High School DxD Vol 22 Life 3 Bahasa Indonesia

9:12:00 AM
Life 3 Upacara Kelulusan Gremory



Pada hari kelulusan———


Pada hari itu, Rias bangun pagi seperti biasa dan mulai mengenakan seragamnya seperti biasa.


Namun———ini akan menjadi yang terakhir kalinya dia akan mengenakan seragamnya sebagai seorang siswi SMA. Dia mengatakan dia ingin untuk pergi ke sekolah sebelum orang lain tahu sehingga dia pergi ke sekolah bersama dengan Akeno-san.


———Dia mengatakannya kepadaku juga.


"Ise, kau ikut bersama kita juga."
Rias, Akeno-san, dan aku pergi ke sekolah dengan hanya kita bertiga. Kita berjalan bertiga di mana Akeno-san meraih lenganku jadi ada situasi di mana Rias bersaing dengannya dengan mengambil lenganku lainnya. Ini seperti biasanya. Tapi mulai besok, ini tidak akan terjadi lagi. Ketika aku berpikir tentang hal itu....Aku mulai merasa sedih.


Akademi Kuoh di mana tidak ada seorang pun di sini hingga kini..... atau itulah yang aku pikirkan. Dua wajah yang familiar berdiri di depan gerbang sekolah dan membersihkan sekelilingnya.


Ya ampun,  mantan ketua Osis Sona dan mantan wakil ketua Osis Shinra sedang membersihkan gerbang sekolah dengan sapu! Wow, aku tidak pernah membayangkan akan ada seseorang yang datang ke sekolah lebih awal di banding Rias dan Akeno-san......


Mantan ketua Osis kemudian berkata


"Ufufu, aku tidak bisa menahan diriku sendiri untuk bangun pagi hari ini. Tidak ada sesuatu yang bisa aku lakukan di rumah jadi aku memutuskan untuk datang sedikit lebih awal untuk mulai membersihkan di sini. Kemudian aku menemukan Tsubaki di sini......"


"Ya, untuk beberapa alasan aku selalu bangun lebih awal......"


Jadi empat orang yang akan lulus akhirnya bangun lebih awal ya. Rias, Akeno-san, mantan Ketua Osis, dan mantan wakil ketua Osis mulai tertawa.


Setelah mengucapkan selamat tinggal ke mantan ketua dan wakil ketua Osis, tempat yang kita tuju bukanlah gedung sekolah tapi gedung sekolah tua. ———Kita sedang dalam perjalanan ke ruang ORC.


Kita bertiga memasuki ruangan.


Pandangan ruang klub yang tidak berbeda dari biasanya. Bahkan meskipun Rias dan Akeno-san tidak banyak muncul, kami masih terus menggunakannya secara normal. Kami tidak bisa tiba-tiba menjadi sedih hanya karena para senior pergi bagaimanapun juga.


Tempat ini adalah...... sebuah ruangan yang dibangun kembali oleh Rias dan yang lainnya.


Rias perlahan-lahan berjalan ke meja ketua klub.


"Ufufu, kemudian aku akan membuat teh."


Akeno-san mulai merebus air seperti biasanya.


Rias duduk di kursi ketua klub. Ini benar-benar sudah beberapa lama melihat pemandangan seperti ini. Sekarang Asia yang duduk di kursi itu. Aku merasa buruk bagi Asia tapi memang Rias yang lebih cocok duduk di kursi itu.


Rias kemudian berkata.


".....Klub ini hanya kami berdua sampai Yuuto dan yang lainnya bergabung di sini, bukankah begitu, Akeno?"


"Ya. Kami berkeliling Akademi dalam rangka untuk mempertahankan klub ini entah bagaimana. Meskipun kami kekurangan anggota."


Akeno-san mulai cekikikan.


"Bahkan masih, kami tidak bisa meningkatkan anggota jika kami menggunakan identitas kami..... Apakah kau tahu, Ise? Bahwa pada awalnya Sona dan Tsubaki sering datang ke sini? Itulah mengapa klub ini tidak kesepian sama sekali."


"Itu adalah sesuatu yang hanya bisa kami lakukan pada waktu itu."


Hmm, ini pertama kalinya aku mendengar hal itu. Jadi ketika Rias masih kelas satu, mantan ketua dan wakil ketua osis datang ke sini di mana mereka berempat cukup sering menghabiskan waktu mereka di sini.


"Bahkan setahun setelah itu, satu-satunya orang yang bergabung ke klub kita hanya Yuuto dan bahkan kami masih hanya memiliki tiga anggota. Anak itu sangat formal dan perhatian dengan kita dari yang dibutuhkannya karena dia satu tahun dibawah kita."


"Dia memastkan datang ke sini sebelum kami berdua tiba dan membersihkan tempat ini. Dia melakukan sesuatu dari membersihkan lantai sampai membersihkan jendela-jendela dan bahkan dia melakukannya terlalu jauh untuk membersihkan seluruh gedung sekolah tua......Meskipun hanya kita bertiga yang menggunakan tempat ini. Aku cukup yakin kalau Yuuto-kun bekerja sangat keras karena dia ingin kita menggunakn tempat ini untuk isi hati kita."


.....Itu Kiba di mana dia bertindak seperti itu ketika dia siswa kelas satu, ya. Dengan kepribadiannya itu tidak akan mengejutkanku dia akan bertindak seperti itu. Dia mengagumi Rias dan Akeno-san bagaikan kakaknya lebih dari siapapun———


"....Itu benar-benar kejutan ketika kita menjadi siswi kelas tiga. Ketika kita pikir anggota baru hanya akan menjadi Koneko dan Gasper———ada Ise, Asia, Xenovia, Irina, dan Ravel yang bergabung ke klub ini sementara Azazel dan Rossweisse yang menjadi pengawas klub ini. Fufu, kami meningkatkan jumlah orang sekaligus."


"Ufufu, sekarang kita tidak akan memiliki siapapun yang mempertanyakan klub kita karena kurangnya anggota lagi."


Ya. Lebih banyak orang bergabung setelah aku datang kesini..... Aku tidak tahu tentang klub ini ketika mereka kekurangan anggota jadi aku tidak bisa membayangkan apa rasanya hanya memiliki dua atau tiga anggota.


Ini merupakan gedung sekolah tua yang besar...... Jadi itu terlalu besar bagi mereka aku rasa.


Dari sana Rias menjadi terdiam. Itu karena dia melihat sekeliling ruangan dengan mata yang sedih dan penuh kasih———


Tapi Rias juga tertawa seakan-akan menemukan itu lucu.


"......Meskipun kita terus menggunakan tempat ini untuk pekerjaan Iblis mula besok juga. Daripada berpisah dari tempat in untuk selamanya, kita akan menggunakan tempatini lebih sering mulai sekarang........ Meskipun aku merasa sangat sedih bahwa aku tidak akan bisa mengunjungi tempat ini sehabis sekolah sebagai seorang siswi lagi."


"......Tiga tahun ini, pasti tidak terasa kalau itu singkat, bukan begitu, Rias?"


"......Untuk kehidupan seorang Iblis, tiga tahun hanya sekejap. ———Tapi."


""Itu pasti waktu yang baik.""


Keduanya mengatakan hal yang sama pada saat yang sama dengan nada yang sama.


Mereka berdua mulai tertawa.


Akeno-san kemudian berkata.


"Pengalaman ini akan menjadi hartaku yang abadi. Rias, terima kasih untuk mengundangku ke tempat ini. Aku benar-benar menikmati waktuku di sini."


Dia memberikanku dan Rias teh hitam yang baru dia buat dan kemudian mengatakan hal itu. ———Ada air mata di matanya.


Rias berkata sambil mengangkat cangkirnya.


"Aku juga bersyukur bahwa aku mengundang mu ke sini. Kau memiliki rasa terima kasihku untuk mendukungku sejauh ini wakil ketua klub ku. Dan tolong rawat aku mulai dari sekarang juga, Akeno. [Ratu] ku, serta sahabatku......"


Rias membuat senyum cemerlang yang dia bisa.


Tentu saja ini membuatku berpikir kalau ada saat-saat hanya mereka berdua bisa saling berbagi.


Rias kemudian mengatakan ini kepadaku.


"Kisah tentang masa laluku dan Akeno. Aku ingin berbagi denganmu jadi itu sebabnya kita membawamu ke sini bersama kita. Tapi sepertinya kita harus membaginya dengan orang lain juga."


Itu karena kita mulai mendengar suara langkah kaki yang berisik.


Orang yang datang dengan membuka pintu adalah———anggota yang lain! Sepertinya mereka datang mengejar kita karena entah bagaimana telah memprediksi hal ini. Sepertinya Kiba dan Gasper juga mendapat panggilan dari mereka sehingga keduanya bersama dengan mereka juga.


Irina kemudian berkata.


"Ya ampun! Rias-san, Akeno-san, dan Ise-kun! Kalian datang ke sini dengan merahasiakannya dari kita!"


Rossweisse-san datang bergegas dengan pakaiannya formalnya.


"Tolong jangan tinggalkan aku, pengawas kalian, dibelakang!"


Kiba kemudian berkata dengan tersenyum.


"Bagaimana kalau kita melakukan kegiatan klub terakhir dengan anggota di sini? Bahkan hanya mengobrol saja terdengar baik-baik saja."


Para siswa yang tersisa dan Rossweisse-san juga menanggapinya dengan mengatakan "kedengarannya bagus!"


Rias dan Akeno-san melihat satu sama lain dan tertawa.


"Ya, aku akan mengajak kalian semua bersama dengan Akeno dan aktivitas ORC terakhirku sampai waktu upacara kelulusan kami. Akeno, tolong buat teh untuk semua orang juga."


"Astaga. Mengerti, Buchou."


Seperti ini, kami diceritakan tentang kisah masa lalu Rias dan Akeno-san sampai waktu memungkinkan kita———


Itu benar-benar menyenangkan karena kita diberitahu tentang cerita memalukan Kiba dan Gasper.


......Ini mungkin saat terakhir Rias dan Akeno-san datang ke sini dengan seragam SMA mereka.


Tapi———bahkan dari sekarang, kita akan selalu bersama-sama.


Dan lebih jauh lagi, mereka akan selalu menjadi Rias-buchou dan Akeno-fukubuchou untuk kita.





Ini terjadi tepat sebelum upacara kelulusan.


Ketika kita berjalan dari ruang kelas dan berjalan di koridor yang mengarah ke gedung olahraga. Aku sekilas melihat seseorang berbicara dengan Rias.


Ya ampun! Itu Sairaorg-san!


"Jadi kau datang, Sairaorg."


"Selamat untuk kelulusanmu, Rias. Ini adalah sepupuku dan rekan-rekan terpentingku yang lulus bagaimanapun juga. Aku mengucapkan selamat untuk kalian semua hari ini."


Aku berlari ke arah mereka dan berbicara dengan mereka.


"Sairaorg-san!"


Aku berlari ke arah mereka sambil melambaikan tanganku. Tapi Sairaorg-san tersenyum saat melihat ku dan kemudian berkata.


"Hyoudou Issei, bersikap lebih eleganlah. Kau adalah Iblis Kelas Tinggi bagaimanapun juga."


"Y-Ya. Meskipun aku masih tidak merasakan kalau aku salah satu dari mereka."


"Fu, kau akhirnya akan seperti itu. Itulah pria sejati."
Ketika kita berdiskusi seperti itu, Rias dipanggil oleh lulusan lainnya: "Rias-san, ini sudah waktunya kita kembali ke ruang kelas sekaligus." Rias juga merespon dengan mengatakan, "Ya, terima kasih."


"Lalu Ise, Sairaorg. Aku harus pergi. Terima kasih untuk datang hari ini."


Hanya mengatakan itu, Rias masuk ke dalam gedung sekolah.


Sairaorg-san dan aku sendiri yang tersisa.


Sairaorg-san kemudian mengatakan itu kepada ku.


"Aku terakhir kali tidak bisa mengatakannya karena itu ritual pentingmu..... Tapi aku juga berencana untuk berpartisipasi dalam turnamen."


"Ya, aku tahu kau akan berpartisipasi."


Atau tidak itu tidak akan seperti Sairaorg-san sama sekali. Ini adalah turnamen di mana semua orang-orang yang kuat dan dewa akan berkumpul di dalamnya. Tidak ada alasan baginya untuk tidak berpartisipasi.


Sairaorg-san kemudian nyengir.


"Ini orang-orang yang kita bicarakan. Mereka pasti telah mengirimkan deklarasi tantangan kepadamu. Hal ini tidak sulit untuk dibayangkan sama sekali."


"Yah, mereka semua orang-orang yang mengirimkan tantangan mereka."


.....Ya, ada Vali, Saji, Raiser, Shiva, Mahabali, dan Cao Cao yang berbicara kepadaku tentang hal itu.


Sairaorg-san mengatakanya lagi langsung ke wajahku.


"Aku tidak ingin mengatakanya dengan cara yang samar-samar jadi biarkan aku mengatakannya dengan jelas. ———Berpartisipasilah. Tidak peduli dengan cara apa. Aku tidak tahu apakah aku bisa memiliki pertandingan ulang denganmu dan Rias, tapi mengetahui kalau kalian berdua akan berpartisipasi akan membakar gairahku. Bahkan jika lawan kita mungkin seorang Dewa, saat pertarungan yang intens antara kau dan aku tidak akan sia-sia. Hyoudou Issei, aku akan menunggumu."


Hanya mengatakan hal itu, Sairaorg-san berjalan ke arah gedung olahraga sebagai seorang tamu undangan.


....Aku tahu, Sairaorg-san.


....Aku sudah membulatkan tekadku!


Aku meremas pukulanku. Tapi sekarang aku seorang siswa yang diperlukan untuk mengirim para wisudawan. Aku berjalan ke gedung olahraga dengan pikiran yang jernih———


Dan kemudian upacara wisuda dimulai———




Saat ada tepuk tangan dari para siswa dan wali saat ini, para wisudawan memasuki gedung olahraga.


Aku menjadi penasaran dan melihat di mana para wali duduk.


Seorang pria tampan berambut crimson dengan kamera digital di salah satu tanganya muncul di dalam pandanganku. Ah, itu ayahnya Rias! Di sampingnya adalah ibunya Rias. Dia terlihat muda! Para wli lainnya mungkin berpikir kalau dia kakaknya Rias atau sesuatu.


Barakiel-san juga di sini....... dan dia sudah menangis begitu banyak di mana dia memiliki sesuatu keluar dari hidungnya. Dan dia jelas merekam hal ini dengan kamera digitalnya. ...Barakiel-san, upacaranya baru saja di mulai. Ah, Akeno-san yang berjalan di tengah-tengah gedung olahraga melihat Barakiel-san dan wajahnya berubah merah! Dia pasti malu karena ayahnya sudah menangis.....


Aku ingin tahu apa yang akan terjadi kepada Barakiel-san ketika Akeno-san menerima sertifikatnya atau ketika dia menyanyikan lagu kelulusan.....


Ah, wanita berambut perak! Grayfia-san juga duduk sedikit jauh dari mereka..... Sudah beberapa waktu sejak terakhir aku melihat Grayfia-san. Oh, dan di sampingnya seorang anak berambut crimson———Milicas! Mungkin mereka datang ke sini atas nama Sirzechs-sama.


Dan upacara dimulai dengan lagu kebangsaan, lagu sekolah, dan kemudian berakhir dengan memberikan sertifikat mereka.


Xenovia yang merupakan Ketua Osis naik ke atas panggung sebagai perwakilan siswa saat in untuk memberikan kata perpisahan kepada para lulusan dengan meberikan sambutannya.


Aku tidak akan pernah membayangkan adegan ini di mana Xenovia akan memberikan terima kasihna kepada para lulusan. Kau tidak akan membayangkan dirinya di dalam situasi ini ketika kau pertama kalibertemu dengannya atau ketka dia anggota dari klub kami.


[Jawaban resmi dari lulusan akan dilakukan oleh perwakilan mereka, Shitori Souna-san]


"Ya."


Kemudian mantan Ketua Osis yang dipanggil untuk menjawab sebagai perwakilan para lulusan naik ke atas panggung.


[Hari ini di bulan Maret di mana bau musim Semi akan beterbangan, kami akan berpetualang dari sekolah ini.]


Mantan Ketua Osis yang berdiri di panggung memulainya dengan salam tersebut dan kemudian memberikan rasa terima kasihnya untuk semua orang yang terlibat dalam upacara ini.


Dia berbicara dari ingatannya ketika dia masih kelas satu sampai peristiwa yang meninggalkan kesan yang kuat padanya.


[Kami mengalami berbagai macam kegiatan selama tiga tahun terakhir.....juga perpisahan. Pengalaman yang kami miliki dengan bertemu banyak orang di tempat ini pasti akan menjadi kenangan yang tak tergantikan bagi kami. Dan juga dengan mereka yang berpisah dari———]


Mantan ketua Osis menghentikan kata-katanya sejenak di sana. Ada air mat yang jatuh dari matanya.


[...Aku ingin bergerak maju sambil percaya kalau kami akan bertemu dengan orang-orang yang berpisah dengan kita di masa depan. Aku percaya menunjukkan kepada mereka bagaimana kita telah dewasa ketika kita bertemu dengan mereka akan menjadi hal yang paling penting.]


....Aku bisa mengerti kalau jawabannya berasal dari memikirkan tentang Serafal-sama dan yang lainnya yang tidak bisa datang ke sini.


Ya, itu persis seperti apa yang mantan ketua Osis katakan. Kita perlu bergerak maju sambil percaya kalau kita pasti akan bertemu dengan mereka lagi dan perlu untuk menunjukkan kepada merka betapa kita telah dewas ketika kita bersatu kembali.


Itulah hal yang paling penting———


[———Dari perwakilan siswa kelas tiga, Shitori Souna.]


Setelah dia menunduk ke bawah dia menerima banyak tepuk tangan.


Seperti ini, para lulusan berjalan ke depan dengan tenang di mana kami mengirim para lulusan———.





Siswa kelas tiga yang baru saja menyelesaikan upacara mereka———


Mereka yang tersenyum. Mereka yang menangis. Mereka yang merangkul satu sama lain. Mereka yang berfoto bersama-sama. Ada banyak respon yang berbeda.


Di antara para siswa tersebut, Rias dan Akeno-san yang telah menyelesaikan upacara mereka berjalan melewati gerbang sekolah sambil membawa wadah berbentuk silinder dengan sertifikat di dalamnya.


Orang yang menanti mereka adalah kita, para anggota ORC. Kita perlu membawa Rias dan Akeno-san ke tempat  di mana mereka tidak akan dilihat begitu banyak oleh siswa lainnya.


Saat upacara berakhir ada sesuatu yang ingin aku beritahu ke Rias. Ini merupakan masalah yang penting. Sesuatu yang penting bagi kami berdua———


Tapi sebelum itu ada orang-orang yang butuh mengatakan sesuatu kepadanya


Ada tiga orang yaitu Kiba, Koneko-chan, dan Gasper. Yang benar adalah aku telah berkonsultasi dengan mereka bertiga. Itulah mengapa aku akan memberikan segalanya untuk membantu mereka. Lebih seperti, lakukanlah kawan!


Aku mendorong mereka betiga dan membuatnya bertatapan dengan Rias.


"Pertama-tama Kiba, Koneko-chan, dan Gasper ingin mengatakan sesuatu. Buruan, kalian bertiga telah membulatkan tekad, bukan?"


Kiba, Koneko-chan, dan Gasper berdiri di depan Rias dan terlihat gugup.


"Y-Ya. U-umm.... selamat untuk kelulusanmu."


"Selamat ya."


"Selamat ya."


Sangat jarang untuk melihat Kiba berubah merah dan membuat suara yang panik. Yah, aku bisa mengerti alasannya mengapa setelah mendengarnya dari mereka. Tapi mereka bertiga ini adalah orang-orang yang mengatakan mereka ingin melakukannya sehingga mereka butuh untuk menjadi berani dan melakukannya.


"Ya, terima kasih, Yuuto, Koneko, Gasper."


Rias tersenyum senang.


Tapi kita melanjutkan sambil merasa malu.


"S-Sejak....kau...... sudah lulus...... dari Akademi Kuoh divisi SMA dan pensiun menjadi ketua Klub ORC......"


Rias mulai tertawa saat melihat Kiba dan dua lainnya bertindak sedikit kebingungan.


"Ya ampun, Yuuto, Koneko, Gasper. Ada apa? Kalian bertiga bertindak tidak seperti biasanya. Kalian perlu memberitahuku dengan jelas apa yang coba kalian katakan———"


Kemudian mereka bertiga mengatakannya sambil menyela kata-kata Rias.



"———Rias-neesan."


Koneko-chan dan Gasper melanjutkan setelah tindakan Kiba yang berani.


"R, Rias-neesama........"


"R, Rias, o-oneechan~!"


Rias yang berada di pusat perhatian terkejut saat mereka mengatakan hal itu dan membeku.


Itu pasti sesuatu yang tidak dia antisipasi.


"Kami pikir ini akan lebih cocok untuk memanggilmu sedemikian rupa daripada memanggilmu Buchou......."


Ya, itulah apa yang mereka konsultasikan padaku dan para gadis lainnya. Saat kelulusan Rias dan Akeno-san mendekati kami, kami  memanggil mereka bertiga tentang bagaimana mereka harus memanggil RIas.


Rias akan lulus dan dia secara resmi akan mengundurkan diri dari menjadi "Buchou". Ini akan aneh untuk memanggilnya mantan ketua klub, maka alasan mengapa mereka menggunakan keberanian mereka untuk membuat kebulatan tekad tersebut.


Mendengar kebulatan tekad mereka, anggota ORC baru yang terdiri dari Asia, Xenovia, Irina, Ravel, Rossweisse-san dan diriku sendiri memotivasi mereka untuk melakukannya dengan mengatakan "Kalian harus melakukannya!"


Dan, Rias yang dipanggil sedemikian rupa———


"........"
Dia diam-diam menumpahkan air matanya dan menutupi wajahnya dengan tangannya.


Kiba dan dua yang lainnya panik atas perubahan Rias yang tiba-tiba.


"U-Umm, apakah itu aneh!? Apa kita tidak sopan!?"


"Kami mohon maaf!"


"M-Maaf~!"


Kiba, Koneko-chan, dan Gasper yang meminta maaf. Tapi Rias menggelengkan kepalanya ke samping.


Rias mengusap air matanya dengan jarinya tapi itu tidak menghentikannya dari menumpahkan air matanya.


"......Tidak, bukan itu. Itu karena aku sangat bahagia......Aku tidak pernah berpikir aku akan mendengar kata-kata yang akan membuatku lebih emosional daripada upacara setelah aku melewati gerbang sekolah."


Dia pasti benar-benar bahagia. Rias hanya menumpahkan air matanya.


Dia pasti benar-benar ingin mereka memanggilnya seperti itu. Rias berpikir gelar kebangsawanannya sebagai keluarganya. Dia melihat mereka bertiga sebagai adik laki-laki dan adik perempuannya.


Itu sebabnya dia pasti ingin mereka memanggilnya seperti itu.


Setelah Rias menenangkan dirinya dia mengatakannya kepada mereka bertiga dengan tampilan nakal.


"Pangil aku sekali lagi."


"""Eh?"""


Mereka bertiga tercengang dengan kata-katanya yang tiba-tiba. Dia mengatakannya lagi sambil mengarahkan telinganya ke arah mereka.


"Oh, apa kalian tidak ingin memanggilku seperti itu?"
Kiba, Koneko-chan, dan Gasper berubah merah lagi dan mengatakannya dengan keberanian.


"Ah, umm...... Rias-neesan....."


"........Rias-neesama."


".....O-Oneechan."
"Ufufu, ini benar-benar membuatku bahagia."
Rias menjadi sangat bahagia yang membuatnya mulai melompat-lompat di tempat.


Ya, dia pasti benar-benar ingin mereka untuk memanggilnya seperti itu. Itu pasti benar-benar kejutan yang menakjubkan.


Melihat hal ini, Akeno-san mengatakannya kepada mereka dengan cara yang menggoda.


"Ya ampun, aku ingin dipanggil Oneechan juga."


Kiba mengatakannya dengan wajah yang bermasalah.


"Kita menganggap kau sebagai kakak kita juga...... tapi itu menjadi begitu pas untuk memanggilmu Akeno-san saat pribadi maupun di depan umum......."


Pria tampan yang bertindak seperti seorang adik yang cocok dengan usianya...... tidak, lebih seperti lebih muda dari usianya. Mantan wakil ketua Osis Shinra...... Bukan, hidung Shinra-senpai juga akan mengeluarkan darah jika dia melihat seperti ini.


"K-Kami akan memanggilmu seperti itu suatu hari! Tapi hati kamu sudah pada batasnya dengan mempersiapkan memanggil Rias-oneechan~!"


Semua orang tertawa terbahak-bahak setelah mendengar kata-kata Gasper.


Yah, aku kira waktu akan memecahkan cara mereka memanggil Akeno-san.  ....Ya, itu pasti terasa sangat damai. Mungkin Great Red dan Ophis di dalam diriku sedang sangat puas saat melihat hal ini.


....Nah, aku rasa ini giliranku.


Aku mengambil langkah maju ke Rias.


"Bisakah aku juga mengatakan sesuatu?"


Tentu, jadi apa yang ingin kau katakan, Ise?"


Aku melanjutkan sambil menggaruk-garuk pipiku.


"Umm..... ada satu hal yang telah aku putuskan. Setelah kau lulus, kau tidak akan lagi menjadi Buchou dari ORC dan kau bukan lagi siswa SMA, jadi itu sebabnya aku ingin membuat keputusan yang tepat dan......"


Apa sudah aku putuskan tentang———percakapanku yang biasa dengan Rias.


Jujur saja, aku sedikit bermasalah dalam cara kita harus berbicara satu sama lain. Aku tahu di dalam kepalaku selama waktu pribadi kita aku perlu berbicara dengan nya tanpa menjadi formal atau tanpa menciptakan kesenjangan antara status sosial kita sejak kita berkencan.


Tapi situasi di sekitar kita telah menjadi sibuk di mana kita harus pergi ke Dunia Bawah, Surga, dan negara Vampir..... di mana kita bertemu semua jenis orang dan ada saat-saat kita harus berbicara dengan orang-orang VIP. Dan setiap kali kita bertemu situasi seperti itu, kehidupan publik  dan kehidupan pribadi kita akan bercampur dan ada saat-saat di mana cara aku berbicara dengannya akan bercampur juga.


———Sekarang aku kebingungan bagaimana aku harus berbicara dengan Rias.


Tapi aku pikir menjadi bingung dengan hal itu ketika aku berkencan dengan Rias akan buruk. Jadi aku merasa aku harus membuat keputusan yang benar-benar tepat.


Itu sebabnya upacara kelulusanya adalah kesempatan yang baik.



Ya, aku akan bertindak seperti itu mulai sekarang. Hubungan antara aku dan Rias———


Aku mengatakan padanya secara langsung. Dalam rangka untuk menunjukkan sisi kejantananku———


"Rias, selamat untuk kelulusannya. Mulai sekarang, aku berharap aku bisa berbicara denganmu secara santai. Kelulusanku sendiri dari pembicaraan secara formal denganmu..... aku kira. Akan ada waktu ketika aku perlu berbicara dengan cara yang formal denganmu di depan umum karena kau adalah Tuanku. Tapi selain itu, aku berharap aku bisa berbicara denganmu dengan cara yang santai seperti ini di lain waktu."


Rias membuat senyum yang lebar. Dia kemudian meraih tanganku dan menunjukkan betapa senangnya dia.


"Ya, aku sangat senang mendengar hal itu. Hari ini benar-benar wisuda terbaik!"


Aku sangat senang.


Yang lainnya dan diriku sendiri membuat tekad tertentu hari ini dan rasanya seperti kita bisa memasuki sebuah hubungan yang baru dengannya.


Ya, itulah sebabnya aku harus memberitahunya tentang hal itu sekarang.


"Dan ada lagi hal yang aku butuhkan untuk kalian semua dengarkan."


Aku membuat kontak mata dengan Asia, Ravel, dan Xenovia. Mereka berkumpul disekelilingku. Aku mengatakannya setelah mengkonfirmasi hal itu.



"———Aku juga akan berpartisipasi di dalam turnamen Rating Game dengan timku sendiri. Asia, Xenovia, dan Ravel bertekad untuk mengikutiku."



Aku mengungkapkan pikiranku ke Asia, Xenovia, dan Ravel pada hari itu ketika kita kembali dari upacara promosi kelas tinggi ku ketika kami berada di dalam kereta.


Mereka menerima pemikiranku dengan senang hati.


Aku tidak bisa menahannya. Aku tidak bisa menahan api yang menyala di dalam diriku.


Jika ini adalaha Rating Game biasa maka aku dengan senang hati berpartisipasi sebagai [Pion]nya Rias. Namun karena beberapa faktor seperti turnamen internasional, persyaratan untuk berpartisipasi di dalamnya, dan kata-kata yang diberikan kepadaku dari para sainganku, aku berubah ke keadaan di mana aku tidak bisa menolak berpartisipasi karena gairah "pria" di dalam diriku terbakar.


Aku akan membuat timku sendiri sehingga aku bisa melawan orang-orang itu———


Aku bertanya langsung ke Rias.


"Akankah kau mengizinkanku untuk berpartisipasi, Rias?"


Rias menunjukkan tampilan yang berani dan menganggukkan kepalanya.


"Ya, tentu saja. Karena kau telah menjadi seorang Iblis Kelas Tinggi, tidak akan ada cara kau bisa menolak permintaan Sairaorg dan Vali."


Ya, aku tahu kau akan mengatakan hal itu......! Kau selalu mengawasiku sambil berdiri di sampingku. Dan dia pendukung terpentingku, tuanku dan kekasihku yang telah membawaku sejauh ini!


Akeno-san, Kiba, Koneko-chan, dan Gasper berkumpul di sekitar Rias.


Rias kemudian mengatakannya di depan timku.


"———Aku juga akan berpartisipasi. Karena aku akan secara resmi berpartisipasi di dalam Rating Game di masa depan, acara yang akan datang akan menjadi kesempatan yang baik. Tidak peduli apa hasil yang kita dapatkan, berpartisipasi di dalamnya akan menjadi pengalaman terbesar bagi kita. Bahkan jika itu berarti kita harus bertarung denganmu———"


Ya, karena peraturannya seperti itu mungkin bagi kita untuk bertarung satu sama lain. Ini memang faktor yang akan jarang kau bisa alami dalam rata-rata Rating Game mu.


Rossweisse-san yang tidak tahu pihak mana yang harus dia pilih bertindak benar-benar kebingungan.


Rias kemudian mengatakannya.


"Rossweisse."


"Y-Ya, ada apa, Rias-san?"


"Kau akan bergabung dengan timnya Ise juga."
[———!?]


Semua orang terkejut dengan kata-katanya! Ini wajar bagi Asa, Xenovia, dan Ravel untuk berada di dalam tim ku karena mereka telah memberitahuku kalau ini keinginan mereka sejak sebelumnya.


Tapi ini tidak seperti aku telah membuat janji tertentu dengan Rossweisse-san sehingga tidak akan aneh jika dia tinggal di tim Rias.


"Kau akan mampu mengisi lubang dengan pergi ke timnya Ise daripada tinggal di timku."


"T-Tapi, Rias-san! B-Bahkan, aku masih hambamu dan———"


Rossweisse-san berubah menjadi Iblis terburu-buru, tapi sekarang dia merasa berterima kasih ke Rias dari lubuk hatinya dan saat ini dia salah satu anggota terpenting gelar kebangsawanannya Rias Gremory. Rossweisse-san juga merasa bangga dengan fakta tersebut.


Rias memeluk Rossweisse-san dengan lembut dan kemudian mengatakan hal ini dengan lembut.


"Ya, kau adalah hambaku yang berharga. Namun, aku percaya kau akan bisa melepaskan semua potensi dengan melayani Ise. Dan Ise juga akan membutuhkan bantuanmu. Dia akan lebih membutuhkan kekuatanmu dibandingkanku. Aku percaya kalau sihirmu akan menjadi dukungannya Ise. Aku tidak membawamu ke pertukaran beberapa hari yang lalu, tapi, Rossweisse, aku ingin kau membantu Ise."


Rossweisse-san memeluk Rias sambil mengeluarkan air mata di matanya.


Rias kemudian mengatakan.


"Bukankah aku mengatakan kalau ini tidak akan menjadi perpisahan yang abadi selamanya? Dari perspektif sebagian besar anggota di sini semuanya anggota gelar kebangsawanannya Rias Gremory, tahu? Kawan-kawan ku dan keluargaku. Hanya saja kadang-kadang kita mungkin  kebetulan bersaing satu sama lain. Kita adalah keluarga yang akan terus hidup bersama besok dan bahkan lusa."


"Uuu~! Rias-saaaaaaan~! Aku! Aku akan membantu Ise-kun, jangan khawatir ya! Awasi aku dengan mata yang hangat, akan yaaaaa~!"


Ya ampun, aksennya kembali.


Oh begitu. Jadi Rossweisse-san juga akan datang kepadaku———


Tapi, aku bertanya-tanya apa itu baik-baik saja? Aku menatap wajah Rias setelah merasa khawatir. Mungkin dia membaca pikiranku jadi ini adalah apa yang dia katakan.


"Aku juga mengeksplorasi tim ku sendiri. Salah satu ketetapannya adalah membangun sebuah tim yang baru dengan membawa anggota ORC yang lama sebagai pusatnya. Meskipun yang aku rencanakan sekarang akan menjadi turnamen yang mendatang."


Jadi———sebuah tim baru dengan anggota ORC yang lama sebagai intinya, ya.


Rias melanjutkan.


".....Setelah bertemu Ise, aku menjumpai banyak situasi dan bertemu dengan segala macam orang. Itu mungkin menjadi takdir, tapi sebagai pemicunya adalah bertemu dengan Ise dan Asia. Sejak saat itu, aku bertemu dengan orang-orang di mulai dari Xenovia. Itu benar-benar penting bagiku. Tapi di suatu tempat di dalam diriku memberitahuku itu adalah sesuatu yang dibawa oleh Ise yang merupakan Sekiryuutei."


"Tidak, Rias itu———"


Itu bukan seperti itu! Ini semua takdir! Ini bukan hanya aku, tapi aku pikir mereka adalah takdir yang tertarik denganmu!


Sepertinya Rias memahaminya juga, jadi dia melanjutkan dengan menyela kata-kataku.


"Aku tahu apa yang ingin kau katakan. Jika aku mulai berpikir terlalu serius tentang hal itu dalam cara seperti itu, maka aku akan menurunkan evaluasi diriku sendiri. Itulah mengapa aku telah menyingkirkan pemikiran seperti itu dari kepalaku dan menyimpulkan kalau segala sesuatu karena itu memang harus terjadi. Tapi tahukah kau, merencanakan sebuah tim baru dengan anggota ORC asli sebagai pusatnya pasti tampak menarik. Lebih tepatnya, hanya membayangkannya itu mengambil ketertarikanku. Aku yakin ada tim yang mungkin mempunyai rencana dengan menggunakan semua pengalaman bertarung kita sebagai referensi. ———Bagaimana aku bisa mengalahkan timnya Sairaorg, timnaya Sona, dan timnya Vali.......? Aku tidak bisa pergi tidur dengan hanya membayangkan hal itu. Mampu memiliki imajinasi seperti apa turnamen yang akan datang."


———Itu benar.


Aku tidak bisa membantu tetapi merasa mimpi dan ambisiku membuat tim ku sendiri secara bebas yang sesuai dengan aturan turnamen yang akan datang. Aku akhirnya berpikir sepanjang waktu untuk apa yang perlu aku lakukan agar timku mengalahkan timnya Vali dan Cao Cao.


Mungkin sesuatu yang telah Rias tulis di mejaku di malam hari sebelum upacara saat dia turun dari tempat tidurku berarti.... kalau dia datang dengan sebuat tim untuk turnamen!


Irina mengangkat tangannya ketika Rias dan aku berbicara tentang apa yang sedang terjadi di dalam pikiran kita.


"U-Umm.... Ini adalah kesempatan yang baik sehingga kalian bisa mendengarkan aku sebentar?"


Mengatakan hal itu dia melanjutkan.


"Saat ini ada tim yang diatur untuk turnamen terutama terdiri dari para Malaikat yang Tereinkarnasi. Tim yang memiliki Joker sebagai [Raja] sudah mulai terbentuk. Tapi aku berencana untuk menolak bergabung dengan tim tersebut."


Irina melihat jalanku. Dia memiliki mata yang bertekad.


"———Aku ingin bergabung dengan timnya Ise-kun."


[———!?]


Semua orang terkejut dengan kata-katanya! Jika Irina yang bukan seorang Iblis atau hambaku mengatakan hal itu maka semua orang di sini akan terkejut!


Irina kemudian melanjutkan.


"Ini adalah sesuatu yang aku putuskan sendiri yang aku rahasiakan dari orang lain sejak upacara promosi kelas Tinggi Ise-kun berakhir. Bahkan pimpinan yang lebih tinggi baik-baik saja jika itu Ise-kun dan bahkan mereka mendukungnya."


Irina yang melihat ke langit.


"Semua orang di Surga penting bagiku. Aku belum melupakan kepercayaanku. Tidak ada hari di mana aku tidak berpikir tentang My Lord dan Michael-sama. ———Tapi perasaain ingin bertarung bersama Xenovia dan Asia-san dalam kompetisi yang besar seperti ini juga kuat. Pada akhirnya, aku tidak bisa membiarkan perasaan itu pergi."


Dia berjalan menuju timku dan kemdian berdiri di sampingku. Dia kemudian meneriakkan isi hatinya.


"A-Aku..... ingin menjadi jujur dengan perasaan cinta di dalam diriku dan hidup seperti itu! Itu sebabnya aku ingin berjuang sebagai bagian dari timnya Ise-kun!"


...Irina. Kau bertekad untuk datang ke tim ku......


"Jika Irina ingin datang maka aku tidak bisa meminta lebih bahnyak dukungan yang kuat. ———Maukah kau bergabung dengan tim ku?"


Ketika aku bertanya kepadanya, dia menjawab dengan senyum yang lebar.


"Ya, tentu saja! Sayang!"


Irina melompat ke arah Asia dan Xenovia.


"Xenovia! Asia-san! Sekali lagi, tolong rawat aku!"


"Tentu, Irina! Kau dan aku adalah pasangan wanita berpedang yang abadi! Dan dengan Asia———"


"Ya! Tim tiga orang ini tidak terkalahkan!"



Mereka bertiga yaitu Irina, Xenovia, dan Asia saling berpelukang dan mulai berputar bersama-sama.


Jadi Irina dan Rossweisse-san sekarang di timku...... Sepertinya aku perlu membahas tentang tim ini dengan Ravel dari awal.


Sekarang, aku telah membahas hubunganku dengan Rias dan turnamen Rating Game.


Ini adalah aksi final. Pria, saat terbesar dan yang paling penting momen bersinarnya Hyoudou Issei! Aku memutuskan kalau aku akan memberitahu Rias setelah dia lulus!


Aku mengambil tangannya Rias dan kemudian memberitahunya.


"Aku ingin memberitahumu sesuatu terarkhir yang benar-benar penting."


"....Apa itu?"


Aku kemudian mengatakan padanya secara langsung!

Janji_MasaDepan
Janji Masa Depan

"Suatu hari, aku akan berdiri di sampingmu bersama-sama.... lebih seperti, aku akan mencapai status sosial
yang sama denganmu. Aku ingin kita menjadi sepasang  yang akan disebut pas dari perspektif siapapun sebagai Iblis Kelas Tinggi yang sama. Yang ingin aku katakan adalah———di masa depan aku ingin kau untuk memimpin kehidupan yang sama seperti ku."


———Janji masa depan.


Aku memutuskan untuk memberitahunya setelah aku menjadi Iblis kelas Tinggi. Aku memutuskan aku akan memberitahunya setelah dia lulus.


Itu sebabnya aku memberitahunya. Aku memberitahunya, sialaaaaaan!


Sepertinya ini adalah sesuatu yang benar-benar tak terduga untuk Rias.


"———!"


Sepertinya dia memiliki perasaan yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.


Dia memerah semuanya, dan kemudian———


".......Ya!"


............! Dia memberikanku jawabannya!


Janji masa depan kitaaaaaaaa!


Dia memberikanku persetujuannyaaaaaaaa!!


[Oooooooooooo~!!]


Semua orang begitu kesenangan yang membuat mereka mulai berteriak.


"Okeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!"


Aku berteriak di tempat dan meneriakkan suka citaku dengan kecepatan penuh!


Azazel-sensei! Aku melakukannyaaaaa!


Aku! AKu akan memoles diriku sendiri sebagai seorang pria yang jantan dan pasti akan menjadi pria yang cocok untuk Rias, oh ya Aku akaaaaaaaaann!!


———Mungkin mereka datang karena mereka mendengar suaraku. Matsuda dan Motohama tiba-tiba muncul entah dari mana.


"Ah, kau ada di sini, Ise!"


"Ah, Rias-senspai menangis!"


Mereka berdua terkejut ketika mereka melihat Rias menangis.


Ya, ini kesempatan yang baik. Aku akan memberitahu mereka. Mari kita beritahu mereka.


Aku berdiri di samping Rias.


"Ah, aku harusnya membereskan tentang hal itu. Matsuda, Motohama. ———Kebenarannya adalah, kita sedang berkencan."


Aku memberitahu mereka sambil menggosok bagian bawah hidungku dengan jariku.


"........................."


"........................."


Mereka berdua tidak mengerti apa yang telah diberitahu ke mereka untuk sejenak. Tapi tampaknya mereka tahu itu nyata setelah mereka melihat Rias dan wajahku di mana Rias bahkan mengangguk.


""Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh!?""


Teriakan jiwa mereka bahkan lebih keras daripada teriakan kita sebelumnya bergema di area ini———


Hari itu, setelah pesta untuk upacara kelulusan, dua orang idiot mulai bertanya padaku untuk jawaban tentang ini dan itu.


......Dua orang yang tampak seperti mereka menumpahkan air mata darah mulai berteriak menangis dengan memanggilku "pengkhianat!" dan memberitahuku untuk "pergi mata aja lo" dengan kebencian di kata-kata mereka.


Hehe, yah, sepertinya aku memecahkan banyak masalah hari ini.


Selanjutnya setelah pesta, aku bertukar dengan Rias untuk membuat Rossweisse-san sebagai hambaku.


———Nah, mari kita lakukan ini. Ayo pergi.


Hubungan yang sebenarnya di mulai dari sini! Pertama-tama, aku harus mencari anggota tim yang berpotensi!


Bahkan jika mereka bukan hambaku, aku akan mengumpulkan anggota tim ku sendiri untuk memenangi seluruh turnamen internasional dan mengalahkan musuh yang kuat!


Ddraig, aku akan membuatmu ikut denganku, oke?


[Ya, tentu saja. Selama Albion dan Vali Lucifer berpartisipasi di turnamen, maka tidak ada alasan bagi ku, bukan , tidak ada alasan bagi kita untuk tidak muncul.]


Kau benar tentang hal itu. Aku tidak akan mengizinkan Vali kalah melawan seseorang selainku.


———Tunggu aku, Vali. Tunggu aku, sainganku!

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar