu kalau dia akan jatuh setelah melepaskan zirahnya.


Melihat kekuatan beru Issei, Rizevim akhirnya bersikap bertahan. Issei mencoba bergerak sedikit tapi dia terlihat suda ada di depan Rizevim. Gerakannya sangat cepat, Rizevim tidak mampu bereaksi. Kecepatan baru Issei diluar perhitungan Rizevim.

Issei membuat pukulannya ke atas, dan menembak langsung ke Rizevim. Permata bedering saat dia melakukannya......
「『《D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D !!!!!!!!》』」


Rizevim mencoba untuk memblokir pukulan Issei. DIa juga menggunakan sayapnya untuk memperkuat pertahanannya.

Ketika Rizevim menerima pukulan Issei, dia mencoba untuk meniadakannya dengan kemampuan Sacred Gear Cancellernya. Tapi serangannya masih berlanjut! Zirahnya dan auranya tidak dibatalkan bahkan Issei tidak menggunakan [Menembus]. Rizevim terkejut saat kemampuannya tidak bekerja.


Issei menempatkan semua semangatnya dalam pukulannya dan memukul tepat di wajah Rizevim. Rizevim terlempar kembali oleh pukulannya. Dia segera berdiri dan menyentuh wajahnya yang terpukul. Serangannya memberikan kerusakan yang cukup pada Rizevim. Issei bisa melihat jelas kalau hidungnya Rizevim patah.

Rizevim bertanya mengapa Sacred Gear Cancellernya tidak bekerja. Ddraig menjawab kalau kemampuannya MASIH bekerja. Rizevim masih bertanya jika kemampuannya bekerja, kenapa pukulan itu tidak ditiadakan. Bahkan jika Ophsi terlibat, jika itu Sacred Gear, itu akan bekerja tanpa kegagalan.


Ddraig menjelaskan bahwa itu sederhana. Kemampuan Rizevim memiliki batas. Dia tidak bisa membatalkan sesuatu yang berada di atasnya. Jika kekuatn Rizevim cukup, maka ceritanya akan berbeda.

Rizevim bertanya arti dari kekuasaannya tidak cukup. Ddraig menjawab.

"Nah, hal ini...... Ophis tak terbatas."

Rizevim kemudian tertawa atas jawaban Ddraig dan berkata bahwa mereka curang.

Issei setuju kalau kekuatan ini sekarang dapat dianggap curang. Kekuatan semacam ini tidak pernah diizinkan digunakan dalam permainan. Sebaliknya, Issei berpikir kalau dia tidak ingin meminjam kekuatan Ophis yang ingin hidup dengan damai. Issei merasakan kalau itu tidak menyenangkan.


Meskipun dia berada dalam posisi yang kurang menguntungkan, zirah Rizevim memiliki batas. Dia berkata kalau dia butuh waktu dan beralih mengambil barang dari sakunya. Itu adalah Air Mata Phoenix.

Rizevim berencana untuk menyembuhkan dirinya sendiri tapi ketika dia menggunakan itu, efek Air Mata Phoenix tidak bekerja! Rizevim bertanya-tanya mengapa itu tidak bekerja. Belial kemudian bergumam kalau Air Mata Phoenix masih benar sampai saat itu. Dia menggunakan kemampuannya [Tidak berharga] untuk membuat penyembuhan dari Air Mata Phoenix tidak berharga.

Belial menjelaskan bahwa.

Ciri dari Keluarga Belial adalah 『Tidak Berharga』. Ini bekerja pada kemampuan dari target.

Sebuah objek tanpa terkecuali.
Jika aku tahu sifat atau bahan yang digunakan untuk membuatnya, 『Tidak Berharga』 akan bekerja.
Sekarang, aku telah membuat segala sesuatu yang kau punya tidak berharga.
Rizevim memelototi Belial dan akhirnya memahami semuanya. Rizevim meneriaki Belial kalau dia pasti ada alasan untuk memilih lawan dari Keluarga Phenex. Itu adalah bagian rencananya dari awal.

hal seperti itu! Issei kemudian mengingat yang Ajuka katakan padanya. Alasannya pasti ini. Dia bertujuan untuk meniadakan sifat penyembuhan dari Air Mata Phoenix. Dia mampu melakukannya setelah menganalisa sihir Riser dan Ravel. Sekarang dia menyadari susunan Air Mata Phoenix, dia mampu membuat Air Mata yang Qlippoth miliki tidak berharga.

