Tokyo Ravens Volume EX 3 The Nigh Before Triangle Bahasa Indonesia

9:27:00 AM
The Night Before Triangle



Semua orang tewas. Karena iblis itu.

Pembunuhan.

Ya, dia sembrono. Tapi meskipun, dia tidak khawatir tentang hal itu. Onmyouji yang turun, bagaimanapun, tidak akan menghancurkannya.

Sebaliknya, dia berkata.

Kau masih muda. Ubah pikiranmu, hiduplah dan pergi melihat dunia.

Dia tertawa dengan kata-kata Onmyouji tersebut.

Dia sudah hidup begitu lama, lebih lama daripada Onmyouji itu sendiri. Yah, "hidup" tidak mungkin terlihat sepele. Menyusuri dunia, menyaksikan penyelamatan yang tidak berharga secara rinci di depan matanya sendiri. Yang terpenting, dia bukanlah manusia. Keberadaannya mirip dengan "pergantian".

Sang Onmyouji mengamatinya dan berekspresi dengan senyum yang misterius. Seperti orang suci yang penuh dengan kasih sayang. Mungkin, orang itu sendiri melebihi seseorang yang mirip dengan makhluk ilahi. Kehidupan duniawi kehilangan hubungan dari surga, ringan, tipis dan senyum yang tak terbatas.

Seribu tahun. Itu yang dikatakan Onmyouji.

Pertama-tama, cobalah untuk hidup seribu tahun. Dan selanjutnya, jika kau melakukan hal itu, lenganmu akan dikembalikan.

Mendengarkan, dia tertawa sekali lagi. Dengan nada suara yang kering, dia menahan tawa.

Bagi manusia, seribu tahun merupakan keabadian. Tapi itu berbeda baginya. Sesungguhnya tidak ada kesalahan kalau itu terjadi di masa depan, tapi tidak berarti itu seribu tahun, sejauh menyangkut dirinya, sesuatu yang tidak mampu dia dapatkan di luar. Dalam dunia di berbagai daerah merupakan tanah yang berdampingan. Kemudian, apa benar tangannya akan dikembalikan setelah seribu tahun.

Namun, apakah kau baik-baik saja? Tergantung pada suasana hatiku saat itu, keturunanmu akan diberantas.

Dia mengatakan kepada Onmyouji tawanya tampak berbahaya dan terdengar menjengkelkan, membawa reputasi buruk yang terasa pas.

Namun, Onmyouji menghentikan senyumnya. Matanya agak menyempit, baiklah kalau begitu, dia bergumam. Pada saat itu kau mengatakan, "banyak hal yang baik" bisa diperoleh. Ini tergantung pada apa yang kau pilih.

Walaupun begitu, ternyata kata-kata Onmyouji terpotong, dia berubah dan memberikan senyum yang benar-benar biasa, tersenyum lebar. Ramah dan jail. Senyumnya mirip dengan seorang anak-anak. Kesan dari sebelumnya patut dipuji. Disana tidak ada ketidaknyamanan. Senyum ini juga, senyum Onmyouji yang sebenarnya.

Sang Onmyouji menyaksikan dengan penuh perhatian, dia memiliki ekspresi yang kurang dapat dipercaya. Namun, sang Onmyouji tidak berbicara banyak untuk menjelaskan.

Walaupun begitu, kau yang paling cocok. Gumamnya.

Setelah itu, selama waktu yang lama. Sebagian kenangan percakapan dengan Sang Onmyouji kehilangan kejelasan dan menghilang. Namun, dia hanya ingat senyum Onmyouji, dan lupa tentang peristiwa aneh tersebut.






Getaran berwarna merah dan kuning terlukis di dusun pegunungan.

Angin sudah hanyut oleh panasnya musim panas, sinar matahari yang menghangatkan tempat di bawah saat kehadiran musim dingin mendekati dengan kecepatan yang cepat. Rumput pampa dengan lembut melambai di atas buit.

Di hutan, pohon maple dan pohon maidenhair berubah warna dan dengan nyaman bertebaran diseluruh daun dan ranting. Kehadiran brilian itu muncul untuk membuat udara berhenti bergerak, itu mengingatkan salah satu awan langit berwarna warni.

Musim gugur di dusun pegunungan saat tinggi-tingginya saat ini. Kediaman Keluarga Tsuchimikado bisa ditemukan di sudut dusun pegunungan, kediamn tersebut sudah dibangun di tanah yang tinggi sehingga memiliki pemandangan yang baik. Juga di dalam kediaman tersebut, ruangannya gelap.

Keindahan desa meluap saat tujuh bunga musim gugur berhamburan di seluruh halaman.

Semak-semak daun semanggi dan kudzu.

Bunga jantan dan pink berumbai.

Thoroughwort, berenda emas.

Dan juga, identik dengan lambang keluarga Tsuchimikado dan dalam bentuk pentagram merupakan bunga violet, China Bellflower.

Di halaman, seorang wanita muda mengenakan kimono melintasi bagian dalam dan berjalan dalam arah yang berlawanan. Gadis berpakaian kimono masih muda, anya berumur empat belas tahun, hampir lima belas. Pakaian yang dia kenakan tidak sesuai dengan usianya, itu tampak tua, bukan — itu cukup indah sebenarnya.

Dia berjalan dengan ekspresi yang telah ditentukan, memberian kesan kekanak-kanakan dan hidup dengan persepsi yang tidak tampak seperti orang dewasa.

Namun, itu adalah hasil dari terakhir yang disembunyikan dari pendahulunya. Dia berjinjit dan meregangkan punggungnya untuk membuat dirinya terlihat lebih tinggi saat dia memeriksa sekelilingnya.

Kediaman tersbut tersembunyi di hutan yang tumbuh dengan lebat, hanya bisa satu orang yang bisa melewatinya, jalan yang sempit. Si gadis tersebut memasuki jalan tersebut dan masuk ke dalam bagian hutan.

Saat dia berjalan di sekitar lingkungan, yang menghijau dengan daun dan hutan bambu berubah dan sebuah gudang tua bercat putih datang ke pandangannya. Ada juga China bellflower yang mekar di sisi gudang.

Sebuah batu yang ditutpupi lumut dengan ukuran mortir[1] dimasukkan pada tempat di depannya. Seekor capung merah duduk di atas batu saat dia berisitirahat dengan sayapnya. Apa yang tidak bisa dilihat namun, ada bintang segi lima langka yang terukir di permukaan tanah di bawahnya. Capung merah tanpa suara melirik sekali ke gadis yang muncul dan menghilang ke dalam hutan bambu biri saat daun musim gugur hanyut oleh aliran air saat ini.

Dia menyadari gadis itu.

"Oh, maafkan aku." Gadis tersebut mengeluarka suara manis dan tertawa kecil.

Setelah itu, gadis tersebut mengulurkan tangan ke arah batu dan memperluas jari telunjuk dan jari tengahnya dan menggambar simbol di udara. Dia tidak terikat penghalang yang menyelimuti area ini dan mendekati gudang.

Pintu gudang sudah terbuka. Gadis itu datang ke depan pintu gudang di depan gudang dan memanggil, "kakak" dari dalam gudang.

"Ini hampir siang tahu? Kakak?"

Bagian dalam gudang jauh lebih besar. Cahaya bersinar dari pintu masuk meskipun interior tampak suram.

Dari rak buku yang berisi tumpukan buku-buku yang ditumpuk tahan lama Tsuzura, keranjang bambu kasual yang bisa melemparkan sesuatu ke dalamnya dan sesuatu yang bisa dibungkus dengan kain. Ada berbagai banyak "sesuatu" yang menempatkan tekanan di dalam ruangan. Ini adalah efek menyedihkan yang memberikan efek ruangan kusam yang lebih ditekankan. Tidak hanya itu. Sejumlah besar "hal-hal" seperti kain dan roh disegel. Menyanyikan sebuah "kutukan" yang mengingatkan pada kegelapan samar. Semuanya disimpan di tempat ini dimaksudkan untuk jimat.

"Kakak." Gadis itu memutar dan berbalik pada kehendaknya sendiri dan bergerak masuk.

Dari gudang ada dinding bagian dalam, juga, kau bisa melihat tangga ke lantai dua. Dia memanggil dari tangga ke lantai atas. "Ka—" itu bertemu dengan suara santai.

Kemudian, sebuah kepala yang terbalik tiba-tiba muncul dari tangga lantai dua. Gadis itu tertawa tegang.

"Kokage. Apa kau masih sengaja berjalan masuk? Apa kau mengerti berapa banyak kau muncul selama upacara ini?"

"Itu sebabnya kita bertemu lagi berkali-kali. Itu semacam teknik yang mudah dimanfaatkan, aku tidak terkesan."

"Yah penghalang dari gudang agak mudah untuk dilepaskan, bukan."

"Apakah kau tidak seharusnya membiarkan orang-orang masuk? Astaga, sudahlah. Tolong kebawah sini." Dia terlihat merajuk seperti gadis yang gembira dengan kakak laki-lakinya yang berusaha menahan tawanya.

Setelah itu, kakak tersebut menggunakan tangga untuk sampai ke lantai pertama sementara suara derakan bergema. Anak laki-laki tersebut mengenakain kariginu[2] sekitar tiga, empat tahun lebih tua dari gadis tersebut.

Anak-anak yang dibesarkan di pedesaan, dia sendiri yang dapat menguasai diri terlepas dari usianya, atau lebih tepatnya, ada suasana yang santai. Salah satu cara, ada rasa intelektualitas dalam fitur anak itu dan ekspresi verbal, ada juga martabat dalam sikapnya. Untuk alasan ini, suasana kelapangan menggantung disekitarnya.

Namun, matanya membawa sinar yang kuat untuk anak seusianya. Secara khusus, tampaknya dia telah tertawa kekanak-kanakan dan anak itu tersenyum dalam situasi yang paling biasa.

Nama anak itu adalah Tsuchimikado Yakou.

Nama gadis itu adalah Tsuchimikado Kokage.

Keturunan dari Onmyouji terhebat, Abe no Seimei, mereka bersaudara dan anak-anak keluarga Tsuchimikado.

Yakou berdiri di depan Kokage. Setelah melakukan itu, itu terlihat kalau kepala kakaknya lebih tinggi daripada kepala adiknya. Sang adik memiliki tubuh yang kecil, tapi sang kakak memiliki tubuh tinggi. Pipi Kokage bersuara di sekitar tepinya saat dia melihat sosok kakaknya. Namun, Yakou menyeringai dengan ekspresi menyesal Kokage.

"Meskipun aku merasa buruk bagimu untuk datang jauh-jauh ke sini, tapi aku agak sibuk sekarang. Silakan makan tanpaku."

"Eeh? Kau bersikap egois lagi. Aku tidak bisa melakukan hal itu karena kau membuat kakek dan nenek menunggu!"

"Kalau begitu, minta maaf ke mereka untuk ku."

"Itu tidak berguna meminta padaku, aku tidak akan membantumu dengan hal itu."

Kokage mengangkat alisnya saat Yakou mengeluh dan menempatkan kedua tangannya ke pinggangnya, dia melirik ke sebuah bukit kecil dan mengerutkan keningnya.

"Dengar, aku memiliki izin mereka."

"Eh? Ah — upacara kan. Namun, sihir seperti itu mudah untuk dimanfaatkan!"

"Ini berguna jadi mengapa tidak?"

「そういう問題ではありませんっ。お兄様は才能がありすぎるせいで、便利というものに対して軽々しいのが良くないと言っているんです」 [3] Kokage merengut saat dia menatap kakaknya.

「食事のことにしてもそうです。家長や男衆が先ではなく、みんなで一緒にご飯を食べよとうと言い出したのは、お兄様ご自身ではないですか」

"Ini tidak seperti itu hal yang biasa bagiku. Itu hanya kebetulan hari ini..."

"Oleh karena itu, hal semacam itu egois untuk dikatakan! Pertama, saat sarapan pagi ini kau tidak datang dan mengabaikan makanan kakakmu, itu benar-benar tidak terpikirkan."

Yakou dengan santai mempersiapkan dirinya untuk omelan Kokage. Orang ini tampak sangat serius, dia tidak muncul main-main seperti kakaknya saat mereka saling menatap satu sama lain selama setengah menit. Yakou dikalahkan dan mengekspresikan senyum oahit saat dia bercermin pada metode menenangkan adiknya.

Juga, "Tuan Yakou" Sebuah suara yang menyegarkan datang dari lantai dua.

Di atas tangga, sosok seorang gadis muncul. Namun itu adalah gadis yang berpakaian seperti anak laki-laki, mengenakan kemeja barat dan celana panjang. Tapi meskipun dia berpakaian seperti anak laki-laki, dia tetap mendebarkan keindahan. Rambutnya cukup panjang untuk kemungkinan mencapai pinggannya dan kulitnya terlihat mulus seperti porselen putih.

Meskipun dia memiliki tubuh yang anggun, ekspresi wajahnya menegang dalam martabat dan ada rasa elegan. Secara khusus, mata biru yang tajam memberikan kesan kecerdasan dan semangat dalam pikiran yang melihat.

Mereka tidak tahu perkiraan usia gadis itu, tapi itu mirip dengan Yakou— atau mungkin sedikit lebih muda.

Seperti merobek tunas bunga yang besar, itu benar-benar mewujudkan saat keindahan yang segar seperti bunga yang hendak dibuka. Meskipun wajah cantik tersebut merupakan karakteristik luarnya, membentang dari kepalanya sepasang telinga yang tertutup bulu. Selain itu, dalam bentuk daun yang jatuh ke bawah merupakan ekor yang lembut. Gadis itu memiliki ekor dan telinga rubuh. Dia memiliki  roh rubah.

"Hishamaru."

"Ah, Hisha-san."

Sang kakak dan adiknya bersama-sama memanggil gadis itu. Hishamaru membungkuk dan menyapa mereka, ekor fleksibelnya menggeliat kembali dan keluar dengan cepat saat dia dengan aman berjalan menuruni tangga.

"Apa yang salah? Apakah ada perubahab?"

[1] Juga disebut Usu. Ini merupakan mortar besar Jepang dengan alu yang disebut kine, digunakan untuk menumbuk padi atau millet.
[2]Pakaian informal yang dikenakan oleh kaum bangsawan dari periode Heian dan seterusnya.
[3]Penerjemah bahasa inggris tidak bisa mengartikan yang ini dan dibawahnya pada saat ini.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »