Highschool DxD Vol 20 - Life 2 Part 2 (Summary)

8:48:00 AM
Highschool DxD Vol 20 - Life 2 Part 2 (Summary)

===================================
note : maaf ada sedikit typo dalam terjemahannya
===================================


Dua hari kemudian, itu adalah sebuah liburan--.

Hari itu adalah hari di mana Maou Ajuka Beelzebub akan menyerahkan hak penjagaan Ravel dan Riser kepada mereka. Yang lain sedang mempersiapkan lingkaran sihir untuk berpindah ke tempat Ajuka. Dalam rangka untuk menenangkan suasana hatinya, Issei pergi ke lantai pertama untuk minum air.

Di ruang tamu, ada ayahnya Issei dan dia sedang mengelap sebuah pancingan. Ayahnya Issei  mengatakan kepadanya kalau dia dan ibunya akan pergi memancing dan bertanya apa dia ingin ikut. Asia bisa ditandai dengan mereka juga.

Issei menyesal menolak karena di terikat dengan hal-hal lain. Ayahnya sedih dan berkata kalau dia pikir mungkin baik untuk orang tua dan anak untuk memancing bersama lagi, meskipun mungkin memberikan ketidaknyamanan bagi orang yang sudah SMA. Issei meminta maaf sekali lagi.

Ayahnya Issei berkata bahwa tidak perlu khawatir tapi Issei tidak bisa melihat langsung matanya.

Pada saat itu, ibunya Issei muncul dan berkata kalau Issei dan Asia bisa menemani mereka di lain waktu.

Issei pikir mungkin memalukan untuk berbicara dengan ayahnya sekarang karena dia bukan anak kecil lagi tapi dia memutuskan akan dia lakukan setelah dia kembali.


Di ruang bawah tanah, anggota ORC, kelompok Sitri, Griselda, dan Azazel telah hadir. Dulio dan Tobio sedang keluar pada misi yang berbeda.

Dengan pertukaran yang dia lakukan dengan orang tuanya di lantai atas, pikiran Issei sedikit berkerut. Dia saat ini sedang menuju ke tempat Ravel tapi akibatnya, dia tidak bisa pergi dengan orang tuanya.

Azazel dan Rias melihat Isse dan langsung berpikir kalau itu pasti karena orang tuanya. Issei menjelaskan kalau dia menolak tawaran untuk pergi dengan mereka berdua jadi dia bisa bertemu dengan Ravel. Azazel mengatakan kalau dia harus pergi dengan mereka di waktu berikutnya. Tidak masalah jika ada sesuatu yang baik atau buruk yang terjadi. Azazel melanjutkan perkataannya kalau orang tua seseorang tidak akan bertahan selamanya jadi tidak ada alasan untuk bertindak sebagai anak dari waktu ke waktu.

Setelah mendengar ini, Issei memutuskan kalau dia pasti akan pergi memancing dengan ayahnya lain waktu dan dia akan menghabiskan lebih banyak waktunya dengan keluarganya.

Waktu untuk pergi bergerak telah tiba. Azazel hanya memberi mereka penjelasan samar-samar tentang tujuan mereka -- tempat Ajuka. Lingkaran sihir bersinar dan mereka berteleport pergi.



Ketika cahaya menghilang, mereka dipindahkan ke pantai berpasir. Tampaknya mereka berada di tepi pantai tapi langsung berpikir karena Dunia Bawah tidak memiliki laut jadi itu pasti danau raksasa. Meskipun pikiran itu ditolak karena langit nya tidak ungu seperti Dunia Bawah. Itu tampak seperti dunia manusia tapi bahkan ditolak karena ada dua bulan. Mereka berada di tempat yang bukan Dunia Bawah maupun dunia manusia.

Duduk di kursi di sudut pantai, Ajuka berbicara kepada mereka kalau tempat ini meniru bagian dari celah dimensi dan dapat dianggap sebagai "dunia yang berbeda".

Dekat dengan Ajuka ada tempat tidur dan di sana ada seseorang yang sedang tertidur.

Mereka dan Ajuka saling menyapa dan Rias bertanya tentang Ravel dan Riser tepat setelahnya. Ajuka mengatakan ke mereka kalau Riser telah dipindahkan ke Keluarga Phoenix dan Ravel sedang tidur di tempat tidur. Dia memutuskan lebihbaik untuk langsung memberikan Riser ke Keluarga Phoenix dan Ravel kepada mereka. Issei dan Koneko segera berlari menuju Ravel dan memanggilnya. Ajuka meyakinkan mereka kalau dia hanya tertidur. Ravel menjawab mereka berdua (Issei dan Koneko) saat dia baru saja terbangun. Azazel menambahkan kalau dia telah mengatur tim SLAH/DOG untuk mengawal Riser untuk mencegah sesuatu yang mungkin terjadi.

Dengan keselamatan Phoenix bersaudara dikonfirmasi, Ajuka berbicara dengan mereka dan berkata bahwa mengganti penjagaan dari mereka berdua (Ravel dan Riser) bukan satu-satunya hal mengapa dia meminta mereka untuk datang ke dimensinya.

Setelah mengatakan itu, dia mengambil sebuah potongan. Itu tidak memiliki penampilan seperti potongan lainnya. Ajuka mengatakan bahwa sesuatu yang dia tunjukkan kepada mereka adalah sebuah Evil Piece. Issei memahami dengan jelas bahwa dia merasakan gelombang energi yang sama yang berasal dari Evil Piece-nya sendiri.

Ajuka kemudian mengungkapkan bahwa ini adalah potongan 『Raja』.

Semua orang kecuali Azazel terkejut karena mereka semua diajarkan tidak ada yang namanya potongan Raja. Ketika seorang Iblis Kelas Tinggi akan segera diberikan Evil Piece-nya, mereka akan pergi ke istana Maou yang berlokasi di wilayah Maou dan menyentuh sebuah monumen untuk mendaftarkan diri sebagai raja.

Azazel merupakan satu-satunya yang tidak terkejut karena dia sudah mendengar rumor tentang potongan tertentu.

Rias yang merupakan seorang Raja sendiri berkata bahwa dia mendengar tidak ada cara untuk membuat sepotong Raja untuk Evil Piece dan potongan 『Raja』 sendiri hanya sebuah monumen di mana Raja baru mendaftarkan dirinya.

Ajuka menjawab kalau Rias memang benar. Membuat potongan 『Raja』 dikatakan mustahil dan monumen pendaftaran diibaratkan potongan 『Raja』. Dia berkata ketika Iblis reinkarnasi menjadi layak untuk mendapat Evil Piece-nya, potongan 『Raja』 akan tumpang tindih dengan potongan yang ada pada dirinya dan  akan berbahaya bagi mereka dan jadi dihentikan.

Ajuka melanjutkan kalau kemampuan potongan 『Raja』 itu sederhana. Itu hanya memperkuat pengguna. Hal ini tidak hanya membuat pengguna lebih kuat dua atau tiga kali. Ini memperkuat mereka 10-100 kali. Dengan memperoleh kekuatan begitu besar, hal itu dapat menyebabkan orang-orang tertentu menggunakannya untuk perbuatan buruk dan dianggap terlarang untuk digunakan.


Ajuka kemudian menggunakan lingkaran sihir untuk memproyeksikan penampilan beberapa orang. Rias dan Sona mengenal mereka sebagai peringkat atas di Rating Game.

Ajuka mengatakan peringkat atas sekarang semuanya memiliki kesamaan. Mereka adalah Iblis Kelas Atas berdarah Murni dari 72 pilar dan mereka menggunakan potongan 『Raja』. Dengan kemampuan penguatan potongan 『Raja』, tidak berlebihan bahwa ada orang-orang dari kelompok itu yang mencapai kelas Ultimate atau bahkan kelas Maou.

Semua orang terkejut dari apa yang Ajuka katakan. Sona kemudian bertanya apa kemampuan orang-orang yang diproyeksikan "palsu"?

Ajuka mengangguk dan mengatakan mereka menggunakannya dan meningkatkan kemampuan mereka yang tidak diterima aturan. Dia juga menambahkan sebagian besar anggota komite eksekutif adalah bagian dari "penipuan" ini. Mereka menggunakan suap, pengaturan skor pertandingan, dan semacamnya. Tentu saja tidak semua orang yang berhasil mencapai puncak menggunakan kekuatan potongan 『Raja』. Contohnya adalah Tannin, Rudiger Rosenkreutz. Ajuka berkata kalau tren tidak menggunakan potongan 『Raja』 sebagian besar adalah Iblis yang tereinkarnasi.

Ajuka mengangkat bahu dan berkata kalau Rating Game menjadi seperti kompetisi kelas dunia di dunia Manusia. Dia berkata kalau dia adalah penciptanya dan dia meninggalkan manajemen dasar ke lainnya. Saat permainan berkembang, dia menjadi sesuatu seperti pengikut dan satu langkah sempurna dipisahkan dari sesuatu yang dia buat.

Dengan yang dia katakan, bahwa tindakan penipuan dari peringkat atas dan manajemen adalah alasan mengapa posisi mereka tidak berubah sama sekali dalam jangka waktu yang lama. Hanya orang-orang luar biasa yang berhasil melewatinya.

Tidak peduli popularitas atau kemampuan seseorang yang akan naik peringkat, "dinding" yang diciptakan oleh potongan 『Raja』 dan manajemen itu sendiri begitu tinggi.

Sona menjatuhkan lututnya ke tanah setelah informasi yang dia diengar bisa dianggap sebagai racun untuk mimpinya. Mimpinya menciptakan sekolah Rating Game untuk setiap orang yang memiliki kesempatan untuk menaikkan status sosial.

Nilai dari orang-orang di Dunia Bawah akan sangat berubah-ubah jika informasi ini bocor ke publik. Sirzechs juga mengetahui itu tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Sampai sekarang, ada keseimbangan antara pejabat yang melakukan tindakan ini. Tapi setelah kelompok tidak puas dan muncul konflik internal, informasi tentang potongan Raja mungkin akan terungkap. Jika lebih banyak orang yang tahu tentang hal itu, mereka akan mencoba mendapatkannya, terutama Iblis Lama. Bencana yang mungkin lebih berbahaya daripada apa yang Fraksi Maou Lama lakukan.

Kebesaran dari Rating Game hanya berubah menjadi politik dan penipuan.

Issei berpikir bahwa tingkat Rating Game-nya melawan Sairaorg bisa dianggap sebagai pertarungan antara faksi Maou saat ini melawan faksi Great King. Pertandingan itu sendiri jujur karena tampaknya Sirzech melakukan semua yang dia bisa untuk permainan yang bersih.

Orang yang tidak mengetahui tentang potongan 『Raja』 dan semua kegilaan di belakang layar adalah Diehauser. Tapi tidak lagi.

Ketika ditanya apa kekuatan Diehauser benar-benar nyata, Ajuka mengangguk dan mengatakan kalau Diehausermencapai peringkat atas karena bakat murninya. Dia (Diehauser) mencapai puncak tanpa bantuan potongan 『Raja』. Tapi ketika kesempatan untuk menyelidiki lagi dan membuktikan tindakan curang dibelakang layar muncul dengan sendirinya karena tindakan Rizevim, Diehauser mengambil itu. Dia membantu Rizevim mencuri Agreas. Dia melakukannya untuk mengetahui kebenaran.

Ajuka melanjutkan bahwa tindakan Iblis Lama melanjutkan untuk mengubah kekuatan Dunia Bawah sedikit demi sedikit dan ketika mencapai batas, Diehauser mengambil tindakannya.


Issei kemudian bertanya ke Ajuka kenapa harus Riser dan Ravel?

Ajuka mengatakan kalau tindakan Diehauser di Rating Game membuat dirinya untuk muncul. Selama permainan, ketika ada sesuatu dirusak, manajemennya akan diberitahu. Menggunakan kemampuan Diehauser [Worthless], dia membuat sistem pengunduran diri tidak bekerja. Hal ini memicu program darurat. Meskipun dia bisa membuat program itu tidak bekerja juga, Diehauser tidak melakukannya dan ini membuat Ajuka muncul di depannya.

Azazel mengatakan pembicaraan ini adalah pembicaran tingkat tinggi.

Ajuka melanjutkan bahwa Diehauser berbicara tentang potongan 『Raja』 dan juga pengakuan bahwa dia membantu Rizevim untuk mencuri Agreas. Resiko bergabung dengan teroris diperpanjang ke Ravel dan Riser juga. Jika tidak karena perlindungan lanjutan Ajuka, mereka akan ditargetkan setelah dirawat.

Issei sangat marah bahwa mereka bahkan ingin membuang Riser dan Ravel yang tidak bersalah.

Ajuka menjawab bahwa itu adalah bagaimana pentingnya rahasia dari potongan Raja untuk Iblis Tua. Mereka akan melakukan apa saja sehingga mereka bisa memonopoli kekuasaan. Diehauser takut pada apa yang mungkin terjadi pada Phenex bersaudara setelah pertandingan. Itu sebabnya dia mempercayakan mereka kepadanya. Keselamatan Riser dan Ravel dirahasiakan merupakan bagian dari perlindungan ini.

Issei berpikir bahwa Ajuka penuh dengan misteri. Tapi kau harus sepenuhnya percaya padanya. Dia adalah Maou yang menyelamatkan Phenex bersaudara dan kalau dipikir-pikir, dia juga yang menyesuaikan Evil Piece untuknya.

Sona kemudian bertanya ke Ajuka apa yang Diehauser lakukan.

Ajuka menjawab kalau dia akan mengungkap tahasia ke Dunia Bawah dan faksi lainnya juga.

Sona menderita atas jawaban Ajuka. Anak-anak dan orang-orang yang melihat ke peringkat atas sebagai pahlawan dan harapan mereka. Apa reaksi mereka jika mereka diberitahu kalau mereka telah dibohongi. Dia juga menambahkan kalau tindakan Diehauser telah menyebabkan mereka bekerja lebih banyak.

Ajuka setuju kalau tindakan Diehauser memberikan kerugian yang besar bagi Dunia Bawah terutama karena mereka kehilangan Agreas.

Ketika Issei bertanya "Mengapa harus Riser? Tidak kah ada orang lain yang bisa menjadi lawannya?", Ajuka tersenyum dan berkata kalau mereka akan paham dengan alasannya segera.


Azazel kemudian bertanya apa yang akan dia lakukan dengan video pengawas yang mereka miliki. Ajuka mengatakan kalau dia akan melakukan tindakan yang tepa untuk itu.

Azazel mengangkat bahu dan mempertanyakan apakah dia siap untuk tindakan balasan, Ajuka menjawab kalau dia adalah seorang Maou dan jenis pekerjaan ini sesuatu yang Sirzechs tidak bisa lakukan. Azazel mengatakan dia masih harus meminimalisir sedikit mungkin pengorbanan. Ajuka sepakat bahwa tidak ada alasan untuk mengorbankan orang yang tidak bersalah.


Ajuka dan Azazel terus berbicara satu sama lain tentang hal-hal yang hanya VIP tahu. Issei membungkuk didepan Ajuka untuk berterima kasih kepadaya karena menyelamatkan Ravel. Koneko dan Gasper juga sama.

Ajuka tersenyum kecut dan berkata meminta mereka bertahan dengan masalah mereka yang iblis muda temui. Dia akan berurusan dengan bagian atas. Mereka bisa bertindak seperti yang mereka biasa lakukan dan dia akan mencoba yang terbaik untuk melindungi orang-orang di sekitar mereka.


Azazel kemudia bertanya ke Ajuka. "Berapa banyak potongan 『Raja』 yang ada?"

Ajuka berkata bahwa lini produksi telah dihentikan dan tidak ada cara untuk membuat yang baru dan bahkan metode ini hanya diketahui dirinya. Dia melanjutkan bahwa secara total, ada SEMBILAN potongan 『Raja』; termasuk satu yang ditunjukkan ke mereka. Diehauser memberikan salah satu yang dia punya ke Ajuka dan sekarang dia (Ajuka) mempunyai empat potongan. Lima sisanya dalam kepemilikan Iblis Tua.

Azazel terlihat muram di wajahnya dan dia mengatakan sulit untuk mengambil potongan itu dari mereka. Ajuka dengan wajah tegas mengatakan bahwa dia masih berniat untuk mengambilnya.


Ajuka sekali lagi berbicara dengan Azazel. Dia memperingatkan bahwa Azazel harus mengambil tindakan pencegahan karena akan ada banyak orang dari faksi yang berbeda menargetkan dirinya. Azazel mengangkat bahu dan berkata Dewa Kehancuran tertentu juga berkata demikian. Dia (Azazel) meyakinkannya kalau dia siap.

Azazel bertanya kembali sebagai balasannya. "Apa kau menemukan lokasi dari Innovate Clear dan Telos Karma?", "Apa ini "game" yang kau atur?", "Bagaimana kau membuat tempat ini?"

Ajuka meminta maaf dan berkata kalau ini adalah daerahnya dan mustahil bahkan bagi dirinya untuk menangkap dua Longinus dengan sesuatu di luar hukum dunia.


Saat itu lingkaran komunikasi kecil muncul di telinga Ajuka. Ajuka bergumam "apa itu langkah tidak terduga atau langkah yang buruk". Dia kemudian dengan cepat berbalik dan mengatakan kepada mereka untuk segera kembali karena sesuatu yang buruk telah terjadi.



--- Ophis diserang oleh Naga Jahat ---

Artikel Terkait

Previous
Next Post »