Dengan wajah Rizevim yang berubah karena kemarahan yang ekstrim. Issei menertawakannya. Dia berkata ketika Rizevim berhadapan dengan Michael di Surga, dia merasakan ketakutan setelah melihatnya dengan berbagai sayapnya.

Tapi sekarang, itu tidak terjadi. Di depan dia hanya orang tua. Issei mengejek Rizevim dengan menanyakan apakah mungkin bagi drinya bertindak sebagai seorang ayah. Rizevim menjawab "Apa kau pikir aku seorang anak berumur 17 tahun? Memangnya siapa kau?" Issei menanggapinya dengan "Kau bisa memanggilku Sekiryuutei."

Sepertinya Rizevim benar-benar kesal dengan kata-katanya. Dengan mengumpulkan energi setan di tangannya, Rizevim melebarkan sayapnya.

Issei bergegas menuju Rizevim. Bersama dengan kekuatan Ophis, dia yakin dapat mengakhiri semuanya sekarang.

Setelah pertarungan singkat di dalam ruang observasi, mereka melanjutkan pertarungannya di luar.

Pertempuran mereka terdiri dari jarak jauh dan jarak dekat. Issei merasakam la;au kekuatan Rizevim adalah sesuatu yang abnormal.

Rizevim menembak energi setan dalam jumlah besar. Jika itu adalah Issei yang normal, itu akan berakibat fatal. Tapi sekarang berbeda. Issei mampu membelokkan peluru sihir dengan pukulan dan tendangannya. Peluru sihir yang dibelokkan membuat kawah yang besar di Agreas.

Bahkan dengan kekuatan penghancur luar biasa Rizevim yang mampu dibuat, Issei merasa meragukan status Rizevim sebagai Iblis Super.Di bertanya apakah Iblis Super itu  ..... tapi dia menolak pikirannya. Maou Sirzechs dan Ajuka berbeda dengannya (Rizevim). Issei bisa merasakan kalau Rizevim tidak bisa dibandingkan dengan mereka berdua.

Issei berhenti berpikir tentang peringkat Rizevim saat dia masih orang brutal yang sama sekali tidak peduli apapun.


Rizevim kemudian mulai membuat peluru sihir yang sangat besar dan tidak hanya satu tapi enam peluru sihir. Dia kemudian melepaskan serangannya ke Issei.

Issei memberi tahu Ddraig kalau ini akan menjadi serangan terakhir mereka. Meriam pada sayap Issei kemudian dipersiapkan. Dua di bahunya, dan dua lainnya di bawah ketiaknya. Kekuatan tanpa batas Ophis kemudian dipindahkan ke meriam. Simbol 『∞』 pada setiap permata bercahaya crimson dan hitam.

「『《D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D!!!!!!!!》』」

Issei kemudian menembakkan meriamnya.

「Gooooooooooooooooo!!!」
「『《∞ Blaster!!!!!!》』」


Seiring dengan suara Issei, meriam di tembakkan dan itu membuat lajur yang tebal dari energi yang kuat yang berwarna crimson dan hitam.

Serangan Issei dan Rizevim bertabrakan dan menghasilkan ledakan yang besar yang menutupi seluruh langit di atas Agreas dan itu juga berwarna merah dan hitam.

Kedua serangan saling membatalkan satu sama lain dan setelah debu menghilang, apa yang muncul adalah Rizevim!

Rizevim terluka parah. Darah disekujur tubuhnya, lebih dari setengah sayap yang dia punya rusak, dan dia hampir tidak bisa terbang. Dibanding dengannya, Issei tidak tergores sedikitpun.


Rizevim berkomentar bahwa setelah Shalba dan Cao Cao, akankah dia yang selanjutnya kalah?

Ddraig merespon dengan kekaguman. Dia berkata kalau Rizevim harusnya tahu itu. Partnernya Hyoudou Issei hanya ingin hidup damai. Keturunan Beelzebub lama, pemimpin Faksi Pahwlawan, dan kau anak dari Lucifer sebelumnya. Kalian semua menyentuh sesuatu yang tidak seharusnya.

Ddraig kemudain menyimpulkan bahwa tidak ada pilihan selain menghancurkan mereka semua. Dia kemudian mengalihkan ke nama bentuk baru Issei, D×D (Diabolos Dragon).

Rizevim tertawa pada nama baru itu. Dia mengatakan Issei pasti orang luar biasa baru (Iblis Super?) yang di panggil 『Dragon Devil King』. Dia juga bertanya-tanya apakah cucunya akan dihitung sebagai orang luar biasa di masa depan juga.

Saat Rizevim mengatakan itu, dia membuat lingkaran sihir tipe transisi. DIa berkata bahwa belum waktunya bagi dia untuk mati.

Sebelum dia mampu berteleport pergi, Vali mampu memukul Rizevim dari belakang dan membatalkan sihir transisi.

Vali kemudian melihat kembali ke Issei dan berkata.

"──Baik.
Hyoudou Issei."

Kau, bertarung untuk keluargamu ..... Aku sangat mengaguminya.
Dia kemudian pergi ke tempat dimana Rizevim terhantam.

Sebelum pergi, Issei melihat kalau Vali mempunyai ekspresi kesepian.


     ─○●○─ ─○●○─ ─○●○─ 


Setelah mengalahkan Rizevim, Issei kembali ke ruang observasi.

Zirah Ophis sudah dilepaskan.

Issei berjalan menuju Sang Juara dan seperti tidak adakn ada hambatan sama sekali dari Belial.

Dia berkata di depan Belial kalau dirinya tidak akan bisa memaafkannya atas apa yang dia lakukan

Belial kemudian membuka tangannya dan berkata, "Lakukan lah. Kau punya hak."

Saat Belial menunggu Issei untuk membunuhnya.



──Ibunya Issei mendekati Belial dan menampar wajahnya.



Ibunya Issei mengatakan kalau dia tidak akan membiarkan anaknya memiliki beban di bawah penilaian untuknya.

Issei yang tidak mampu mendaratkan satu pukulan pun pada Belial dikalahkan oleh ibunya.

Adapun Belial, dia meminta maaf pada ibunya Issei.



Issei kemudian menggeleng dan berkata

"Tolong mengganti kerugian atas kejahatan anda.

Bahkan jika dibutuhkan ratusan tahun.

Kekasih hatiku, Rias, ingin bertarung melawanmu di Rating Game.

Aku ingin juga.

Bukan hana Rias, tapi pemain lain juga."


Belial menanggapi

"Aku juga akan bermain game melawan mu setelah kau membuat kelompok sendiri.

Jadi, tunggu aku."

Belial kemudian menanyakan satu hal ke Issei. Dia mendengar desas-desus kalau Issei bisa melihat ilusi sepupunya Cleria di Surga. Dia ingin tahu seperti apa dia.

Issei mengatakan kalau dia mempunyai wajah yang ramah.

Setelah mendengar tanggapan Issei, Belial menangis dan berkata, "Aku.... kalah."



Saat Issei melihat ke keluarganya, semua orang tersenyum di wajahnya. Itu keluarga berharganya dan dia tidak punya apa-apa yang disembunyikan dari mereka lagi.

Saat Issei mampu untuk bersantai, Issei tiba-tiba merasa mual. Dia muntah darah dalam jumlah banyak dan dia tiba-tiba merasa lemah. Dia kemudian ambruk di lantai.


Saat dia mendengar semua orang memanggil namanya, kesadarannya mulai menghilang. Issei kemudain mendengar Ddraig.

"Partner. ──Ini adalah bayaran kekuatan. Kekuatan Ophis adalah......"


Pada saat itu kesadaran Issei memudar.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »