Highschool DxD EX 03 - Summary

2:48:00 PM
Highschool DxD EX 03 - Summary



Part 1

[UL] yang merupakan invader (atau saya sebut sebagai penjajah) yang memiliki bentuk kehidupan mekanikal yang berasal dari 30 tahun dari sekarang dari dimensi lain.
Anak-anak Issei juga muncul dari dunia yang sama 30 tahun di masa depan pada saat yang sama untuk memburu mereka.

Dipanggil menggunakan kode akses yang unik "4, NZ4F4VG, Nate 4hj ta" Garvarudan bertemu dengan salah satu dari "Empat Jenderal" dan menjamunya dengan minuman setelah pertempuran. Jenderal berkomentar tentang pertarungannya, tapi mengatakan bahwa dia melakukan kesalahan dan harus lebih berhati-hati diwaktu berikutnya karena akan membahayakan tujuan mereka.

"Roger", dia menyetujuinya.

Si Jenderal juga meminta Garvarudan untuk menyembunyikan kebenaran dari anggaota lainnya, jika orang lain dan "yang tidak diketahui, makhluk hidup yang berseteru" akan memicu amukan yang tidak berguna jika ada sesuatu yang kecil dari pertarungannya dilaporkan.

---DxD---

Satu hari setelah naga mekanik melarikan diri dari pertarungan, Azazel dan anak-anak membersihkan dan memulihkan dampaknya. Hal ini dilakukan sebagai alasan pada murid-muridnya yang memerintah kota di sisi lain gunung.

Dia menerima laporan penyerangan,

"Sensei, kita diserang oleh salah satu dari mereka."

"Sepertinya anggota OSIS bertarung dengan [UL] yang lainnya juga."

Dia segera menghentikan langkahnya di rumput dan merasakan kepahitan. Jadi bawahan dari "Empat Jenderal" dan Loki belum diketahui dimana keberadaannya, huh? Sepertinya mereka tidak berhubungan baik dengan satu sama lain saat ini. Mereka semua pergi ke timeline yang sama tapi di satu sisi mereka hanya menyerang seperti tidak ada rasa kedamaian sementara yang lain ingin merubah sejarah, membuat segala sesuatu yang lain menjadi permainan yang adil. Tidak mengejutkan jika mereka juga mengalami kesulitan dalam menghadapi Dua Naga Surgawi di masa depan sehingga menyerang rekan mereka tampaknya menjadi pilihan yang layak untuk dilakukan di timeline ini.

Azazel juga berpikir bahwa mereka ingin menciptakan time paradox. Lagipula, untuk kembali ke waktu sekarang dan melakukan hal-hal yang berbeda akan mempengaruhi sejarah Jepang. Dia memutuskan untuk membagi menjadi dua kelompok untuk langkah selanjutnya.

Sejarah manusia berubah berkali-kali, ketika kekacauan melanda, garis yang menghubungkan itu sedikit lebih lama ke masa lalu. Misalnya, ketika tragedi yang terjadi pada sebuah kelompok mencapai puncaknya, ia akan maju dan berubah mengikuti perkembangan zaman. Dia berharap bahwa mereka akan dapat bertarung dengan UL kapan saja jika mereka percaya kekuatan mereka sendiri, tetapi juga  berpikir bahwa mereka akan dibunuh  setelah mereka menjadi egois.

Salah satu saudara kandung memiliki masalah yang tak terduga dalam menggunakan lingkaran teleportasi. Mereka berangkat saat lingkarang sihir bersinar, sisanya terlihat mengharapkan sesuatu terjadi.

"Aku murid mereka"

Zen mengatakan, "Bagaimanapun juga, cobalah untuk tidak pergi sendirian dan bertindak arogan. Mulai sekarang, penjaga belakang akan bergerak bersama-sama dengan barisan depan. Kedua, lebih baik untuk bertindak dalam kelompok tiga orang atau lebih banyak."

Mereka menyetujuinya, dan memutuskan untuk pergi ke titik pertemuan anak-anak Ise dengan mengambil beberapa lingkaran teleportasi untuk membahas rencana mereka.


-DxD-


Azazel tiba di taman di daerah perumahan yang berada di pinggiran kota yang tenang. Dia duduk di bangku sambil mendengarkan laporan Zen.

Azazel bertanya apa Kurenai berada di sisi lain pegunungan untuk bergabung dengan saudara yang tersisa.

Zen menjawab bahwa itu karena ETA titik pendaratan terlambat; dia pergi ke titik transisi lain dengan mengubah waktu kedatangan.

Bukannya sosok Kurenai, bayangan dari saudara lainnya mendekati bangku. Anak-anak yang muncul hanya Shirayuki dan Kurobara.

Shirayuki mengatakan bahwa Kurobara menyebutkan Kurenai dan Zen telah menghubungi saudara yang lain setelah pertarungan dengan Garvarudan dan berkumpul di tempat ini.

Azazel menunggu selama 10 menit di bangku. Dari kondisi taman, tampaknya mereka berada dibelakang jadwal mereka.

Shirayuki dan Kurobara duduk di sudut bangku. Azazel mulai mengunyah coklat yang dimaksudkan untuk makanan darurat, sementara Nekomata bersaudara ngiler melihat Azazel yang sedang makan.

"Ini enak untuk makan kue saat ini,..."
"Yeah, itu lezat."

Mereka tampaknya senang ketika mereka melihat makanan. Azazel berpikir bahwa ini pasti menjadi sifat yang mereka warisi dari ibu mereka.

"Kau terlambat."

Zen mengatakan saat mereka bangkit dari bangku, suara itu datang dari pintu masuk taman dan orang itu berhenti di tempat. Orang itu membuka wajah dengan tangannya dan terlihat kebingungan.

Seiring dengan Zen, Shirayuki dan Kurobara, Azazel memeriksa orang yang berada di pintu masuk taman dari kaki ke mata.

"Kau tahu, Obaa-san, aku pikir ini tempat yang benar ketika aku melihatnya di peta."

Di sisi lain dari trotoar, seorang gadis berambut panjang berwarna emas memegang wanita tua sementara memegang peta di tangan lainnya, dengan seorang anak laki-laki berambut kastanye di belakangnya, menyeberang jalan dengan riang.

Wanita tua membungkuk pada anak laki-laki dan perempuan sambil mengatakan terima kasihnya beberapa kali setela mereka menyeberang jalan.

Setelah memastikan bahwa anak laki-laki berambut kastanye berpisah dengan wanita tua, Azazel, Zen, dan Nekomata bersaudara mendekati mereka sambil memberikan desahan.

"Nee-san! Terlalu terbuka di sini sekarang sangat berbahaya!"

Zen memberitahu si anak perempuan itu. Azazel mencatat bahwa terlalu banyak kontak dengan manusia di zaman yang berbeda sangat tidak baik. Bahkan dengan seorang wanita tua, hal-hal kecil seperti ragu-ragu berkepanjangan dapat mengubah sejarah, yang akan menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai Butterfly Effect.

Azazel melihat gadis itu menunjukkan senyum riang.

"Ara, bukankha itu Zen. Shirayuki dan Kurobara juga di sini. Apa kalian berpisah? Di mana yang lainnya?"

Seorang kakak periang. Itu benar-benar kakak perempuan tertua Zen.

"Nee-sama."

"Itu Onee-chan nya~"

Azazel melihat saat Nekomata bersaudara menempel pada kakaknya. Mereka tampaknya khawatir dengannya.

"Ya ampun, nee-san. Shou nii-san..... bertingkah aneh."

Zen berkata pada anak berambut kastanye.

Anak berambut kastanye mengatakan bahwa dia hanya mengangkat bahu senang.

"Aku tidak punya pilihat jika itu Airi-neesan."

Anak laki-laki berambut kastanye mengatakan yang sebenarnya. Anak perempuan yang dipanggil Airi melihat kehadiran Azazel. Setelah dijelaskan segera oleh Zen, dia menyambutnya dengan nada ringan.

Gadis itu memperkenalkan dirinya sendiri.

"Senang bertemu dengan anda, Gubernur Pertama Azazel. Nama ku Hyoudou Airi. Hyoudou Asia adalah ibuku. Yah, dia masih dipanggil Argento di era ini. Ayah ku adalah Hyoudou Issei dan aku anak perempuan tertua."

Azazel merasa lega melihat anaknya Asia. Dia mewarisinya terlihat dari ibunya.


Part 2

Dia seperti orang tuanya, yang meluas ke rambut panjangnya. Dia benar-benar anaknya Asia tapi ada beberapa kegairahan yang Azazel tidak ketahui.

Seorang anak remaja dengan rambut coklat, berbentuk daun dengan Rosario yang dikenakan di lehernya.

"Aku anak dari Hyoudou Issei sang Kaisar Naga Merah dan Shidou Irina, putra ke tiga, Shidou Shin, senang bertemu dengan anda."

Ini anaknya Irina? Azazel melihat warna rambut dan fitur wajahnya, jika dia seorang wanita, mereka akan sangat mirip.

Dia paham. Sekarang anaknya Asia dan Irina telah tiba, generasi selanjutnya Trio Gereja sekarang lengkap dengan anaknya Xenovia. Kombinasi mereka sebagian besar mirip dengan ibu mereka, lebih jauh lagi menyempurnakan ikatan.

Azazel juga mencatat bahwa pakaian mereka tidak dianggap aneh bahkan oleh standar hari ini (kebanyakan dia berpikir bahwa pakaian di masa depan mungkin fiksi ilmiah). Di sisi lain, dia mencatat bahwa mereka secara khusus dibuat (dan itu tidak murah) dengan kemampuan pertahanan dalam pikiran, yang membuat mereka berfungsi seperti pelindung tubuh. Orang tua mereka pasti sudah menyiapkan mereka sehingga mereka tidak akan mengubah persepsi masyarakan dan pada gilirannya, mengubah sejarah.

Sekarang, Azazel menghitung bahwa dia telah bertemu dengan anak dari Rias, Asia, Akeno, Koneko, Xenovia, Irina, dan Kuroka. Itu tujuh orang! Dia tergoda untuk mengetahui sehingga dia bertanya pada mereka :3

"Hey, aku pikir jika kalian tidak keberatan, aku ingin mengetahui urutan kelahiran kalian, aku telah bertemu Kurenai, Zen, Ix, Shirayuki, Kurobara, dan Shin....., tapi...."
Dari cara mereka memperhatikan, mereka tampaknya mengerti dan Zen menjawab dengan garis halus,

"Yang tertua adalah Kurenai nii-san, selanjutnya Airi nee-san karena mereka dilahirkan pada tahun yang sama. Aku lahir dengan Shin pada waktu yang hampir sama. Ada anak lain dari ibu yang berbeda, dan kita berada pada usia yang sama. Setelah itu Ix dan Shirayuki dan Kurobara."

Dari kata-kata Zen, Azazel menyadari bahwa Issei mungkin memiliki anak lebih dari yang dia sudah lihat. Oi Oi Oi, dia seperti bajingan yang beruntung diluar imajinasi Gubernur ini Ise!

"Hey tunggu, jika kita melanjutkan cerita, artinya jumlah anak nakal dari naga yang beruntuk akan bertambah lebih banyak?"

Zen mengangguk ketika dia bertanya hal itu,

"Yeah, jumlah saudara non-tempur dan kesatria seimbang. Orang-orang yang dikirm ke era ini adalah mereka yang mampu bertarung dan telah cukup usianya."

"Para saudara yang dikirim ke waktu sekarang berjumlah 10, termasuk akau." Shin melanjutkan saudaranya.

Azazel mencatat, bahwa apa ini yang disebut kerja keras untuk Ise. Bahka jika tingkat kelahiran Iblis yang dianggap sangat rendah, dengan anak-anak yang telah banyak memberikan kontribusi kepada Dunia Bawah. Sangat Amerika, Ise! kau terus membuat bayi tetapi tidak benar-benar menjadi orang tua, apalagi yang baik.


Benar-benar, itu akan mengejutkan jika dia bisa mengatur untuk terus berpesta sementara membesarkan anak-anaknya  dengan semua suara tangisan bayi dan balita. Fufufu, membayangkan itu hanya membuat gubernur Malaikat jatuh ingin minum sake dan tertawa!

Azazel terkesan, tapi juga terkejut ketika dia mendengar suara yang mengganggu dari perangkat komunikasi dari telinga para gadis. Tampaknya untuk menerima laporan dari saudara mereka.

"Hmmm? Oh, Akira, itu kau? Yeah, berapa banyak?"
Zen terkejut dengan laporan itu. Sebuah kelompok kecil telah diserang oleh [UL] pada saat yang sama. Kelompok ini memperhatikan proyeksi peta dari dia.

"Tidak, tunggu sebentar Ix! Tahan dendam dan keegoisanmu sebentar. Ini bukan waktu yang tepat untuk itu ketika kita berkumpul seperti ini! Ix!"

Rupanya itu adalah laporan dari anaknya Rias, Ix. Zen sangat marah setelah dipanggil dari adiknya. Airi kemudian bertanya padanya,
"Ada apa? Akankah kita pergi?"

Zen mengangguk,
"Ix berjumpa dengan [UL]. Ada salah satu dari "Empat Jenderal" sedang minum saat dia dan bawahannya menyerangnya. Dia hanya sendirian di tempat yang sama dan dia tidak akan bertahan lama."

Zen bersumpah. Airi hanya tertawa sampai matanya hampir mengering.
"Yah, seperti yang diharapkan dari anak itu. Aku akan menghubunginya secara langsung."

Airi mengumpulkan kelompok itu dalam formasi persegi dengan perangkat komunikasi mereka, dia terhubung ke Ix segera.
"Ix? Ini Airi. Kami akan pergi ke sana jadi tunggu saja dan tahan lebih lama. Kau tidak sendirian."

Setelah itu, Airi menggunakan kekuatannya untuk menghapus semua tekanan dari seluruh tubuh semua saudaranya. Azazel merasa bahwa sesuatu yang berat telah diangkat dari tubuhnya, memberinya awal baru dan kebugaran. Seperti kekuatan dari kakak perempuan tertua.

Airi berteriak dengan suara yang kuat, mantra sihir yang kuat untuk memanggil adiknya saat dia tersenyum,
"Aku tidak bisa mendengar apa yang dia katakan!"

Azazel melihat Nekomata bersaudara, Shirayuki dan Kurobara berpegangan dan berpelukan satu sama lain seakan mereka ketakutan.
"Airi Nee-sama menakutkan!"

"Tidak ada yang kebaikan yang datang jika kau membuat Airi Nee-chan marah."
Zen dan Shin juga terlihat pucat.

Oi! Gadis yang ramah sebelah anaknya Asia menjadi seberani ini? Hal lain di masa depan yang tidak bisa diprediksi Azazel.

Dalam satu detik, Airi mengubah senyumannya ke bentuk senyum yang lebar.
"Nah, itu lah anak yang baik, Ix. Tunggu disini sampai kami memutuskan untuk berpindah."
Itu adalah akhir dari proses komunikasi. Ix tampak ketakutan seakan-akan dia dibelenggu oleh kekuatan yang luar biasa. Yang menunjukkan bagaimana kenakalan Airi.

"Zen, Shin, ikut dengan ku bersama denga Ix. Kita akan menghancurkan [UL]."
Keduanya menanggapinya,
""Ya""

Airi menyisir rambut Shirayuki dan Kurabara,
"Kalian berdua tinggal di sini. Ketika Kurenai Nii-san memanggil, kalian datang."

Mereka mengganguk
"Ya"
"Baiklah"

Azazel merasakan udara yang berbeda dari kepribadian Airi ketika dia memberikan perintah untuk kedua adiknya. Sementara dia memiliki kebaikan dan terlihat seperti ibunya Asia, dia menjadi yang kedua ditakuti semua anak-anak. Tidak ada nuansa ketergantungan seperti ibunya saat ini.

Setelah menyaksikan langsung bagaimana anak-anak Issei berkembang, Azazel tidak pernah berharap bahwa dari ketenangan, ketergantungan Asia bisa membesarkan anak sekaliber ini. Yang benar adalah, orang-orang tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di masa depan.

Azazel telah memikirkan hal-hal seperti ini saat dia melihat Airi. Melihat tatapannya Azazel, Airi menyentuh wajahnya,
"Apa itu? Apakah ada sesuatu di wajahku?"

"Tidak ada, tapi hei, kau sangat baik dan cocok untuk menjadi putri dari Asia."

Sebuah momen keheningan setelah itu. Kemudian Azazel tertawa,
"Hahaha! Bahkan Moriguchi akan tertawa terbahak-bahak!  Dari semua ibu mereka, kau lah yang memberikan paling banyak berbuat baik pada manusia, sialan! Apakah kau tidak setuju?"

Anaknya Asia adalah salah satu dari Pure Sleeping Green Spirit (tak tahu tentang ini tapi setidaknya itulah yang dimaksud Azazel. Aslinya adalah isamashī midori no nemude ichi watatta. Hijau mengacu pada mata hijaunya yang diwarisi dari ibunya. Tertidur merujuk pada keadaan kekuatannya), Dia juga memiliki gambaran dari keberanian ayahnya Issei.


Part 3

"Aku belajar untuk memanfaatkan sifat sebagai sumber pertahanan dari ibu. Apa yang anda lihat sebelumnya hanya ledakan biasa."
Yang mereka butuhkan adalah persetujuan dari anak perempuan Hyoudou Issei. Apakah itu dipercaya bahwa seorang anak laki-laki yang kekanak-kanakan seperti dia bisa meninggikan seorang putri yang begitu bermartabat?

Namun, saudara laki-laki bernapas keluar dari pemikiran bahwa adik berambut merah mereka berada dalam kesulitan.
"Kita akan berada dalam masalah jika kita terus di garis depan, nee-san."

"Ini seperti cerita ayah ketika dia masih muda, kan? Bahkan jika persamaan tidak terlihat."
Zen dan Shin begitu menyayangi adik perempuan mereka. Airi merupakan gadis ayahnya, memberikan senyum bersemangat saat dia menjawab,

"Mereka berjumlah ratusan? Namun mereka tidak bisa datang ke depan panggung melawanKU di depan? Aku akan menendang kalian semua sampai tertidur! (I know it’s Woolseyism as I referenced Uncharted, tapi itu menyenangkan disamping Airi membual di sini, sehingga masuk akal.)

Setelah dia mengatakan itu, dia berpaling ke Azazel,

"Gubernur Pertama Malaikat Jatuh, Haruskah kita pergi ke koordinat yang Ix berikan ke kita?"

Garis depan adalah panggung ku.

Airi memberinya keyakinan yang mengingatkan sang Gubernur beberapa waktu yang lalu.....

---DxD---

Saat itu di prefektur tetangga yang merupakan tempat kedatangan berikutnya untuk lingkaran teleportasi anak-anak Issei, terletak jauh di dalam puing-puing dari situs yang melewati gunung Ishiba.

Lokasi yang berbeda, namun Azazel telah ke tempat semacam ini beberapa bulan sebelumnya untuk bertarung melawan Loki.

Ini pastinya tempat di mana Ix menemukan [UL] di siang hari.
Perasaan aneh dari udara dengan cepat di transfer ke kulit kelompok saat mereka berteleportasi menuju sebuah tambang. Apa yang pertama dirasakan dari lapangan terbuka menjadi dimensi yang berbeda dalam skala kecil.

Sebuah bayangan dari anak laki-laki berambut merah menurunkan sikap pertarungan, dan berdiri dengan warna yang memberikan titik pandang ke seluruh tambang batu, menunjukkan batu karang dengan sifat magnetik khususnda bersih, kapal yang tidak tersentuh mengambang di sungai bawah tanah.

Mereka berjalan ke belakang gua saat Airi bertanya ke Ix,

"Apa yang kau temukan?"

"Ini adalah lingkaran teleportasi ke lima." Ix mengatakan sambil menunjuk ke depan.

Sesuatu yang tampaknya menjadi cerah, lingkaran sihir yang berkilauan muncul di atas tanah. Hal yang sama juga melayang di langit-langit.
Mereka menunggu saat tentara reguler [UL] muncul dari dalam lingkaran, dan Azazel mengambil sikap pertempuran.

Dai lingkaran pada langit-langit, sebuah objek dengan sinar hitam menerangi setengah jalan muncul melalui lingkaran teleportasi, tapi kembali ke titik teleportasinya.
Sebuah lingkaran sihir feminin telah ditandai dengan empat simbol serupa yang akan menyelesaikan proses teleportasi dari objek hitam. Azazel berpikir bahwa ia memiliki bentuk lingkaran tebal yang bisa dibawa.

Gubernur berpikir bahwa itu juga makhluk [UL], mengambil bentuk sebagai tiang silinder belaka dibanding orang atau naga. Ini pastinya menjadi entitas yang hidup, yang asalnya dari dimensi lain dibawa oleh tandu. Itu analogi terdekat yang Azazel bisa pikirkan dengan standar dunia. Dia mengamati dengan penuh daya tarik.
"Itu adalah salah satu Pillar dari "Empat Jenderal", sang "Seven Identical Green Eye", Rey Zuoroado."  (Itulah yang aku bisa dapatkan. Aslinya adalah “ryokugan nana ni” re y zu~oroado no “shi shō)

"Ini juga merupakan sebuah [UL] yang akan menjadi bagian dari "BEUPA REKORUGU" "

"Sebuah bagian? Apa yang kau maksud dengan itu?"
Azazel bertanya, Zen dan Shin sabar menjawab tanpa jeda.

"Ada beberapa individu yang memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan [UL] yang biasa, bahwa mereka bisa bergabung menjadi "BEUPA REKORUGU". Mereka pada dasarnya Executif dengan ciri-ciri masing-masing, yang dibagi menjadi beberapa bagian tubuh mereka untuk transportasi yang lebih mudah dan dapat digabungkan nanti."

"Mereka berencana untuk bergabung menjadi satu di Jepang. Mereka pintar, menggunakan jendela waktu mereka untuk bertransportasi. Mereka lebih besar namun belum terlalu tua, dan mereka membutuhkan lebih banyak energi untuk bertransportasi melalui lingkaran sihir teleportasi."
Pemisahan, gabungan. Azazel berpikir mereka tampaknya seperti robot, menggunakan cara itu untuk menjadi entitas yang hidup. Bahkan, dia menyimpulkan bahwa mereka telah merencanakan bagi [UL] yang lebih besar agar dipisahkan bagian tubuhnya untuk bertransportasi ke era ini, kemudian menggabungkan mereka untuk mendapatkan kemampuan mereka.

Ix mengambil napas,
"Aku datang lebih awal jadi aku pikir aku beruntung. Namun, setelah mengetahui apa yang "BEUPA REKORUGU" bisa lakukan dengan kemampuan mereka aku kira mereka tidak melebih-lebihkannya. Sekarng mereka membawa semuany menggunakan lingkaran sihir teleportasi untuk ditempatkan sebagai senjata strategis dan persediaan? Dengan nama Lucifer....."

Sebuah senjata strategis terburuk. Mereka membawa itu ke sini dan itu besar, itu cukup besar bahwa melihatnya hari ini sudah jelas. Azazel berpikir bahwa sementara dia memiliki alasan untuk menjadi jahat, dia tidak akan pernah membawa sesuatu seperti ini, yang akan menyebabkan sebuah perjuangan tanpa akhir diantara para mitologi. Satu-satunya cara untuk menghentikannya adalah mencegat dan menyerangnya untuk mengirimkannya menjauh dari dunia ini.

Anak-anak Issei juga mengerti tujuannya dan menyiapkan posisi menyerang. Mereka akan membawanya keluar pada saat waktu terlihat.

Whooosh! Airi mengambil satu menggunakan sebuah Finger Grab sebagai serangan mendadak, dan mulai memberikan perintah kepada saudara-saudaranya.

Azazel tampaknya tidak terkejut untuk melihat ikatan kekeluargaan anak-anak, yang membuat mereka menjadi tim yang sangat tangguh. Airi dengan berani menyatakan,

"Bisakah kita pergi!? Ix, kau juga harus bertarung!"

Seratus raungan dari kekuatan hidup mekanik dan dia tetap berdiri di depan. Pasukan-pasukan [UL] gemetar ketakutan.

"Pernah ada seorang putri yang mengatakan kepada semua orang bahwa garis depan adalah panggungnya dan di mana dia pergi berperang. Dari siapa? Siapa putri dari Asia Argento?"

Azazel benar-benar ingin bertanya pada mereka bagaimana semangat bertarung Airi berasal. Zen hanya memberikan senyum yang lebar.

"Itulah Airi, kakak perempuan tertua bersama dengan Ix dan Zen sebagai garda terdepan! Biarkan ayah kita menjadi pemandu kita kepada cahaya dan kebenaran!"

"Bagaimana pun juga kita adalah anak-anak dari Hyoudou Issei  sang Sekiryuutei, Ix dan Airi merupakan yang terkuat dari semuanya! Dari dukuangan ku, kita memiliki motivasi dan pengaruh untuk bertarung dari ayah kami! AKU MENGUSULKAN KALIAN BERDIRI, ANAK-ANAK DARI KAISAR NAGA MERAH"

Azazel sangat tekejut bahwa itu menjadi kesebelasan. Itu salah satu neraka dari seorang ibu Asia! Bagaimana bisa kau membangkitkan seorang putri tipe pertempuran garis depan!?

Tambang menjadi terdian saat suara Airi dan dirinya menghilang. Momen berikutnya saat Azazel menjadi khawatir, beberapa pasukan [UL] disekitar lingkaran sihir hancur dengan pukulan dan tendangan!?

Serius. Dia memukul mereka dengan kemahiran tersebut. Pergerakannya yang canggih dan dilakukan dalam presisi milimetrical. Sungguh menakjubkan untuk melihat gerakan seseorang yang terlatih dalam pertarungan berhadap-hadapan dari dekat pada usia dini tersebut.

Dia menendang sementara menyalurkan Ki saat dia membangun momentumnya untuk terus bergerak. Dia menggunakan pinggang untuk menyalurkan tinjunya ke pukulannya. Menggunakan momentum dari pukulan, dia meningkatkan kekuatannya dan pada gilirannya sebuah lemaparan menggunakan peningkatan kekuatan. Bagaimanakah lengan tipis memberikan kekuatan besar seperti itu?

Jadi itulah anak perempuannya Issei. Azazel bertanya-tanya bahwa kekuatan semacam ini sangat banyak mengingatkannya pada satu orang. Sang Great King, Sairaorg Bael.

"Hanya percaya padanya, Nee-san ku, kau baik-baik saja?"

Sementara itu, Ix mengeluarkan jejak warna yang berbeda di pergerakannya dengan kecepatan tinggi saat dia memotong pasukan [UL] ke tanah. Keduanaya (Ix dan Airi) bertarung dengan berduet yang membuat takjub Azazel bahkan lebih, karena keduanya telah dilatih dan berpengalaman dipertarungan nya sejak dini.

"Apa ada tempat untuk masuk! Jika semangatmu bergolak hanya dengan melihat musuh, kau tampaknya hanya maju ke dalam dan mulai beraksi?"

"Bukankah menjadi masalah jika aku bergabung dengan nee-san dan Ix? Ini tidak seperti pertama kali aku melakukan ini."

Zen menyiapkan Durandal IV dan Shin melepaskan sayapnya. Setengah malaikat murni, setengah sayap naga. Dia memegang 10.000 buku, yang merupakan keahliannya.

Apakah dia benar-benar memegang 10.000 buku? Apakah itu kebenaran atau hanya sebuah lelucon? Azazel berpikir bahwa itu mungkin mengandung 250.000 karakter Jepang, sambil terus menerus menembak gelombang suci..

Zen dan Shin bergabung dengan Ix dan Airi dalam kompetisi mereka sendiri. Azazel bahkan memutuskan untuk bergabung dan mulai menendang beberapa kepala [UL]. Yah, dia hanya ingin menembak beberapa bola cahaya dan tidak menghalangi jalan mereka.

Dia berpikir di kepalanya lagi: Issei! Apa yang kau katakan pada anak-anakmu untuk dilakukan di masa depan? Mereka mendapatkan kekuatan dan bertarung bersama-sama, bersatu dalam ikatan kekeluargaan!


Part 4

Dia bukan seorang seorang garda terdepan di misi ini, tapi Azazel memegang tombak cahaya di tangannya.
[Boost!][Explosion!]
Sebuah suara familiar terdengar. Itu suara dari Boosted Gear buatan Ix, sebuah tiruan dari sarung tangan Sekiryuutei yang sebenarnya.

Azazel juga bisa mendengar suara bombardir dari Zen. Selongsong peluru yang dikeluarkan, dan dalam hitungan detik, sebuah cahaya merah yang sangat besar dilepaskan dari sarung tangan yang membungkus Ix dan pedang crimsonnya, meningkatkan auranya dan membuat gerakannya lebih gesit dari sebelumnya. Dalam keadaan itu, dia menaikkan sokongannya saat dia menebas sampai habis [UL] tanpa belas kasihan.

Zen memuat peluru auranya yang ditingkatkan untuk meningkatkan daya tembak Durandal IV dengan cara yang sama seperti adiknya lakukan. Namun, dia menggunakan pemicu operasi dan gerakan yang berbeda dibandingkan peluru normal yang dia gunakan, dan Azazel menyimpulkan bahwa aura saudara kandung itu yang digunakan mirip dengan kekuatan Sekiryuutei, yang memungkinkan pengguna untuk meningkatkan kekuatan fisik mereka saat mereka mengaktifkan kekuatan naga yang tidak aktif dalam tubuh mereka.

Sementara itu, Azazel memegang tombak cahayanya untuk menusuk beberapa [UL] di kepalanya. Dia memahami bahwa ini langkah-langkah efektif untuk membwa mereka ke bawah karena dia dia diajarkan metode ini dari Kurenai. Ikan-ikan kecil [UL] bisa dibunuh dengan melemparkan tombak cahaya yang kecil.

Dia juga menggunakan sebuah teknik yang menciptakan penghalang khusus, yang membuat tanah dan apapun itu yang terkena menghilang di depan mata, dan itu bisa dikombinasikan dengan serangan untuk meminimalkan kerusakan tambahan. Dia berpikir itulah bagaimana mereka terlihat tidak ceroboh dalam mengalahkan makhluk-makhluk alien.

Ini akan buruk untuk mengajarkan teknik masa depan ini kepada orang lain karena akan menciptakan paradoks, sehingga Azazel satu-satunya orang yang diajarkan. Dia mengatakan kepada murid-muridnya bahwa itu bukan teknik mengupas yang baru, menggunakan persamaan yang tidak masuk akal bahwa itu tidak bermanfaat untuk dipelajari. . Yah, dia berpikir itu akan dilakukan untuk saat ini.

Tiang silinder hitam yang bersinar memandang ke tempat di mana pasukan penjaga [UL] kalah dibawah lingkaran sihir dan mulai berdering. Setelah itu, dia menyelinap di lingkaran seraya membuat suara [Gasha-Gasha], seolah-olah itu berubah bentuk.

Dia berubah, dan di depan yang lainnya, ke bentuk manusia mekanik mirip dengan cyborg, tetapi berdiri dengan empat kaki.

Lainnya membentuk sebuah burung besar yang terbang ke depan. Azazel berpikir bahwa masing-masing dari lima tiang silinder memiliki bentuk yang berbeda bukannya satu, solid uniform.

Suasana berubah saat [UL] silinder hitam bertransformasi. Itu jelas perasaan yang berbeda dibandingkan pasukan [UL] biasa. Azazel bisa merasakan aura negatif yang sangat kuat, berputar.

Sang Gubernur mengatami bahwa sisa [UL] silinder terus berubah, dua dari mereka mengambil bentuk manusia dalam potongan laras panjang! Lainnya membentuk binatang dengan proyeksi dibelakangnya, berdiri dengan kumpulan besar rudal!

Jadi kelima silender [UL] berubah menjadi berbagai senjata!
Kelima [UL] membidik untuk membombardir kelompok ini, dan menembakkan rudal. Semua orang sibuk dengan pasukan biasa karena satu yang biasa sudah mencoba untuk meledakkan kepala mereka, dan musuhnya telah memojokkan mereka.

Azazel membuka sayapnya dan menutup sejauh yang dia bisa untuk meminimalkan efek ledakan. Dia membuat beberapa lingkaran sihir pertahanan, karena pengeboman diperlihatkan seperti hujan. Dia mencoba sebanyak yang dia bisa, dan dia mampu meminimalkan kerusakan dari pemboman rudal.

Bahkan dengan hanya satu tembakan yang ditembakkan dari tempat lingkaran sihir feminim, Azazel bisa merasakan kerusakan berat dan mengejutkan tubuhnya, dan lingkaran sihir teleportasi mulai runtuh. Dia bahkan bisa merasakan bahwa isi perutnya bisa meledak dari mulutnya.

Tambang batu mulai tertutup dengan puing-puing dari pemboman ultra-luas terus menerus. Dengan jumlah kekuatan ini mereka dapat dengan mudah mengubah bentuk tanah. Azazel pikir mereka bahkan bisa melakukan itu terus menerus. Sebuah kawah yang besar sudah terbentuk diantara  formasi bebatuan.

Oi Oi Oi! Pertarungan di hutan tidak bisa dibandingkan dengan ini! Pemimpin Malaikat Jatuh  marah-marah karena dia akan menjadi orang yang akan melakukan pembersihan, dia bahkan tidak mungkin melakukan pemulihan yang lengkap. Oh sial, terlihat seperti transformasi yang tidak lengkap mulai mengambil korban, kerusakan yang dilakukan tidak sebanding dengan tingkat kekuatan saat ini dalam kondisi normal!

Hal ini cocok untuk menjadi senjata strategis. Berapa banyak kerusakan yang bisa dilakukan bila dia memiliki bentuk sempurna, Azazel tidak ingin membayangkannya.

Anak-anak Issei mulai memperluas lingkaran sihir pertahanan mereka. Salah satu dari mereka tampaknya akan memegang rudal di salah satu tangannya, dan Azazel melihat mereka bisa memegang selongsong saat mereka menonaktifkan senjata itu dengan sihir pertahanan mereka, membuat kesan bahwa mereka menahan proyektil yang tidak dikeluarkan sebagai kebiasan ketika mereka diserang. Anak-anak yang bertarung dengan [UL] di masa depan, dengan senjata gila, tapi mereka lebih baik dalam mempertahankan dan mencegat serangan dibandingkan sang Gubernur picik ini, Azazel berkata pada dirinya sendiri.

Setelah pemboman berhenti, Ix mengenali bahwa silinder [UL] pasti seorang pillar dari Empat Jenderal, bagian dari "BEUPA REKORUGU", katanya sambil menyarungkan pedangnya. Dia mencoba menggunakan kekuatan Boosted Gear.
Airi melihatnya dan memperhatikan,
"Ix, tolong berhenti bermain dengan [Gauntlet of the Sekiryuutei Crown Prince]. Apakah itu masih memberikanmu faktor kuat dalam kekhawatiran mu?"

"Tapi!"
Airi mengatakan [Gauntlet of the Sekiryuutei Crown Prince]. Itu adalah nama dari tangan berharga Ix. Itu masih bisa digunakan, tapi tidak stabil.

Airi berjalan dengan gagah berani.
"Sekarang giliranku,"
Setelah itu, dia menghasilkan aura emas dari tubuhnya saat rambut emasnya beterbangan.

Gadis itu mulai menyanyikan mantra yang kuat
"Jawab suara ku, satu-satunya dengan sisik emas, ya Raja Besar. Kita akan membunuh musuh-musuh yang muncul di depan kita bersama-sama.... Muncul di depanku!"
Sebuah lingkaran sihir muncul di depan kaki Airi! Sebuah Gerbang Naga! Apakah dia memanggil seekor naga tanpa menawarkan harta apapun? Itu muncul dan mengambang di sekitar Airi, aura emas dari lingkaran sihir yang Azazel telah lihat sebelumnya.

Cahaya dalam jumlah yang besar keluar dari tubuh Airi, beresonansi dengan lingkaran sihir. Sang cahaya tinggal di sampingnya, mengambil sebuah bentuk. Apa yang muncul di sana... adalah seekor naga raksasa dengan sisik emas.... Fafnir! Jadi Airi membuat Raja Naga muncul dari tubuhnya?
"Ini hal yang baik Fafnir-chan datang ke sini dengan cepat. Aku mengatakan kepadanya bahwa kami memiliki masalah dengan seorang pria yang mengutuk ibunya."
Fafnir berubah menjadi cahaya emas, dan menutupi tubuh Airi. Dia membentuk jadi jubah emas dengan bulu-bulu.
"Sacred Gear buatanku... Robe of the Golden Dragon King."
Sebuah Sacred Gear buatan! Airi benar-benar memilikinya? Azazel bajkan melihat bahwa itu dibuat dari kekuatan Fafnir.

Sang Gubernur berpikir bahwa karena dia juga meminjam kekuatan Raja Naga dalam bentuk armor, tapi dia perlu penawaran untuk bisa menggunakannya.

Sekarang sang Naga Emas menjadi jubah berbulu yang bersinar dengan cahaya. Namun, siluet itu tidak familiar.
"Aku, suka meminjamkan kekuatanku untuk Airi-tan."
Saat dia mengenakan jubah berbulu, Airi melakukan tarian rotasi di tempat, dan mulai melepaskan aura yang sangat besar. Dia berteriak bersama dengan Fafnir!
""[Tutu of the Devil]!""
(terdengar agak konyol, kan? Atau bisa disebut "Balet Iblis" atau "Tarian Iblis".)

Aura emas meningkat secara dramatis dari tubuhnya! Itu berbentuk dan menyelimuti dirinya sepenuhnya.

Aura emas menari, seorang wanita mengenakan armor emas dari kepala sampai kaki muncul di sana? Itu menghantui kepala Azazel. Itu adalah Balance Breaker dari Sacred Gear buatan!? Sang Gubernur merasa bahwa kekuatan itu jauh lebih stabil dibandingkan dia sendiri menggunakannya.


Part 5

Bersinar, armor emas (jubah? Dari sini SG buatan Airi disebut sebagai armor, pada dasarnya versi yang sama seperti cover Vol 20) Airi sekarang berlawanan dengan pilar silender [UL] berwarna gelap.

"Counter-Balance, Armor Raja Naga Emas."
Counter-Balance, kau menyebut Balance-Breaker Counter-Balance? Sang Malaikat Jatuh mencoba meredam keterkejutannya.

Zen menjelaskan untuk membantu keheranan Azazel tentang fenomena tersebut.

"Di era kita, pemilik Sacred Gear buata bisa mengaktifkan mereka seperti yang asli tanpa banyak kesulitan dan meraih kondisi Balance-Breaker tanpa pembatasan. Jika kondisi Balance-Breaker normal adalah saat melepaskan kekuatan penuh Sacred Gear mereka dengan menghancurkan keseimbangan. Counter-Balance sebaliknya. Awalnya, kekuatan penuh yang dikeluarkan dalam kondisi Balance Breaker normal sangat sulit dikontrol. Counter-Balance adalah kondisi ketika pemilik Sacred Gear mampu mengendalikan kekuatan yang meledak dengan talenta dan kekuatan mereka sendiri."

Azazel mampu untuk memahaminya, pengetahuannya tentang Sacred Gear buatan akan membuahkan hasil di masa depan dan tampaknya teori pembatasan selektif yang dia kerjakan terkait erat dengan itu. Dia juga berharap bahwa ini akan terjadi pada akhirnya, dan senang mengetahui ini dari mereka pertama kalinya, tapa di saat ang sama, menyatakan penyesalannya. Jadi semua penelitiannya untuk mencapai Balance Breaker juga Counter Balance untuk yang pemilik yang asli dan buatan. (Beberapa situs dan perangkat lunak yang menerjemahkan teori sebagai "ban interference" atau "limited prohibition", aku menduga bahwa teori ini merujuk bahwa hanya orang-orang terpilih yang diizinkan untuk memiliki Sacred Gear, apakah mereka adalah orang-orang yang nyata atau buatan. Cobalah untuk mengingat rencana Cao Cao dari obral Balance Breaker di vol 9-11, dan kalian akan mendapatkan alasan mengapa Azazel mencoba untuk mendorong teori ini menjadi proposal)


Airi yang mengenakan armor berbicara sepintas,

"Shin, Zen, Ix, pimpin jalan untuk Sang Gubernur."

Zen dan Shin menjawab, "Mengerti" saat mereka menyebarkan sayap mereka dan melompat ke depan.

Zen mengatakan,

"Ix, kau pergi bersama dengan Gubernur."

"Zen dan aku  akan mengikuti Airi nee-san!"
Shin juga berkata saat dia mencengkeram dua uchigatana dari sarungnya, menerjang ke arah [UL] silinder.

Zen memulai pertarungan kecepan tinggi dengan [UL] binatang. Musuh melompat setinggi langit ketika mereka menyerang ditengah udaranya, tapi dia menghindarinya.... namun, sesuatu yang seperti sebuah mesin jet muncul dari belakang dan menembakkan api. Dia merubah posisinya di udara dengan menggunakan mesin, dan Zen menyiapkan balasan saat dia menghindari serangannya.

Bahkan ketika bertahan, Zen masih berhasil memotongnya dengan Durandal.

"Pergilah!"
Di sisi lain, Shin juga bertarung dengan [UL] binatang lainnya yang berbentuk pilar silinder. Saat pihak lain terus menembak, binarang itu berubah menjadi pedang besar di tempatnya.

Suatu bentuk cyborg humanoid tangannya diturunkan ke bawah. hal ini terjadi untuk serang terkoordinasi dengan pedang menggunakan itu sebagai perubahannya! Tapi, itu menjadi mangsa dari uchigatana kembar Shin dan mendorong cyborgnya.

Dia melakukan tebasan menyilang pada [UL] cyborg.

"Aku akan menyingkirkan semua [UL]! Amen!"
Dia meletakkan pedang ke sarungnya. Betapa layak gaya bertarung untuk anaknya Irina.

Zen dan Shin mengikuti satu sama lain dengan serangan berturut-turut. Gerakan mereka juga tidak menghalangi Airi dalam pertarungannya melawan musuhnya.

Airi membuat sinar dari cahaya emas, bergerak dalam kecepatan Dewa yang bahkan membuat Azazel kesulitan untuk mengikuti langkahnya di tengah hari.

Sebuah bentuk burung raksasa [UL] terlihat seperti dipukul dengan puluhan ribu sinar cahaya. Azazel melihat  bahwa musuh dipukul dengan serangan cepat sehingga bekas serangan tidak terlihat!

Airi menusuk perut cyborg besar dengan pukulannya sebagai serangan terakhir! Dia mengeluarkan pukulannya dan berlindung. Setelah burung raksasa [UL] terkena kerusakan fatal, dia memicu kebakaran besar karena efek yang mirip dengan hubungan arus pendek, dan menghasilkan asap.
Dia meningkatkan Counter-Balance nya, dan menggerakkan tubuhnya sejauh mungkin! Jadi Zen dan Shin membiarakan Airi bertarung sendirian. Sial, mereka bahkan meninggalkannya dan yakin akan kemenangannya.

Ketika ketiga saudara mengambil bagian aktif di pertarungan, Ix tersenyum pahit,

"Benar-benar dah, selalu seperti ini ketika mereka bertiga masuk ke pertarungan."

"Apakah mereka selalu bertarung dalam pasangan tiga orang?"

Ix mengangguk pada pertanyaan Azazel.

"Ya. Itu karena Asia kaa-san, Xenovia kaa-san, dan Irina kaa-san merupakan teman baik satu sama lain, selalu bersama-sama. Oleh karena itu, mereka selalu serempak sempurna."
Ix mengatakan saat Zen, Shin, dan Airi bertarung, mereka bertiga tanpa mengenai satu sama lain ketika mereka mengikuti serangan masing-masing dengan lancar, mengenai musuh dengan akurasi yang luar biasa.

"Tidak ada yang tidak bisa dipotong oleh Durandal IV."
Zen mengeksekusi dua garis miring berturut-turut dengan kekuatan penuh yang luar biasa dari Durandal pada binatang cyborg [UL].

Di sisi lain, si cyborg humanoid [UL] memegang pedang besar temannya yang terpotong menjadi empat bagian dan sosok Shin melakukan tebasan menyilang bisa terlihat. Dia menyium rosario yang menutupi lehernya.

"Dengan nama roh yang tinggal di Pedang Suci, Kashuu Kiyomitsu dan Yamatonokami Yasusada, jadi mana yang lebih tajam, hm?"
(Shin mengacu nama pedangnya pada dua karakter (yg pada gilirannya diambil dari nama Nihontos yang terkenal) dari sebuah game web browser Jepang yang populer, Touken Renbu, yang diterjemahkan sebagai Tarian Pedang Liar Online. Pedangnya yang dimaksud adalah yang dimiliki oleh Okita Souji, yang di DxD universe merupakan guru berpedang Kiba, mengisyaratkan kemungkinan bahwa dia memberikannya pada Shin, tapi apakah itu sebuah pemberian langsung atau melalui Kiba tidak diketahui)

Sisa [UL] silinder di tanah mulai berubah, mengambil bentuk sebagai setengah manusia, setengah hewan. Tubuh bagian atas manusia, tapi bagian bawah memiliki empat kaki, dengan sayap tumbuh dari punggungnya.

Airi mendekati sang monster.

"Okaa-san....."
Dia mulai berbicara dengan sopan,

"Ibu menyukai tanaman, dan sangat baik dalam menjahit juga. Masakannya adalah yang terbaik dan dia mengambil alih tugas dapur keluarga Hyoudou, yang membuat ayah dan kakek sangat berterima kasih padanya. Dia selalu tersenyum, tidak pernah menunjukkan kemarahannya. Itulah mengapa Fapu-chan dan aku harus melanjutkan misi yang diberikan oleh ayahku...."
Airi mengumpulkan aura emas besar-besaran pada tangannya. Azazel melihat dia tertekan dan menangis.

"Orang yang menyiksa ibu seharusnya tidak diperbolehkan dengan cara apapun untuk hidup!"
Zen, Shin, dan Ix mengikutinya. Tiga bersaudara itu menunjuk pedang mereka ke arah monster.

"Itu benar, kita pasti akan menyelamatkan Asia kaa-san!"

"Tetntu saja aku tidak ingin membayangkan membiarkan masakan Asia kaa-san dibiarkan tidak dimakan!"

"Loki dan Luo Lou Tujuh Tubuh Surgawi (Ragoshi Chotsu) adalah orang-orang yang merusak keluarga penting kami."
Tiga bersaudara itu meningkatkan aura mereka sekaligus, dan mengirimkannya ke kakak mereka Airi.

"Dengan nama keluarga Kaisar Naga Merah, ambil ini tutu idiot!!!"
Dengan aura maksimum yang dikeluarkan pada tangannya, dia memukul [UL] dengan satu pukulan.

Ise! Empat anak mu telah melakukan serangan gelombang serentak yang menakjubkan! Azazel mengakui dalam pikirannya.

Seorang pilar dari Empat Jenderal dari Reds Lords Invade Fanatic, dan sebuah bagian yang membentuk [UL] "PEUPA REKORUGU", akhirnya menghilang dalam cahaya aura.

---DxD---

Pertarungan itu berakhir. Azazel mengambil napas sambil menghadap ke situs Ishiba dan bertugas memulihkan reruntuhan.

Airi, yang telah menghapus armornya, tersenyum nakal dan tertawa, "hahaha....." dengan lidahnya yang keluar.

"Aku terlalu berlebihan"
Tiga saudara laki-lakinya hanya bisa mengatakan sambil menghirup napas, "ya benar", menyesalkan fakta bagaimana dia terlalu idiot.

Azazel melihat bahwa mereka tampaknya terganggu dengan perilaku nakal kakak mereka.

Dia melihat sesuatu. Bahkan ketika [UL] telah dikalahkan, sebuah lingkaran sihir teleportasi yang besar dibentuk dari langit-langit, sang Gubernur harus menghentikannya bersama dengan anak-anak.

Kali ini, dia merasa mereka bisa menghentikan "PEUPA REKORUGU" dari bertransportasi. Jika mereka melakukannya, itu akan mengambil aura dalam jumlah besar untuk membangun kemali lingkaran sihir teleportasi. Azazel berpikir bahwa menghentikan bagian dari "PEUPA REKORUGU" akan menjadi pencapaian yang sangat baik.

Namun, anak-anak tampaknya mengenali tanda energi, dan Ix mendekatinya. Azazel juga bisa merasakan auranya Rias. Itu cukup dekat dengan membuktikannya. Tapi bagaimana bisa mereka tidak merasakan kehadiran [UL]. Sang Malaikat Jatuh telah memastikan setiap jejak sihir dari lingkaran teleportasi dihapuskan. Ix tetap di tempatnya, dan Azazel bahkan telah menyembunyikan auranya. Ini akan menjadi buruk jika wajah dan aura mereka dikenali.

Apakah teleportasi tidak mempengaruhi [UL]? Kemudian anggota dari Klub Penelitian Ilmu Gaib (ORC) muncul dan melihat mereka. Azazel terbang ke samping.

Tambang batu telah benar-benar dipulihkan saat mereka tiba. Rias terkejut.
"Apa yang terjadi di sini, Azazel?"

"Umm.... ini."
Dia menggaruk pipinya saat dia mencoba untuk menjelaskan. Yah, [UL] membuat kesalahan dengan menyerang tempat ini. Azazel mencoba untuk menyembunyikan fakta bahwa dia bertarung dengan sebuah makhluk luar angkasa dalam pertempuran skala besar di sini.

Mata Rias melirik ke seluruh tempat.... saat dia melihat Ix.

"Siapa di sana?"

Para anggota ORC melihat pemandangan yang tidak biasa

Airi masih tenang dalam tudungnya.

Setelah berjalan ke samping mereka, dia membisikkan sesuatu ke telinganya Azazel.

"....."
Oh... dia mendapatkannya. Airi menunjukkan senyum lebar ke saudara lainnya, dan Azazel mengangguk.

Airi menundukkan kepalanya pada sang Gubernur sembari berakting,

"Tuan Azazel, kami tidak bisa kembali dan kami tidak tahu jalan."
Sebuah solusi.

Ix, Zen, dan Shin mengeluarkan suara mereka untuk mengikuti Airi.

Kemudian, setelah lingkaran sihir teleportasi besar mereka terbentuk, ke empat bersaudara itu melompat ke cahaya.

Saat cahaya bersinar..... mereka telah pergi.

Setelah Airi pergi, Ise... bertanya pada Azazel saat mereka melihat anak-anak masa depan.

"Mereka pergi.... Sensei, apa mereka rekan kerjamu?"

"Hmm? Oh, yah.... Mereka adalah agen dari kenalan ku yang ingin bekerja sama dengan ku."
Azazel tidak bisa mengatakan bahwa mereka adalah anak-anaknya Issei bahkan jika mulutnya tercabik. Tiba-tiba, Asia mengambil langkah maju dengan kepalanya yang menunduk.

"Mereka mengenakan tudung, jadi aku tidak bisa melihat wajah mereka dengan jelas tapi mereka menatapku dengan serius."

"Itu karena kau orang yang sangat menyenangkan, Asia. Eh, aku mengagumi mu? Aku pasti tidur terlalu banyak."
Kata Ise.

Asia tersenyum dengan lembut, yang terlihat kekanak-kanakan.

"Tapi suasana di sekitar mereka sangat akrab, seolah-olah mereka tidak asing."
Azazel mencatat bahwa meskipun mereka berasal dari zaman yang berbeda, ada beberapa jenis koneksi misterius yang dirasakan di antara mereka, mungkin itu berasal dari orang tua dan anaknya.
"Sejujurnya, aku bisa merasakannya juga."

"Aku juga. Aku juga."
Xenovia dan Irina melanjutkan setelahnya.
"Aku pikir aku bisa melihat kehadiran anak kecil."
Sepertinya Rias merasakan sesuatu saat dia menggerakkan matanya.

Para anggota ORC merasakan kehadiran yang aneh, sepertinya Azazel sedang memikirkan apa yang Airi bisikkan ke telinganya dengan suara hanya dia yang bisa memahaminya.

Nama ku adalah penggabungan dari inisial suku kata pertama Asia, Issei, dan Rias, itulah yang ibu dan ayah katakan. Mereka juga membiatku seperti ini karena mereka ingin aku menjadi "simbol cinta" dan "panutan".

Azazel terkesan bagaimana mereka bisa memberikan nama yang baik. Dia merasa bahwa itu nama yang sempurna untuk putri mereka.

Ketika Azazel memutuskan untuk meninggalkan situs dengan Ise dan lainnya, dia melihat pesan yang dikirim ke nomor pribadinya. Dia memutarnya dengan suara yang sangat pelan hanya dia yang bisa mendengarnya.

"Azazel-sensei, aku ingin meminta bantuan anda, jika kau bisa bergabung dengan ku. Aku atasan Ix tiga puluh tahun dari sekarang..... Gasper Vladi."

Akhirnya, laporan dari seseorang yang mati-matian Azazel tunggu.


Artikel Terkait

Previous
Next Post »